![]() |
| Curug Plumbon |
Mendung menggelayut nyaman dilangit Kecamatan Alian kala saya akan keluar rumah sekedar piknik. Mengira langit yang sama juga menaungi seluruh wilayah Kebumen. Oleh hal itu saya memutuskan untuk piknik ke tempat yang tak jauh dari rumah. Memiliki niat awal ke Wisata Alam Kedungdawa (WAK) di Desa Seliling, namun saya mengurungkan niat. Alasannya saya pikir WAK seperti sungai biasa yang tak jauh berbeda dengan sungai di barat rumah.
Soal Curug Plumbon
![]() |
| Curug Plumbon |
Setelah parkir saya berjalan kembali menuju arah jembatan dan warung kecil dibawah sekolahan. Nah diseberang warung tersebut ada jalan menuju sungai. Saya lalu turun dan menjejaki jalan setapak di pinggir sungai. Bay nde we sungai ini namanya Sungai Grigak, dan dasar sungainya unik sekali selain tidak ada pasir/ tanah tapi batu juga memiliki garis2/ pola garis lurus berarah timurlaut-baratdaya. Setelah beberapa saat berjalan lalu ada sungai kecil setelah menyeberang jalan akan menanjak menuju atas.
Stop! Jika air sungai dangkal/ tidak banjir sebaiknya kamu memilih menyelusuri sungai seperti saya. Alasanya karena jika lewat atas kamu tidak akan bisa menikmati curug sepenuhnya. So, saya ambil lewat sungai meski basah-basah dikit karena harus memasuki kolam-kolam cantik. Tak lama berjalan nampaknya curugnya. Curug Plumbon cukup tinggi sekitar 15 meter dengan dua tingkatan. Airnya melebar dan saat itu lumayan deras. Airnya pun segar serta bening bangeeeeeeeeeet sampai warna hijau. Bagian bawah memiliki kolam dangkal setelah bagian kanan dibendung sedikit sementara di air terjun atas kolam nampaknya lebih dalam. Dari bagian bawah jika ingin keatas disediakan tangga karena sangat riskan jika harus menaiki bebatuan air terjun, licin dan terjal.
![]() |
| Sungai Grigak |
Suasana di sekelilingnya nampak asri karena berupa hutan jati serta persawahan warga sekitar. Air terjun ini juga dianfaatkan untuk mengairi sawah warga. selain itu jugauntuk diambil airnya dengan menggunakan selang. Karena saya kesana sendiri dan disana pun sendiri sehingga suasana sepi sunyi sangat terasa. Hanya gemerujuk air terjun yang terdengar menemani saya memotret curug. Kenapa sepi? Iya karena curug ini belum dikelola serius sehingga masih sepi wisatawan.













