Aopok – #Media #sosial #seperti #TikTok #memang #penuh #hiburan, #kreativitas, #dan #tren viral yang menarik perhatian jutaan pengguna setiap hari. Namun di balik konten yang tampak seru dan menghibur, ada sisi gelap yang tidak boleh diabaikan. Sejumlah challenge viral di TikTok justru berubah menjadi ancaman serius karena mendorong pengguna meniru tindakan berbahaya tanpa memahami risikonya. Dalam banyak kasus, tren ini bukan hanya menyebabkan cedera, tetapi juga berujung pada hilangnya nyawa.
Baca juga: Baru! Video “Bandar Membara” Berdurasi 45 Menit Tersebar, Warganet Berburu Link Asli

Fenomena ini menjadi alarm keras bagi orang tua, pendidik, dan pengguna media sosial. Tantangan viral sering dikemas secara menarik, lucu, dan seolah aman dilakukan. Padahal, di balik jutaan views dan likes, banyak challenge berbahaya yang telah memicu kecanduan, luka serius, trauma, hingga kematian. Berikut deretan tren TikTok berbahaya yang sempat viral dan memakan korban, sebagaimana dirangkum dari laporan terbaru.
1. Galaxy Gas Challenge
Tren Galaxy Gas mulai ramai dibicarakan sejak 2024 dan viral di media sosial karena menampilkan pengguna menghirup nitrous oxide demi sensasi euforia sesaat. Sekilas terlihat seperti hiburan, tetapi efeknya sangat berbahaya. Nitrous oxide dapat memicu gangguan saraf, kehilangan kesadaran, kerusakan otak, hingga kematian jika digunakan berlebihan.
Salah satu kasus yang paling disorot adalah Kelly Rosenthal, warga Nashville, yang ditemukan meninggal dunia di apartemennya pada 23 Juni setelah diduga mengalami kecanduan nitrous oxide. Di lokasi ditemukan banyak tabung gas berserakan, baik yang sudah dipakai maupun belum. Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa tren “iseng” di internet bisa berubah menjadi kecanduan mematikan.
Baca: Viral! Video 11 Menit Dua Sejoli Bermesraan di Taman Hebohkan Warganet
2. NeeDoh Cube Challenge
Challenge ini berawal dari eksperimen viral dengan mainan gel NeeDoh cube yang dipanaskan atau didinginkan ekstrem untuk melihat reaksinya. Banyak konten memperlihatkan sensasi “unik” saat mainan tersebut meledak. Namun, di balik hiburan itu, risikonya sangat serius.
Pada Oktober 2025, seorang anak bernama Scarlett Selby yang masih berusia tujuh tahun mengalami koma setelah mainan tersebut meledak dan gel panas mengenai wajah serta dadanya. Insiden serupa kembali terjadi pada April 2026, ketika seorang anak perempuan 10 tahun di Cleveland mengalami luka bakar tingkat dua pada tangan dan jari setelah mencoba challenge yang sama. Tren ini menunjukkan bagaimana mainan biasa bisa berubah menjadi ancaman saat dipakai di luar fungsi normalnya.
3. Korean Love Game
Korean Love Game adalah tren manipulatif yang dibungkus sebagai permainan emosional di media sosial. Challenge ini mengajak peserta menjalani hubungan romantis palsu selama 50 hari dengan serangkaian tantangan harian yang makin ekstrem.
Kasus tragis terjadi pada Februari 2026 di Ghaziabad, India, ketika tiga saudara perempuan berusia 16, 14, dan 12 tahun kehilangan nyawa setelah melompat dari lantai sembilan apartemen. Penyelidikan menemukan indikasi keterikatan emosional kuat terhadap konten daring bertema Korea yang diduga berkaitan dengan challenge ini. Meski platform spesifiknya tidak dipastikan, kasus ini menyoroti bahaya manipulasi psikologis dari tren viral yang menyasar remaja.
4. Chroming
Chroming adalah tren berbahaya yang melibatkan menghirup zat kimia dari aerosol, cat semprot, atau cairan rumah tangga demi efek mabuk sesaat. Praktik ini sangat berisiko karena dapat merusak paru-paru, jantung, dan otak dalam waktu singkat.
