yang meragukan bahwa jika seseorang suka memaafkan akan mudah
dimaafkan, suka menolong akan ditolong, suka menyayangi akan disayangi dan suka
memberi akan diberi. Bukankah dalam kehidupan sehari hari, keadaan ini sangat
lumrah dan sering kita saksikan. Misalkan ada seseorangĀ yang biasa memudahkan urusan orang lain maka
selalu saja ada kemudahan dan jalan keluar baginya jika suatu waktu dia
mendapat kesulitan atau menghadapi suatu masalah yang berat.Ā
li anfusikum. Jika kamu berbuat kebaikan maka (berarti) kamu berbuat
kebaikan bagi dirimu sendiri. (Q.S al Israaā 7). Allah Taāala juga berfirman :
āHal jazaa-ul ihsani illal ihsanā Balasan perbuatan baik adalah kebaikan
pula (Q.S ar Rahman 60).
membalas terhadap orang lain yang menzhalimi dirimu tetapi engkau melepaskan
(hakmu itu), tidak menuntut qishash atau denda kepadamya (Minhajul Qashidin,
Imam Ibnu Qudamah).
adalah engkau senantiasa, terus menerus mengosongkan hatimu dari
semua kesalahan orang lain kepadamu. Ini sebenarnya
mudah dilakukan jika engkau menyadariĀ
dan juga sangat mengharapkan maaf Ā dari orang yang pernah engkau zhalimi.
dari sikap santun. Orang yang santun adalah ketika dizhalimi dia bersikap santun
dan ketika dia mampu membalasnya dia malah memaafkan.
orang lain, akan senantiasa memperoleh ampunan Allah. Inilah puncak keutamaan
dari sikap suka memaafkan. Allah berfirman : āWal yaāfuu wal yashfahuu, alaa
tuhibbuuna an yaghfirallaahu lakum wallaahu ghafuurur rahiim. Dan hendaklah
mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak menginginkan Allah
mengampunimu dan Allah Mahapengampun dan Mahapenyayang (Q.S an Nuur 22)
yang bisa kita ambil dari salafus shalih. Satu diantaranya adalah sebagaimana
disebutkan oleh Imam Ibnu Asakir, dalam Tarikh Dimasqi yaitu kisah Jaāafar ash
Shadiq dengan pembantu atau budaknya.
bagi Jaāfar ash Shadiq. Tanpa diduga bejana atau tempat air itu jatuh dan
menimpa wajah Jaāfar ash Shadiq. Lalu beliau melihat kepada budaknya itu dengan
wajah marah karena kesal.Ā
Tuan, sesungguhnya Allah telah berfirman dalam surat Ali Imran 134 : āWal
kaazhimiinal ghaizhā Dan orang orang yang menahan marahnya.
berfirman dalam surat Ali Imran 134 : āWa āafiina āaninnaasā Dan suka
memaafkan manusia.
kesalahanmu.
Allah telah berfirman dalam surat Ali Imran 134 : āWallahu yuhibbul
muhsiniinā Sesungguhnya Allah mencintai orang orang yang berbuat baik.
Aku merdekakan engkau karena ingin berbuat baik dan mencari ridha Allah.
semua. Ya Allah jadikanlah kami hamba yang mampu menahan marah, jadikanlah kami
hamba yang suka memaafkan dan jadikanlah kami hamba yang selalu berbuat baik.





























