Aopok – #Menjaga #kesehatan #tubuh tidak cukup hanya dengan rutin #berolahraga atau #tidur yang #cukup. #Pola #makan sehari-hari juga memiliki peran besar terhadap #kesehatan #organ #vital, termasuk #ginjal.
Tanpa disadari, sejumlah kebiasaan makan yang sudah dianggap biasa dalam kehidupan sehari-hari ternyata dapat meningkatkan beban kerja ginjal. Salah satunya adalah terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji, makanan tinggi garam, serta makanan ultra-proses.
Hal ini menjadi perhatian karena penyakit ginjal sering berkembang secara perlahan dan tidak selalu menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal. Seseorang bahkan dapat merasa sehat meski fungsi ginjalnya mulai mengalami penurunan.

Baca: Jangan Sering Negative Thinking! Ini Dampaknya bagi Fungsi Otak dan Risiko Penurunan Kognitif
Kebiasaan Makan yang Bisa Membebani Ginjal
Pakar nefrologi dari Cook County Health, dr Kalyani Perumal, MD, mengingatkan bahwa pola makan yang buruk merupakan salah satu kebiasaan yang dapat berkontribusi terhadap berbagai faktor risiko penyakit ginjal.
Dikutip dari Parade oleh detikHealth, kebiasaan mengonsumsi fast food, makanan tinggi natrium atau garam, serta makanan olahan secara berlebihan dapat terbawa sejak usia muda hingga dewasa.
Makanan seperti fast food memang praktis dan mudah ditemukan. Namun, jika dikonsumsi terlalu sering, kandungan garam, lemak, kalori, dan komponen lainnya dapat membuat pola makan menjadi kurang seimbang.
Dalam jangka panjang, pola makan tersebut dapat berkontribusi terhadap obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol tinggi. Kondisi-kondisi tersebut diketahui sebagai faktor yang berkaitan dengan meningkatnya risiko kerusakan ginjal.
Mengapa Garam Berlebih Bisa Berdampak pada Ginjal?
Garam atau natrium sebenarnya tetap dibutuhkan tubuh dalam jumlah tertentu. Masalah muncul ketika asupannya terlalu banyak dan berlangsung terus-menerus.
Konsumsi natrium berlebihan dapat membuat tubuh menahan lebih banyak cairan. Kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah.
Tekanan darah tinggi yang berlangsung dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah, termasuk pembuluh darah kecil yang berperan penting dalam proses penyaringan di ginjal.
Karena itu, kebiasaan makan makanan yang terlalu asin tidak sebaiknya dianggap sebagai persoalan rasa semata. Pola makan tinggi garam dapat menjadi bagian dari rangkaian faktor yang membebani kesehatan ginjal.
Kementerian Kesehatan RI juga memasukkan kebiasaan sering mengonsumsi makanan tinggi garam atau gula sebagai salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal.
Kenapa Kerusakan Ginjal Sering Tidak Disadari?
Salah satu alasan penyakit ginjal berbahaya adalah gejalanya dapat tidak terasa pada tahap awal.
Menurut dr Perumal yang dikutip detikHealth, banyak penderita penyakit ginjal tidak menunjukkan tanda-tanda sampai penyakit memasuki stadium lanjut. Tanda awal gangguan ginjal juga tidak selalu dapat dikenali hanya berdasarkan kondisi tubuh sehari-hari.
Pemeriksaan darah dan urine menjadi cara penting untuk mengetahui kondisi fungsi ginjal. Kementerian Kesehatan juga menekankan pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko seperti diabetes dan hipertensi.
Artinya, merasa tidak sakit atau tidak mengalami keluhan bukan berarti kondisi ginjal pasti baik-baik saja.
Gejala Gangguan Ginjal yang Perlu Diwaspadai
Ketika fungsi ginjal semakin terganggu, sejumlah gejala dapat muncul. Kementerian Kesehatan mencatat beberapa keluhan yang perlu diperhatikan, antara lain:
- Kaki atau tangan mengalami pembengkakan.
- Urine berbusa atau mengandung darah.
- Perubahan frekuensi buang air kecil.
- Mudah merasa lelah.
- Mual dan muntah.
- Kram otot.
- Kulit kering dan terasa gatal.
- Mengalami gangguan tidur.
- Sulit berkonsentrasi.
- Bau mulut yang berlebihan.
