• Latest
  • Trending
KH. Abdullah Zen Salam: Tokoh Pesantren di Kajen Pati

KH. Abdullah Zen Salam: Tokoh Pesantren di Kajen Pati

15 Mei 2018
Viral Perempuan di Tangerang Dijebak Teman Pria, Jadi Korban Kekerasan Seksual hingga Pelaku Buron

Viral Perempuan di Tangerang Dijebak Teman Pria, Jadi Korban Kekerasan Seksual hingga Pelaku Buron

5 Mei 2026
Viral Pria Dibacok Hingga Tewas di Cengkareng Jakarta Barat, Pelaku Berhasil Ditangkap Polisi

Viral Pria Dibacok Hingga Tewas di Cengkareng Jakarta Barat, Pelaku Berhasil Ditangkap Polisi

5 Mei 2026
Heboh! Cardi B Viral Play Lagu Pok Ame Ame Sambil Joget

Heboh! Cardi B Viral Play Lagu Pok Ame Ame Sambil Joget

5 Mei 2026
Viral Mobil Berpelat TNI Lawan Arah di Jakarta Selatan

Viral Mobil Berpelat TNI Lawan Arah di Jakarta Selatan

5 Mei 2026
Viral! Video Keyshit Live Jarak Dekat Sambil Bergoyang Bikin Netizen Heboh

Baru! Video Keyshit Live Jarak Dekat Sambil Bergoyang Bikin Netizen Heboh

5 Mei 2026
Video Tasya Gym Bandar Batang 15 Menit Heboh di TikTok, Link Diburu Warganet

Video Tasya Gym Bandar Batang 15 Menit Heboh di TikTok, Link Diburu Warganet

4 Mei 2026
Viral! Video Eksklusif Fbyana Durasi 21 Menit Tersebar, Bikin Netizen Heboh

Viral! Video Eksklusif Fbyana Durasi 21 Menit Tersebar, Bikin Netizen Heboh

4 Mei 2026
Judol Berkedok Live Streaming Pornografi Viral, Omzet Rp 5 Miliar dan Link Video Kini Diburu

Judol Berkedok Live Streaming Pornografi Viral, Omzet Rp 5 Miliar dan Link Video Kini Diburu

4 Mei 2026
Viral Bintang JAV Krisis Pemeran Pria: Mengapa Industri AV Jepang Kekurangan Aktor Laki-Laki?

Viral Bintang JAV Krisis Pemeran Pria: Mengapa Industri AV Jepang Kekurangan Aktor Laki-Laki?

4 Mei 2026
Viral! Kompilasi Video Syafiqah Syarif Disebut Hyper dan Barbar

Viral! Kompilasi Video Syafiqah Syarif Disebut Hyper dan Barbar

3 Mei 2026
9 Tren TikTok Berbahaya yang Berujung Hilangnya Nyawa, Orang Tua Wajib Waspada dengan Challenge Viral Ini

9 Tren TikTok Berbahaya yang Berujung Hilangnya Nyawa, Orang Tua Wajib Waspada dengan Challenge Viral Ini

3 Mei 2026
Viral Perwira Polda Sumut Diduga Dugem Bareng Wanita, AKBP HS Diperiksa Propam dan Ngaku Sedang Lidik Narkoba

Viral Perwira Polda Sumut Diduga Dugem Bareng Wanita, AKBP HS Diperiksa Propam dan Ngaku Sedang Lidik Narkoba

3 Mei 2026
Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Home
    • Join Komunitas
    • Pasang Iklan Gratis
    • Filter
      • Terbaru
      • Viral
      • Hot
      • Galeri
      • Populer
      • Terviral
      • Terbaik
      • Trending
  • Hiburan
    • Cerita
    • Musik
      • Chord Lirik
      • Terjemahan lirik
    • Foto
    • Gosip
    • Video
  • Berita
    • All
    • Daerah
    • Dunia
    • Kriminal
    • Nasional
    • Perang Dunia
    Viral Perempuan di Tangerang Dijebak Teman Pria, Jadi Korban Kekerasan Seksual hingga Pelaku Buron

    Viral Perempuan di Tangerang Dijebak Teman Pria, Jadi Korban Kekerasan Seksual hingga Pelaku Buron

    Viral Pria Dibacok Hingga Tewas di Cengkareng Jakarta Barat, Pelaku Berhasil Ditangkap Polisi

    Viral Pria Dibacok Hingga Tewas di Cengkareng Jakarta Barat, Pelaku Berhasil Ditangkap Polisi

