Aopok – Sering #merasa #lemas meski sudah cukup #tidur atau tiba-tiba menemukan #memar di tubuh tanpa mengetahui #penyebabnya? Keluhan seperti ini kerap dianggap #sepele. Lemas bisa dikaitkan dengan #kurang tidur atau terlalu banyak #aktivitas, sementara memar sering dianggap akibat #terbentur benda tertentu.
Namun, jika kondisi tersebut terjadi berulang, semakin sering, atau disertai keluhan lain seperti mudah berdarah, demam berkepanjangan, berat badan turun tanpa sebab, hingga pembengkakan kelenjar getah bening, sebaiknya tidak langsung diabaikan.
Sebab, sejumlah gejala tersebut dapat muncul pada gangguan darah, termasuk leukemia atau kanker darah. Meski demikian, lemas dan mudah memar tidak otomatis berarti seseorang terkena kanker darah. Banyak kondisi lain yang juga dapat menimbulkan keluhan serupa sehingga pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

Baca: Sering Dianggap Sepele, Kebiasaan Makan Ini Ternyata Bisa Merusak Ginjal
Apa Itu Kanker Darah?
Kanker darah merupakan kelompok penyakit yang memengaruhi darah, sumsum tulang, atau sistem limfatik. Salah satu jenis yang dikenal luas adalah leukemia.
Pada leukemia, sumsum tulang menghasilkan sel darah putih abnormal dalam jumlah yang tidak normal. Kondisi tersebut dapat mengganggu produksi sel darah sehat, termasuk sel darah merah dan trombosit. Akibatnya, berbagai fungsi penting tubuh dapat ikut terganggu.
Leukemia sendiri memiliki beberapa jenis. Secara umum, leukemia dapat dibedakan berdasarkan kecepatan perkembangannya menjadi leukemia akut dan kronis, serta berdasarkan jenis sel darah putih yang terkena.
Leukemia akut dapat berkembang dengan cepat, sedangkan leukemia kronis dapat berkembang lebih perlahan dan pada tahap awal terkadang tidak menimbulkan gejala yang jelas.
Mengapa Kanker Darah Bisa Membuat Tubuh Lemas?
Salah satu alasan seseorang dengan leukemia dapat mengalami rasa lemas adalah terganggunya produksi sel darah merah.
Sel darah merah memiliki fungsi penting untuk membawa oksigen ke jaringan dan organ tubuh. Ketika jumlah sel darah merah menurun, seseorang dapat mengalami anemia.
Anemia dapat menyebabkan tubuh terasa:
- Mudah lelah
- Lemas
- Kurang bertenaga
- Tampak pucat
- Mudah sesak ketika beraktivitas
Namun, penting dipahami bahwa anemia tidak selalu berkaitan dengan kanker darah. Kekurangan zat besi, kekurangan vitamin tertentu, perdarahan, maupun berbagai penyakit kronis juga dapat menyebabkan anemia.
Karena itu, rasa lemas yang berlangsung lama sebaiknya tidak langsung disimpulkan sebagai gejala kanker. Penyebabnya perlu diketahui melalui pemeriksaan yang sesuai.
Mengapa Mudah Memar Bisa Berkaitan dengan Gangguan Darah?
Selain sel darah merah, tubuh juga membutuhkan trombosit untuk membantu proses pembekuan darah.
Jika jumlah atau fungsi trombosit terganggu, tubuh dapat menjadi lebih mudah mengalami memar atau perdarahan. Pada kondisi tertentu, gangguan di sumsum tulang dapat memengaruhi produksi trombosit sehingga memar muncul meskipun seseorang tidak mengingat pernah mengalami benturan.
Selain memar, tanda lain yang perlu diperhatikan antara lain:
- Mimisan yang sering terjadi
- Gusi mudah berdarah
- Luka lebih sulit berhenti berdarah
- Muncul bintik-bintik merah kecil pada kulit atau petekie
- Perdarahan yang terjadi tanpa penyebab jelas
Kementerian Kesehatan juga mencantumkan mudah memar, mimisan berulang, gusi mudah berdarah, dan petekie sebagai tanda yang dapat muncul pada leukemia.
Meski begitu, mudah memar juga dapat disebabkan berbagai kondisi lain, termasuk penggunaan obat tertentu. Karena itu, gejala tersebut tidak dapat digunakan sendirian untuk menentukan diagnosis.
Selain Lemas dan Memar, Apa Saja Gejala Kanker Darah?
Gejala kanker darah dapat berbeda antara satu orang dengan orang lainnya. Jenis leukemia dan kondisi tubuh pasien juga dapat memengaruhi gejala yang muncul.
Beberapa tanda yang patut diperhatikan antara lain:
1. Mudah Lelah dan Lemas
Rasa lelah yang terus berlangsung, tidak membaik dengan istirahat, atau semakin berat perlu mendapat perhatian, terutama jika disertai gejala lain.
