Aopok.com – #Imam #Abu #Hanifah (#Nu’man bin #Tsabit bin #Zauti bin #Marzuban), #dikenal #juga #sebagai #Imam Hanafi, merupakan salah satu ulama terbesar dalam sejarah Islam dan pendiri mazhab Hanafi, sebuah mazhab fikih yang banyak diikuti di dunia Muslim. Namun, perjalanan hidup beliau tidak langsung menuju keilmuannya yang masyhur. Nasihat penting dari seorang guru ternyata menjadi titik balik yang mengubah arah hidupnya secara signifikan.
Baca juga: Hadiah Pahala – Fatwa al-`Asqalani

Awal Kehidupan dan Dunia Perdagangan
Imam Hanafi lahir di kota Kufah, Irak, pada abad kedua Hijriyah. Sejak kecil, beliau sudah dibekali ilmu berdagang oleh orang tuanya dan terjun aktif dalam dunia niaga kain di pasar lokal. Dia dikenal sebagai seorang pedagang cerdas yang tekun dan rajin dalam aktivitas perniagaan. Namun, meskipun hidup dalam lingkungan perdagangan, hati kecilnya selalu tertarik kepada ilmu agama.
Pertemuan dengan Guru yang Mengubah Nasib
Suatu hari, ketika beliau masih muda, Imam Hanafi bertemu dengan seorang ulama Tabi’in bernama Amir bin Syurahbil Asy Sya’bi. Saat bersua di jalan, sang guru menanyakan arah tujuan beliau. Ketika Imam Hanafi menjawab hendak ke pasar seperti biasa, Asy Sya’bi justru menggugahnya dengan pertanyaan yang lebih dalam tentang aktivitas menuntut ilmu. Nasihat sederhana namun tajam itu berbunyi:
Baca juga: Fatwa-Fatwa Penting Terkait Hari Jumat
“Jangan lalai. Teruslah belajar ilmu dan dekat dengan para ulama.”
Nasihat itu membekas dalam hati Imam Hanafi dan menjadi perubahan besar dalam hidupnya. Sejak saat itu, beliau mulai lebih banyak mengalokasikan waktu untuk belajar di majelis-majelis ilmu dan mengurangi waktu yang dihabiskan di dunia perdagangan.
Perjalanan Ilmu yang Luas
Bukan berarti Imam Hanafi sepenuhnya meninggalkan kegiatan dagang, tetapi ilmu menjadi prioritas utamanya. Beliau pun belajar dari banyak guru besar pada zamannya. Dalam usia remaja, Imam Hanafi sudah menghafalkan Al-Qur’an dan mempelajari berbagai disiplin ilmu, termasuk ilmu agama dan bahasa Arab, sebelum akhirnya menempuh perjalanan ilmiah yang panjang ke berbagai kota untuk menimba ilmu dari ratusan guru.
Warisan Keilmuan dan Mazhab Hanafi
Perubahan yang terjadi pada diri Imam Hanafi setelah mendapatkan nasihat itu berbuah hasil yang luar biasa. Beliau menjadi seorang ulama besar dengan pengaruh yang meluas di bidang fikih (hukum Islam) dan menjadi pemikir utama di balik Mazhab Hanafi. Mazhab ini menjadi salah satu dari empat mazhab utama dalam Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan sangat dominan di berbagai dunia Islam, termasuk Asia Selatan dan sebagian Jazirah Arab.
Pelajaran dari Kisah Imam Hanafi
Baca juga: Ayat dan Hadits Memenuhi Janji
Kisah perubahan hidup Imam Hanafi menunjukkan betapa pentingnya peran nasihat bijak dari seorang guru dalam membentuk arah hidup seseorang. Dari seorang pedagang yang biasa ke pasar, beliau berubah menjadi ulama besar yang warisannya terus dipelajari hingga kini. Transformasi ini bukan saja menandai perubahan karier, tetapi juga perubahan spiritual dan intelektual yang mendalam.