    Heboh! Cardi B Viral Play Lagu Pok Ame Ame Sambil Joget

    Heboh! Cardi B Viral Play Lagu Pok Ame Ame Sambil Joget

    Trending Tags

    • Perang Dunia
    • Viral
    • Musik
    • Gosip
    • Ramadhan
    • Jelajah
  • Bisnis
    • Seputar Bisnis
    • Investasi & Trading
    • Top Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Ulasan Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Biodata Viral
    • Cerpen
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Review
    • Sejarah
    • Wisata
  • Sports
    • All
    • Bulutangkis
    • Sepakbola
    FIFA Resmi Tutup Mimpi Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026, Iran Dipastikan Tampil dan Harapan Garuda Sirna

    FIFA Resmi Tutup Mimpi Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026, Iran Dipastikan Tampil dan Harapan Garuda Sirna

    Peran John Herdman di Balik Kemenangan 4-0 Timnas Indonesia U-17 vs Timor Leste di Piala AFF U-17 2026

    Peran John Herdman di Balik Kemenangan 4-0 Timnas Indonesia U-17 vs Timor Leste di Piala AFF U-17 2026

    12 Pemain Bintang Dunia yang Absen di Piala Dunia 2026, Italia Paling Terpukul!

    12 Pemain Bintang Dunia yang Absen di Piala Dunia 2026, Italia Paling Terpukul!

    Pantas Timnas Indonesia Dibantai Jepang, Inggris Saja Dipermalukan di Stadion Wembley

    Pantas Timnas Indonesia Dibantai Jepang, Inggris Saja Dipermalukan di Stadion Wembley

    PSSI Resmi Tunjuk Sumatera Utara sebagai Tuan Rumah Piala AFF U-19 2026, Turnamen Digelar Juni

    PSSI Resmi Tunjuk Sumatera Utara sebagai Tuan Rumah Piala AFF U-19 2026, Turnamen Digelar Juni

    Peluang Timnas Indonesia Gantikan Irak di Playoff Antarkonfederasi Piala Dunia 2026, Ini Skenario Lengkapnya

    Peluang Timnas Indonesia Gantikan Irak di Playoff Antarkonfederasi Piala Dunia 2026, Ini Skenario Lengkapnya

    John Herdman Diminta Panggil Rivaldo Pakpahan ke Timnas Indonesia

    John Herdman Diminta Panggil Rivaldo Pakpahan ke Timnas Indonesia

    Tiga Ganda Campuran Indonesia Lolos ke Semifinal Thailand Masters 2026

    Tiga Ganda Campuran Indonesia Lolos ke Semifinal Thailand Masters 2026

    Live Streaming Barcelona vs Real Oviedo 25 Januari 2026

    Live Streaming Barcelona vs Real Oviedo 25 Januari 2026

  • More
    • Tekno
    • Religi
      Hari Lebaran 21 Maret 2026 Makna, Tradisi, dan Kebahagiaan Umat Muslim

      Hari Lebaran 21 Maret 2026: Makna, Tradisi, dan Kebahagiaan Umat Muslim

      Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Secara Hisab Jatuh pada 19 Februari 2026

      Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Secara Hisab Jatuh pada 19 Februari 2026

      Makna Sabar dalam Al-Qur’an: Kunci Lulus Ujian Hidup Menuju Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

      Makna Sabar dalam Al-Qur’an: Kunci Lulus Ujian Hidup Menuju Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

      Mengapa Muslim dan Non-Muslim Dibedakan dalam Islam? Penjelasan Aqidah, Dalil Al-Qur’an, dan Makna Ketakwaan

      Mengapa Muslim dan Non-Muslim Dibedakan dalam Islam? Penjelasan Aqidah, Dalil Al-Qur’an, dan Makna Ketakwaan

      Tanggal Berapa Bulan Suci Puasa Ramadan 2026?

      Tanggal Berapa Bulan Suci Puasa Ramadan 2026?

