Aopok.com – #Dalam #perjalanan #hidup di #dunia, #manusia #tidak #pernah #lepas dari #ujian. Kadang berbentuk kesulitan ekonomi, masalah keluarga, sakit, kehilangan, atau tekanan batin yang terasa berat. Namun sebagai hamba, kita tidak dibiarkan berjalan tanpa arah. Allah telah menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup yang sempurna—tanpa keraguan, tanpa kesalahan, dan tanpa kekurangan—agar manusia mampu menjalani kehidupan di bumi dengan benar, selamat, dan berujung pada kebahagiaan abadi di surga-Nya.

Di antara petunjuk agung tersebut adalah penjelasan bahwa setiap manusia pasti akan diuji. Ujian bukan tanda kebencian Allah, melainkan bagian dari proses pembentukan iman dan kedewasaan ruhani. Lalu bagaimana cara menghadapi ujian-ujian itu? Al-Qur’an memberikan jawaban yang sangat jelas dan berulang kali ditekankan: sabar.
Sabar bukan sekadar menahan diri dari marah atau keluh kesah. Ia adalah kekuatan jiwa, keteguhan hati, dan kemampuan mengendalikan diri agar tetap taat kepada Allah dalam kondisi apa pun. Dengan sabar, seseorang mampu bertahan dalam ketaatan, menjauhi maksiat, serta menerima takdir Allah meski terasa pahit. Karena itulah, sabar bukan tanda kelemahan, tetapi justru bukti kekuatan iman seorang hamba.
Melalui pembahasan ini, kita akan melihat bagaimana Al-Qur’an memaknai sabar dari berbagai sisi, lengkap dengan penjelasan para ulama, sehingga kita memahami bahwa sabar adalah kunci utama untuk memenangkan ujian kehidupan.
Apa yang dimaksud sabar? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata sabar adalah tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati). Arti lainnya dari sabar adalah tabah. Contoh: Ia menerima nasibnya dengan sabar, hidup ini dihadapinya dengan sabar.
Baca juga: Tanggal Berapa Bulan Suci Puasa Ramadan 2026?
Kata sabar berasal dari bahasa arab yaitu as-Shabru, merupakan masdar dari fi’il madhi yang berarti menahan diri dari keluh kesah. Ada juga yang mengatakan as-Shibru dengan mengkasrahkan shadnya yang berarti obat yang sangat pahit dan tidak enak. Imam Jauhari memahami kata sabar yang bentuk jamaknya berupa lafad صُبُرٌ dengan menahan diri ketika dalam keadaaan sedih atau susah.
Ar-Raghib Al-Asfihani berpandangan bahwa sabar adalah kuat atau tahan ketika dalam keadaan sempit maupun sulit. Menurutnya, sabar juga berarti menahan hawa nafsu dari sesuatu yang dapat merusak akal dan syari’at.
Sabar dalam pandangan M. Quraish Shihab adalah menahan diri atau membatasi jiwa dari keinginan demi mencapai sesuatu yang baik atau lebih baik. Adapun dalam pandangan Ibnu Qayyim al-Jauzi sabar adalah menahan diri dari rasa gelisah, cemas dan amarah; menahan lidah dari keluh kesah, menahan tubuh dari kekacauan.
Lebih lanjut, kata sabar sebagaimana dalam Kamus Al-Quran aw Ishlah al-Wujuh wa an-Nadlair fi Al-Quran Al-Karim mempunyai lima makna.
Pertama, sabar bermakna menahan, sebagaimana firman-Nya:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah : 153)
Kedua, sabar bermakna berani, sebagaimana firman-Nya :
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الضَّلَالَةَ بِالْهُدَىٰ وَالْعَذَابَ بِالْمَغْفِرَةِ ۚ فَمَا أَصْبَرَهُمْ عَلَى النَّارِ
“Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan siksa dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka.” (QS. Al-Baqarah : 175)
Ketiga, sabar bermakna ketabahan, sebagaimana firman-Nya:
إِنْ كَادَ لَيُضِلُّنَا عَنْ آلِهَتِنَا لَوْلَا أَنْ صَبَرْنَا عَلَيْهَا ۚ وَسَوْفَ يَعْلَمُونَ حِينَ يَرَوْنَ الْعَذَابَ مَنْ أَضَلُّ سَبِيلًا
“Sesungguhnya hampirlah ia menyesatkan kita dari sembahan-sembahan kita, seandainya kita tidak sabar(menyembah)nya” dan mereka kelak akan mengetahui di saat mereka melihat azab, siapa yang paling sesat jalannya.”(QS. Al-Furqan : 42)
Keempat, sabar bermakna ridha, sebagaimana firman-Nya :
وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا ۖ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ حِينَ تَقُومُ
“Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri” (QS. At-Thur : 48)
Kelima, sabar bermakna sabar itu sendiri, sebagaimana firman-Nya :
وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًا فَاضْرِبْ بِهِ وَلَا تَحْنَثْ ۗ إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا ۚ نِعْمَ الْعَبْدُ ۖ إِنَّهُ أَوَّابٌ
“Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan-nya).” (Q.S Shad: 44)
Baca juga: Kisah Nabi Yunus Ditelan Ikan, Mukjizat, dan Kekuatan Doa di Saat Putus Asa
Bersabarlah jika menghadapi ujian-ujian kehidupan, jaminannya akan menjadi pemenang oleh karena dengan bersabar kita bisa menahan diri untuk selalu; taat kepada-Nya, menjauhkan hal-hal yang diharamkan dan ikhlas menerima takdir Allah yang dirasa pahit.
Penulis: Nursyamsa Hadis






