Namun, gejala tersebut tidak secara otomatis berarti seseorang mengalami penyakit ginjal karena berbagai kondisi kesehatan dapat menimbulkan keluhan serupa. Pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
Baca: Bukan Direbus Lama, Ini 2 Cara Masak Pare agar Nutrisi Tetap Terjaga dan Tidak Terlalu Pahit
Bukan Hanya Garam, Gula dan Pola Makan Juga Perlu Diperhatikan
Menjaga ginjal bukan berarti hanya menghindari makanan asin. Pola makan secara keseluruhan juga perlu diperhatikan.
Kementerian Kesehatan menyebut diabetes, hipertensi, obesitas, serta kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi garam atau gula sebagai sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal.
Karena itu, mengurangi makanan ultra-proses dan fast food perlu dibarengi dengan kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
Sayur dan buah, sumber protein yang sesuai kebutuhan, serta makanan dengan kandungan garam dan gula yang tidak berlebihan dapat menjadi bagian dari pola makan yang lebih sehat.
Kebiasaan Sederhana untuk Menjaga Kesehatan Ginjal
Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari untuk membantu menjaga kesehatan ginjal.
1. Kurangi Makanan Tinggi Garam
Batasi kebiasaan mengonsumsi makanan yang terlalu asin, termasuk makanan cepat saji dan berbagai makanan olahan.
2. Jangan Berlebihan Mengonsumsi Gula
Asupan gula yang berlebihan dapat berkontribusi terhadap masalah metabolisme dan peningkatan risiko diabetes. Diabetes sendiri merupakan salah satu faktor risiko penting penyakit ginjal.
3. Perbanyak Makanan Bergizi Seimbang
Pola makan sebaiknya tidak hanya berfokus pada satu jenis makanan. Kementerian Kesehatan menganjurkan konsumsi sayur dan buah serta pola makan bergizi seimbang.
4. Jaga Berat Badan
Obesitas termasuk faktor yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan yang pada akhirnya berdampak pada ginjal.
5. Rutin Beraktivitas Fisik
Aktivitas fisik secara teratur membantu menjaga berat badan dan kesehatan secara umum. Kementerian Kesehatan merekomendasikan olahraga setidaknya 30 menit per hari sebagai bagian dari pola hidup sehat.
6. Jangan Mengonsumsi Obat Pereda Nyeri Secara Berlebihan
Penggunaan obat tertentu secara berlebihan juga dapat berdampak pada ginjal. Karena itu, penggunaan obat sebaiknya mengikuti petunjuk tenaga kesehatan, terutama jika digunakan secara rutin.
7. Periksa Tekanan Darah dan Gula Darah
Hipertensi dan diabetes merupakan faktor risiko penting penyakit ginjal. Mengontrol kedua kondisi tersebut dapat membantu mengurangi risiko kerusakan ginjal.
Ginjal Bekerja Tanpa Henti
Ginjal merupakan dua organ berbentuk seperti kacang dengan ukuran kurang lebih sekepalan tangan. Organ ini berperan dalam menyaring sisa metabolisme, membuangnya melalui urine, sekaligus membantu menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia di dalam tubuh.
Ketika fungsi ginjal menurun, kemampuan tubuh untuk membuang zat sisa dan menjaga keseimbangan cairan juga dapat terganggu. Dalam kondisi gagal ginjal, penanganan seperti dialisis atau transplantasi dapat diperlukan sesuai kondisi pasien.
Itulah sebabnya kebiasaan makan sehari-hari tidak boleh dianggap sepele. Makan fast food sesekali tentu berbeda dengan menjadikannya sebagai menu rutin, begitu pula dengan konsumsi makanan yang sangat asin atau tinggi gula.
Jangan Menunggu Gejala untuk Peduli pada Ginjal
Baca: Apa Itu Etomidate? Zat dalam Vape yang Bikin Selebgram Jule Ditangkap Polisi
Kesehatan ginjal sering kali baru menjadi perhatian ketika sudah muncul masalah. Padahal, perubahan pola hidup dapat dilakukan sejak sekarang.
Mengurangi makanan tinggi garam dan gula, membatasi fast food serta makanan ultra-proses, menjaga berat badan, rutin berolahraga, dan mengontrol tekanan darah maupun gula darah merupakan beberapa langkah yang dapat dilakukan.
Bagi orang yang memiliki faktor risiko penyakit ginjal, pemeriksaan kesehatan secara berkala juga penting. Deteksi lebih awal dapat membantu menemukan gangguan sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.
Jadi, jangan tunggu ginjal bermasalah baru mengubah pola makan. Kebiasaan yang terlihat sederhana di meja makan setiap hari dapat berperan terhadap kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
























Comments 1