      Kisah Nabi Yunus Ditelan Ikan, Mukjizat, dan Kekuatan Doa di Saat Putus Asa

      Kisah Nabi Yunus Ditelan Ikan, Mukjizat, dan Kekuatan Doa di Saat Putus Asa

      Belajar dari Sistem Ramadhan

      Belajar dari Sistem Ramadhan

      Makna Hadits “Agama Adalah Nasehat”: Tafsir Lengkap & Aplikasi dalam Kehidupan Muslim

      Makna Hadits “Agama Adalah Nasehat”: Tafsir Lengkap & Aplikasi dalam Kehidupan Muslim

      Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

      Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    • Bangka Belitung
    • Otomotif
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Kesehatan & Kecantikan
    • Chord Lirik
    • Keimanan
    • Tempo Dulu
    • Lainnya
IKLAN GRATIS
  • Home
    • Join Komunitas
    • Pasang Iklan Gratis
    • Filter
      • Terbaru
      • Viral
      • Hot
      • Galeri
      • Populer
      • Terviral
      • Terbaik
      • Trending
  • Hiburan
    • Cerita
    • Musik
      • Chord Lirik
      • Terjemahan lirik
    • Foto
    • Gosip
    • Video
  • Berita
    • All
    • Daerah
    • Dunia
    • Kriminal
    • Nasional
    • Perang Dunia
    Viral Perempuan di Tangerang Dijebak Teman Pria, Jadi Korban Kekerasan Seksual hingga Pelaku Buron

    Viral Perempuan di Tangerang Dijebak Teman Pria, Jadi Korban Kekerasan Seksual hingga Pelaku Buron

    Viral Pria Dibacok Hingga Tewas di Cengkareng Jakarta Barat, Pelaku Berhasil Ditangkap Polisi

    Viral Pria Dibacok Hingga Tewas di Cengkareng Jakarta Barat, Pelaku Berhasil Ditangkap Polisi

    Heboh! Cardi B Viral Play Lagu Pok Ame Ame Sambil Joget

    Heboh! Cardi B Viral Play Lagu Pok Ame Ame Sambil Joget

    Trending Tags

    • Perang Dunia
    • Viral
    • Musik
    • Gosip
    • Ramadhan
    • Jelajah
  • Bisnis
    • Seputar Bisnis
    • Investasi & Trading
    • Top Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Ulasan Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Biodata Viral
    • Cerpen
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Review
    • Sejarah
    • Wisata
  • Sports
    • All
    • Bulutangkis
    • Sepakbola
    FIFA Resmi Tutup Mimpi Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026, Iran Dipastikan Tampil dan Harapan Garuda Sirna

    FIFA Resmi Tutup Mimpi Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026, Iran Dipastikan Tampil dan Harapan Garuda Sirna

    Peran John Herdman di Balik Kemenangan 4-0 Timnas Indonesia U-17 vs Timor Leste di Piala AFF U-17 2026

    Peran John Herdman di Balik Kemenangan 4-0 Timnas Indonesia U-17 vs Timor Leste di Piala AFF U-17 2026

    12 Pemain Bintang Dunia yang Absen di Piala Dunia 2026, Italia Paling Terpukul!

    12 Pemain Bintang Dunia yang Absen di Piala Dunia 2026, Italia Paling Terpukul!

    Pantas Timnas Indonesia Dibantai Jepang, Inggris Saja Dipermalukan di Stadion Wembley

    Pantas Timnas Indonesia Dibantai Jepang, Inggris Saja Dipermalukan di Stadion Wembley

    PSSI Resmi Tunjuk Sumatera Utara sebagai Tuan Rumah Piala AFF U-19 2026, Turnamen Digelar Juni

    PSSI Resmi Tunjuk Sumatera Utara sebagai Tuan Rumah Piala AFF U-19 2026, Turnamen Digelar Juni

    Peluang Timnas Indonesia Gantikan Irak di Playoff Antarkonfederasi Piala Dunia 2026, Ini Skenario Lengkapnya

    Peluang Timnas Indonesia Gantikan Irak di Playoff Antarkonfederasi Piala Dunia 2026, Ini Skenario Lengkapnya

    John Herdman Diminta Panggil Rivaldo Pakpahan ke Timnas Indonesia

    John Herdman Diminta Panggil Rivaldo Pakpahan ke Timnas Indonesia

    Tiga Ganda Campuran Indonesia Lolos ke Semifinal Thailand Masters 2026

    Tiga Ganda Campuran Indonesia Lolos ke Semifinal Thailand Masters 2026

    Live Streaming Barcelona vs Real Oviedo 25 Januari 2026

    Live Streaming Barcelona vs Real Oviedo 25 Januari 2026

  • More
    • Tekno
    • Religi
      Hari Lebaran 21 Maret 2026 Makna, Tradisi, dan Kebahagiaan Umat Muslim