Kasus tragis menimpa Freddie Davis, bocah 11 tahun asal London timur, yang ditemukan tak sadarkan diri di kamar tidurnya pada Januari 2026. Hasil pemeriksaan menyebut penyebab kematiannya terkait inhalasi propelan aerosol butana. Peristiwa ini menjadi bukti bahwa challenge yang terlihat “cuma coba-coba” bisa berujung fatal dalam hitungan menit.
5. Blackout Challenge
Blackout Challenge sempat viral dan dikenal sebagai salah satu challenge TikTok paling mematikan. Tantangan ini mendorong pengguna menahan napas hingga pingsan demi sensasi sesaat. Praktik ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan otak kekurangan oksigen, kerusakan permanen, hingga kematian mendadak.
Challenge ini sempat menuai kecaman global setelah beberapa anak dilaporkan meninggal dunia usai mencoba tantangan tersebut. Meski telah lama diperingatkan, challenge serupa terus bermunculan dengan nama berbeda dan tetap berbahaya.
6. Benadryl Challenge
Challenge ini mendorong pengguna mengonsumsi antihistamin dalam dosis berlebihan untuk memicu halusinasi. Padahal, overdosis obat dapat menyebabkan gangguan jantung, kejang, kehilangan kesadaran, bahkan kematian.
Benadryl Challenge sempat menjadi sorotan karena melibatkan remaja yang sengaja menyalahgunakan obat demi konten viral. Ini menjadi contoh nyata bagaimana tren digital bisa mendorong penyalahgunaan zat berbahaya.
7. Fire Challenge
Fire Challenge adalah tantangan ekstrem di mana peserta menyiram tubuh dengan cairan mudah terbakar lalu menyalakannya demi konten dramatis. Meski terdengar mustahil, challenge ini pernah viral dan menyebabkan banyak luka bakar serius.
Beberapa korban dilaporkan mengalami cedera permanen akibat luka bakar berat. Tren ini memperlihatkan bagaimana dorongan viral bisa mengalahkan nalar dan keselamatan.
8. Skull Breaker Challenge
Skull Breaker Challenge dilakukan oleh tiga orang, di mana dua orang menjegal kaki korban saat melompat sehingga korban jatuh menghantam kepala. Challenge ini viral karena dianggap lucu, padahal sangat berbahaya.
Banyak korban mengalami gegar otak, patah tulang, hingga cedera kepala serius. Tantangan ini menjadi bukti bahwa prank viral pun bisa berubah menjadi ancaman mematikan.
9. Sleepy Chicken Challenge
Sleepy Chicken Challenge mengajak pengguna memasak ayam dengan obat flu. Selain terdengar aneh, tren ini sangat berbahaya karena uap obat yang dipanaskan bisa menghasilkan zat beracun saat terhirup.
Tren ini sempat memicu peringatan keras dari pakar kesehatan karena berisiko menyebabkan keracunan, gangguan pernapasan, dan komplikasi serius. Bahkan detik sebelumnya juga menyoroti tren ini sebagai salah satu challenge TikTok paling berbahaya.
Mengapa Tren Berbahaya di TikTok Mudah Viral?
Banyak challenge berbahaya cepat viral karena dikemas dengan visual menarik, musik populer, dan efek dramatis yang memancing rasa penasaran. Algoritma media sosial juga mendorong konten viral terus muncul di beranda, membuat pengguna lain terdorong ikut mencoba tanpa memikirkan risiko.
Remaja dan anak-anak menjadi kelompok paling rentan karena cenderung penasaran, ingin diakui, dan mudah terpengaruh tren digital. Inilah alasan pengawasan orang tua dan literasi digital menjadi sangat penting di era media sosial.
Baca: Viral! Video Live Sepasang Kekasih Durasi 10 Menit Hebohkan Media Sosial
Orang Tua dan Pengguna Harus Lebih Waspada
TikTok dan platform media sosial lain memang bisa menjadi ruang hiburan dan kreativitas, tetapi juga menyimpan risiko serius jika digunakan tanpa pengawasan. Tidak semua tren viral layak ditiru, apalagi jika melibatkan tindakan berbahaya, eksperimen ekstrem, atau konsumsi zat tertentu.
Orang tua perlu lebih aktif memantau konten yang dikonsumsi anak, sementara pengguna harus lebih kritis sebelum mengikuti challenge viral. Jangan sampai demi konten, hiburan sesaat justru berubah menjadi tragedi yang tak bisa diperbaiki.

