2. Kulit Terlihat Pucat
Penurunan sel darah merah dapat menyebabkan tubuh tampak lebih pucat. Kondisi ini dapat berkaitan dengan anemia.
3. Mudah Memar
Memar yang muncul berkali-kali tanpa benturan yang jelas dapat menjadi salah satu tanda gangguan trombosit atau pembekuan darah.
4. Sering Mengalami Perdarahan
Mimisan berulang, gusi berdarah, atau perdarahan yang lebih sulit berhenti perlu diperhatikan.
5. Demam atau Infeksi Berulang
Baca: Jangan Sering Negative Thinking! Ini Dampaknya bagi Fungsi Otak dan Risiko Penurunan Kognitif
Gangguan pada sel darah putih dapat memengaruhi kemampuan tubuh melawan infeksi. Akibatnya, seseorang dapat mengalami demam atau infeksi yang berulang.
6. Berat Badan Turun Tanpa Direncanakan
Penurunan berat badan yang terjadi tanpa perubahan pola makan atau aktivitas juga termasuk gejala yang perlu diperiksa jika berlangsung tanpa alasan jelas.
7. Berkeringat Berlebihan pada Malam Hari
Keringat malam yang berulang, terutama jika disertai demam atau gejala lainnya, sebaiknya dikonsultasikan kepada dokter.
8. Nyeri Tulang atau Sendi
Pada beberapa jenis leukemia, keluhan berupa nyeri tulang atau sendi dapat muncul.
9. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening
Benjolan atau pembengkakan yang tidak biasa di leher, ketiak, atau selangkangan juga dapat menjadi salah satu tanda yang perlu diperiksa.
10. Perut Terasa Penuh atau Membesar
Pada kondisi tertentu, leukemia dapat berkaitan dengan pembesaran limpa atau hati sehingga perut terasa penuh atau tampak membesar.
Kapan Lemas dan Mudah Memar Harus Mulai Diwaspadai?
Tidak setiap rasa lemas atau memar merupakan tanda kanker darah. Namun, pemeriksaan medis sebaiknya dipertimbangkan apabila keluhan:
- Terjadi berulang kali
- Semakin sering muncul
- Tidak kunjung membaik
- Muncul tanpa penyebab yang jelas
- Disertai perdarahan
- Disertai demam berulang
- Disertai penurunan berat badan
- Disertai keringat malam
- Disertai pembengkakan kelenjar getah bening
- Disertai pucat atau sesak saat beraktivitas
National Cancer Institute juga memasukkan perdarahan atau memar tanpa penyebab jelas serta kelelahan berat yang menetap sebagai gejala yang perlu diperhatikan, meskipun gejala tersebut dapat disebabkan berbagai kondisi selain kanker.
Bagaimana Cara Mengetahui Seseorang Mengalami Kanker Darah?
Diagnosis kanker darah tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan gejala.
Dokter biasanya akan menilai keluhan, riwayat kesehatan, melakukan pemeriksaan fisik, dan bila diperlukan melakukan pemeriksaan darah.
Salah satu pemeriksaan awal yang dapat dilakukan adalah tes darah lengkap. Pemeriksaan tersebut dapat membantu melihat jumlah dan kondisi berbagai jenis sel darah.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kelainan yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan tambahan. Pada kasus tertentu, pemeriksaan sumsum tulang dapat dilakukan untuk membantu memastikan jenis leukemia.
Karena itu, jangan melakukan diagnosis sendiri hanya berdasarkan jumlah memar atau rasa lemas yang dialami.
Jangan Panik, tetapi Jangan Diabaikan
Lemas dan mudah memar merupakan keluhan yang cukup umum dan bisa disebabkan oleh banyak hal. Seseorang yang mengalami kedua gejala tersebut belum tentu mengalami kanker darah.
Namun, jika keluhan muncul berulang, semakin berat, atau disertai perdarahan, demam berkepanjangan, penurunan berat badan, pucat, infeksi berulang, maupun pembengkakan kelenjar getah bening, pemeriksaan medis dapat membantu menemukan penyebabnya lebih cepat.
Semakin jelas penyebab suatu keluhan, semakin tepat pula langkah penanganan yang dapat diberikan.
Baca: Bukan Direbus Lama, Ini 2 Cara Masak Pare agar Nutrisi Tetap Terjaga dan Tidak Terlalu Pahit
Jadi, sering lemas dan mudah memar kapan harus waspada kanker darah? Jawabannya bukan berdasarkan satu gejala saja. Kewaspadaan perlu ditingkatkan ketika keluhan terjadi terus-menerus atau muncul bersama sejumlah tanda lain yang tidak biasa. Diagnosis tetap membutuhkan pemeriksaan dokter dan pemeriksaan penunjang.
Artikel ini dikembangkan dari sumber EMC Healthcare yang ditulis oleh dr. Dwi Wahyunianto, Sp.PD-KHOM, serta dilengkapi dengan informasi kesehatan dari Kementerian Kesehatan RI dan National Cancer Institute.