      Hari Lebaran 21 Maret 2026: Makna, Tradisi, dan Kebahagiaan Umat Muslim

      Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Secara Hisab Jatuh pada 19 Februari 2026

      Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Secara Hisab Jatuh pada 19 Februari 2026

      Makna Sabar dalam Al-Qur’an: Kunci Lulus Ujian Hidup Menuju Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

      Makna Sabar dalam Al-Qur’an: Kunci Lulus Ujian Hidup Menuju Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

      Mengapa Muslim dan Non-Muslim Dibedakan dalam Islam? Penjelasan Aqidah, Dalil Al-Qur’an, dan Makna Ketakwaan

      Mengapa Muslim dan Non-Muslim Dibedakan dalam Islam? Penjelasan Aqidah, Dalil Al-Qur’an, dan Makna Ketakwaan

      Tanggal Berapa Bulan Suci Puasa Ramadan 2026?

      Tanggal Berapa Bulan Suci Puasa Ramadan 2026?

      Kisah Nabi Yunus Ditelan Ikan, Mukjizat, dan Kekuatan Doa di Saat Putus Asa

      Kisah Nabi Yunus Ditelan Ikan, Mukjizat, dan Kekuatan Doa di Saat Putus Asa

      Belajar dari Sistem Ramadhan

      Belajar dari Sistem Ramadhan

      Makna Hadits “Agama Adalah Nasehat”: Tafsir Lengkap & Aplikasi dalam Kehidupan Muslim

      Makna Hadits “Agama Adalah Nasehat”: Tafsir Lengkap & Aplikasi dalam Kehidupan Muslim

      Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

      Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    • Bangka Belitung
    • Otomotif
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Kesehatan & Kecantikan
    • Chord Lirik
    • Keimanan
    • Tempo Dulu
    • Lainnya
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Edukasi

KH. Abdullah Zen Salam: Tokoh Pesantren di Kajen Pati

Edukasi Indonesia by Edukasi Indonesia
15 Mei 2018
Reading Time: 23 mins read
Donasi
0
Share on TwitterFacebookWhatsappTelegram

RELATED POSTS

9 Tren TikTok Berbahaya yang Berujung Hilangnya Nyawa, Orang Tua Wajib Waspada dengan Challenge Viral Ini

Viral! Video Cewek SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru

5 Tips Long Trip Saat Libur Panjang agar Perjalanan Nyaman, Aman, dan Bebas Drama

Oleh Jamal Ma’mur Asmani
Rabu malam kamis, 24 Sya’ban 1439 H./ 9 Mei 2018 yang lalu diselenggarakan haul KH. Abdullah Zen Salam Al-Hajaini dan Hj. Aisyah Abdullah di Pondok Pesantren Mathali’ul Huda (PMH) Pusat.
Kenangan Penulis dengan KH Abdullah Zen Salam berlangsung, khususnya ketika Penulis belajar di Kajen.  Penulis tidak lama di Kajen, kurang lebih 3 tahun, mulai tahun 1995 sampai 1998 di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum yang diasuh oleh KH. Ahmad Fayumi Munji al-Maghfurlah dan Ibu Hj. Yuhanid Fayumi al-Maghfurlaha dan sekarang diteruskan oleh KH. Ismail Fayumi (Gus Mail) dan KH. Abdullah Umar Fayumi (Gus Umar).
Sewaktu penulis belajar di Perguruan Islam Mathaliul Falah (PIM) Kajen, KH. Abdullah Zen Salam sudah tidak mengajar lagi. Hanya ketika testing al-Qur’an dan kitab yang kebetulan bertempat di ndalem kasepuhan KH. Abdullah Zen Salam, penulis bisa menatap wajah sosok ulama kharismatik ini. Kesempatan lain adalah ketika penulis dereake (mengikuti) beliau saat membaca tahlil di makam Syekh Ahmad Mutamakkin setiap malam jum’at bersama para santri dan masyarakat yang menunggu beliau. Juga ketika menunaikan shalat jum’at di masjid Kajen, bisa melihat beliau dan mushafahah (bersalaman) dengan niat tabarrukan (ngambil berkah) sebagaimana santri pada umumnya.
Sang Pemimpin
KH. Abdullah Zen Salam, sebagaimana disampaikan KH. Abdullah Umar Fayumi dalam Talkshow Tasawuf Kajen di Ma’had Aly PP. Maslakul Huda Kajen yang diadakan oleh Panitia Muktamar Keluarga Mathaliul Falah (KMF) tahun 2017, adalah sosok pemimpin yang mampu mengatur irama dakwah yang ada di Kajen dan sekitarnya. Beliau mampu membagi peran para kiai sesuai potensinya masing-masing untuk meramaikan dan memajukan desa Kajen sebagai kota santri yang menjadi sumber ilmu dan hikmah yang dicari oleh para pencari ilmu dari seluruh penjuru Nusantara.
KH. Abdullah Zen Salam menjadi pemimpin para kiai dengan spesifikasi kajian al-Qur’an dan tafsir, KH. MA. Sahal Mahfudh tampil sebagai kiai pakar fiqh, KH. Ahmad Fayumi tampil sebagai kiai pakar falaq (ilmu astronomi), KH. Ma’mun Muzayyin tampil sebagai pakar fiqh yang mampu menjadi komunikator ulung di tengah masyarakat, KH. Faqih Salafiyah tampil sebagai sosok kiai yang sejuk dan damai, KH. Muzammil Thohir-KH. Muadz Thohir tampil sebagai sosok kiai yang pakar fiqh-hadis, kaya wawasan, dan mampu bermasyarakat dengan baik.
Peran ini, kata Gus Umar, melanjutkan peran yang dilakukan Syekh Ahmad Mutamakkin pada masanya yang mampu memimpin para kiai dengan potensi yang beragam dalam sinergi dakwah yang konstruktif. Pada masa Syekh Ahmad Mutamakkin, tampil beberapa kiai terkemuka, seperti Syekh Ronggokesumo yang menggerakkan dunia bisnis dan perdagangan di Ngemplak Kidul dan sekitarnya, dan juga Syekh Mizan yang menggerakkan dunia pertanian di daerah Margotuwu dan sekitarnya.
Ketika penulis melakukan wawancara dengan banyak kiai dalam rangka menyusun Sejarah Perguruan Islam Mathali’ul Falah tahun 2012, penulis mendapat banyak informasi dari KH. Ma’mun Mukhtar, KH. Thoyyib Daiman, dan Bu Hj. Zuyyinah Ali Mukhtar, bahwa sosok pendiri Perguruan Islam Mathali’ul Falah, yaitu KH. Abdussalam (ayahanda KH. Abdullah Zen Salam dan KH. Mahfudh Salam) adalah sosok pemimpin para kiai di Kajen yang mampu mengembangkan Islam di seluruh penjuru Kajen. Salah satu tipsnya adalah menjodohkan santrinya yang alim dengan saudagar kaya yang cinta kepada ilmu dan kiai.
Salah satu murid KH. Abdussalam adalah KH. Mukhtar (ayahanda KH. Ma’mun Mukhtar) dan KH. Hazbullah (Pengasuh PP. Kauman Kajen) yang dikader KH. Abdussalam untuk mengembangkan Islam di Kajen dengan merintis pesantren. Artinya, peran yang dilakukan KH. Abdullah Zen Salam tidak lepas dari peran yang dilakukan leluhurnya, mulai dari Syekh Ahmad Mutamakkin, KH. Abdussalam, dan KH. Mahfudh Salam (ayanda KH. MA. Sahal Mahfudh).
Sosok Tegas dan Disiplin
Menurut Bu Nyai Hj. Sholehah Mukhtar, saat penulis wawancarai dalam penyusunan sejarah PIM tahun 2012, KH. Abdullah Zen Salam (Mbah Dullah) adalah sosok kiai yang tegas dan disiplin.  Mbah Dullah sering mengontrol proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di PIM. Ketika ada guru yang memakai pakean lengan pendek, langsung disuruh pulang. Beliau ingin guru-guru PIM menjadi sosok yang digugu dan ditiru sikap dan perilakunya dengan standar moral terbaik (bukan standar moral pas-pasan/ ala kadarnya), sehingga anak didik meneladaninya.
Ketika ada anak didik mengikuti ujian nasional di lembaga pendidikan lain atau ada guru yang menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), maka langsung dikeluarkan Mbah Dullah. Ketegasan dan kedisiplinan Mbah Dullah inilah yang menjadikan beliau sosok yang disegani dan penuh wibawa. Dalam melakukan ini, Mbah Dullah tidak pandang bulu, sehingga semua pihak menerimanya dengan legowo.
Menghindari Thama’
Menurut KH. Masykur Tamyiz, guru al-Qur’an penulis ketika studi di Kajen, KH. Abdullah Zen Salam selalu menghindari thama’ (mengharap bantuan orang lain). Ketika menghadiri acara, beliau sempatkan dulu pergi ke warung. Hal ini untuk menghindari perasaan thama’ yang sering menghinggapi seseorang yang sering diundang dalam acara-acara tertentu di masyarakat.
Menghindari thama’ ini berbanding lurus dengan etos kemandirian Mbah Dullah. Mbah Dullah menurut hikayat banyak orang, adalah sosok pekerja keras untuk menghidupi kebutuhan keluarga. Banyak hikayat yang menunjukkan Mbah Dullah tidak menerima bantuan dari orang lain dan menyuruh orang yang ingin memberikan bantuan kepada beliau agar memberikan bantuan tersebut kepada orang yang membutuhkan.
KH. Mukramin, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Akram Banyuurip Pati, masih ingat pesen Mbah Dullah dalam hal kerja, yaitu “nek kerjo ojo molah-maleh” (jika kerja jangan gonta-ganti), tapi istiqamah. Hal ini dibuktikan Kiai Mukramin dengan keberkahan. Ketika ia menanam ketela, pasti ada untung dan ruginya. Namun, jika dihitung dalam siklus 8 tahun, maka banyak untungnya.
Etos kemandirian dan menghindari thama’ ini semestinya diikuti para santri dan masyarakat untuk menggerakkan dinamika ekonomi umat ke arah yang lebih baik.
Sosok Fleksibel
Menurut Mbah Zuyyinah Ali Mukhtar, pada awal pendirian Banat PIM (Mathali’ul Falah Putri), Mbah Dullah mengijinkan anak-anak putri untuk mengikuti kirab bulan Syura dalam rangka memperingati haul Syekh Ahmad Mutamakkin. Namun, ketika Banat PIM berkembang pesat, Mbah Dullah melarangnya.
Awal pendirian Banat PIM membutuhkan sosialisasi atau syiar kepada masyarakat. Namun, ketika Banat sudah berkembang baik, maka sosialisasi dalam bentuk yang demonstratif tidak dibutuhkan.
Hal ini sesuai kaidah “الحاجة تقدر بقدرها” (kebutuhan disesuaikan dengan ukurannya) atau kaidah “الحكم يدور مع العلة وجودا وعدما “ (ada dan tidaknya hukum melihat illat/alasannya).
Aktif Bahtsul Masail
Menurut banyak orang, Mbah Dullah dulu aktif mengikuti kegiatan ilmiah yang khas pesantren dan NU, yaitu Bahtsul Masail. Mbah Dullah aktif bersama ulama-ulama sepuh lainnya untuk mendorong para kiai dan santri mengikuti forum Bahtsul Masail sebagai forum ilmiah dalam memutuskan status hukum persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat.
Bahkan, tidak segan-segan Mbah Dullah berperan sebagai petugas yang memberikan microphone (mik) kepada peserta yang lain. Tentu, orang yang diberi mik Mbah Dullah merasa gerogi dan tidak enak, karena ada ulama yang besar yang tawadlu’ (rendah hati) luar biasa, dan tidak merasa hina atau turun derajat dengan peran memberikan mik kepada orang yang menurut orang banyak, derajatnya jauh di bawahnya. Keteladanan ini luar biasa.
Ojo Gelo
KH. A. Nafi’ Abdillah al-Maghfurlahu (putra Mbah Dullah) dalam suatu kesempatan mengatakan, salah satu ilmu yang disampaikan Mbah Dullah dalam menjalani kehidupan ini adalah “ojo gelo”, jangan kecewa dan menyesal dengan takdir yang diberikan Allah. Jika prinsip “ojo gelo” ini dipahami dan dihayati seseorang, maka dalam menjalani kehidupan ini tidak banyak menggerutu dan menyalahkan orang lain karena ia mampu memahami realitas hidup dengan sebenar-benarnya, mempercayai takdir Allah, dan berusaha menampilkan perilaku terbaik sesuai dengan ajaran Allah dan rasulNya.
Kehidupan penuh dinamika, pasang surut, problem kompleks, dan sejenisnya. Maka, dalam menghadapi ini, prinsip ‘ojo gelo’ akan melapangkan hati dan jiwa seseorang, sehingga bisa menghadapi masa depan dengan mantap, tenang, dan selalu melihat ke depan (visioner) dengan penuh konfidensi dan optimisme.
Sedekah Anak
Menurut KH. A. Nafi’ Abdillah, Mbah Dullah selalu bersedekah dengan niat untuk kesalehan anak-anaknya. Saat ini, kenakalan remaja sulit terbendung. Kasus amoral dan asosial akibat revolusi teknologi informasi, komunikasi, dan transportasi sudah massif dan tidak terhitung jumlahnya. Maka, pertahanan terakhir yang tidak boleh jebol adalah keluarga.
Pendidikan keluarga menjadi benteng terakhir menangkis kenakalan remaja. Jika keluarga tidak mendidik dengan benar, maka anak akan terbawa arus pergaulan bebas yang membahayakan masa depan dunia-akhirat.
Dalam konteks pendidikan keluarga ini, selain ikhtiyar lahir dalam bentuk membimbing anak untuk menjalankan perintah Allah dan RasulNya, juga perlu upaya batin dalam bentuk do’a, dan bersedekah untuk masa depan anak. Tradisi Mbah Dullah bersedekah yang pahalanya untuk anak ini seyogianya diikuti oleh keluarga sekarang dengan harapan: anak-anak tumbuh dalam lindungan Allah sehingga moralitasnya luhur, keilmuannya maju, dan perjuangannya di jalan Allah berjalan dengan baik.
Payung Besar
KH. Mu’adz Thohir menyatakan, Mbah Dullah adalah ulama besar yang digambarkan seperti payung besar yang bisa memimpin para kiai dan umat dari berbagai ragam latar belakang. Semua elemen dibimbing dan diarahkan dengan kejernihan hati dan kesantunan laku. Semua orang merasa nyaman dan damai di bawah bimbingan Mbah Dullah.
Santri, kiai, orang abangan, nasionalis, pejabat, dan seluruh elemen merasa dibimbing dan diberi siraman rohani Mbah Dullah. Mbah Dullah tidak dikotak atau disekat oleh baju kelompok tertentu. Semua orang datang kepada Mbah Dullah untuk menerima wejangan dan siraman rohani yang mendamaikan, menyejukkan, dan mencerahkan jiwa. Sebagai seorang sufi, khasyyatullah (takut hanya kepada Allah) adalah perilakunya. Semua orang diterima dan dibimbing menuju jalan Allah.
Tidak Takut Kehilangan Popularitas
KH. A. Mustafa Bisri dalam satu kesempatan menyatakan, Mbah Dullah di usia yang senja, mengurangi aktivitasnya mengunjungi masyarakat karena disarankan untuk banyak istirahat. Konsekwensinya ada banyak undangan dari masyarakat yang ditolak. Cara menolak undangan ini, kata Gus Mus, yang tidak lazim dan sulit diikuti ulama yang tidak sekaliber Waliyullah. Mbah Dullah menolak undangan dengan model tarif (menentukan sejumlah uang yang harus diserahkan jika ingin mengundang). Cara ini ketika digunakan budawayan Emha Ainun Najib atas saran Gus Mus, mengakibatkan popularitas Emha turun drastis, karena dianggap sosok matrealis.
Namun, sekelas Mbah Dullah, stigma negatif itu tidak muncul. Masyarakat memahami bahwa alasan Mbah Dullah memasang tarif adalah untuk mengurangi kegiatan di usia senja yang membutuhkan banyak waktu untuk istirahat.
Ini membuktikan, Mbah Dullah bukan sosok yang takut kehilangan popularitas. Keikhlasan dan keistiqamahan Mbah Dullah dalam mengikuti perjuangan Nabi membekas dalam jiwa para santri, kiai, dan seluruh lapisan masyarakat dari berbagai macam latar belakang.
Kaderisasi Sukses
Mbah Dullah adalah sosok ulama yang sukses pada zamannya. Namun, kesuksesan Mbah Dullah berlanjut dengan kesuksesan beliau melahirkan santri-santri yang menjadi tokoh masyarakat dan tidak sedikit yang mempunyai pondok pesantren.
Kaderisasi Mbah Dullah berlangsung secara simultan, mulai dari lingkungan keluarga, santri, dan masyarakat sekitar. Dari lingkungan keluarga, putra-putri beliau lahir sebagai tokoh-tokoh umat yang disegani dan penuh keteladanan. Orang melihat Mbah Dullah dan keluarga sebagai sosok yang lakunya bisa diikuti dan diteladani, sehingga membekas dan mempunyai wibawa dan tempat khusus di hati masyarakat.
KH. MA. Sahal Mahfudh, keponakan dan yang dididik Mbah Dullah, tumbuh sebagai ulama berkaliber internasional yang pemikiran dan karyanya dikaji, baik di Indonesia maupun di dunia internasional.
Santri-santri Mbah Dullah tumbuh sebagai tokoh dan pendiri pondok pesantren. Salah satunya adalah KH. Syafiuddin Kajen al-Maghfurlahu yang berhasil mendirikan Pesantren di Kajen, KH Manshur Pucakwangi yg merintis pesantren,  KH. Samhadi Sirahan Cluwak yang berhasil merintis pesantren dan K. Mustain Gunungwungkal berhasil mendirikan pesantren dan aktif di MWCNU Gunungwungkal. Masih banyak santri Mbah Dullah yang tumbuh sebagai tokoh umat yang disegani dan diteladani.
الي روح شيخنا ومرب روحنا العالم العلامة الحاج عبد الله زين سلام والحاجة عائشة عبد الله    الفاتحة ……… امين
*Alumnus Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Kajen tahun 1997
IPMAFA, Rabu, 9 Mei 2018ah Abdullah di Pondok Pesantren Mathali’ul Huda (PMH) Pusat.
Kenangan Penulis dgn KH Abdullah Zen Salam berlangsung, khususnya ketika Penulis belajar di Kajen.  Penulis tidak lama di Kajen, kurang lebih 3 tahun, mulai tahun 1995 sampai 1998 di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum yang diasuh oleh KH. Ahmad Fayumi Munji al-Maghfurlah dan Ibu Hj. Yuhanid Fayumi al-Maghfurlaha dan sekarang diteruskan oleh KH. Ismail Fayumi (Gus Mail) dan KH. Abdullah Umar Fayumi (Gus Umar).
Sewaktu penulis belajar di Perguruan Islam Mathaliul Falah (PIM) Kajen, KH. Abdullah Zen Salam sudah tidak mengajar lagi. Hanya ketika testing al-Qur’an dan kitab yang kebetulan bertempat di ndalem kasepuhan KH. Abdullah Zen Salam, penulis bisa menatap wajah sosok ulama kharismatik ini. Kesempatan lain adalah ketika penulis dereake (mengikuti) beliau saat membaca tahlil di makam Syekh Ahmad Mutamakkin setiap malam jum’at bersama para santri dan masyarakat yang menunggu beliau. Juga ketika menunaikan shalat jum’at di masjid Kajen, bisa melihat beliau dan mushafahah (bersalaman) dengan niat tabarrukan (ngambil berkah) sebagaimana santri pada umumnya.
Sang Pemimpin
KH. Abdullah Zen Salam, sebagaimana disampaikan KH. Abdullah Umar Fayumi dalam Talkshow Tasawuf Kajen di Ma’had Aly PP. Maslakul Huda Kajen yang diadakan oleh Panitia Muktamar Keluarga Mathaliul Falah (KMF) tahun 2017, adalah sosok pemimpin yang mampu mengatur irama dakwah yang ada di Kajen dan sekitarnya. Beliau mampu membagi peran para kiai sesuai potensinya masing-masing untuk meramaikan dan memajukan desa Kajen sebagai kota santri yang menjadi sumber ilmu dan hikmah yang dicari oleh para pencari ilmu dari seluruh penjuru Nusantara.
KH. Abdullah Zen Salam menjadi pemimpin para kiai dengan spesifikasi kajian al-Qur’an dan tafsir, KH. MA. Sahal Mahfudh tampil sebagai kiai pakar fiqh, KH. Ahmad Fayumi tampil sebagai kiai pakar falaq (ilmu astronomi), KH. Ma’mun Muzayyin tampil sebagai pakar fiqh yang mampu menjadi komunikator ulung di tengah masyarakat, KH. Faqih Salafiyah tampil sebagai sosok kiai yang sejuk dan damai, KH. Muzammil Thohir-KH. Muadz Thohir tampil sebagai sosok kiai yang pakar fiqh-hadis, kaya wawasan, dan mampu bermasyarakat dengan baik.
Peran ini, kata Gus Umar, melanjutkan peran yang dilakukan Syekh Ahmad Mutamakkin pada masanya yang mampu memimpin para kiai dengan potensi yang beragam dalam sinergi dakwah yang konstruktif. Pada masa Syekh Ahmad Mutamakkin, tampil beberapa kiai terkemuka, seperti Syekh Ronggokesumo yang menggerakkan dunia bisnis dan perdagangan di Ngemplak Kidul dan sekitarnya, dan juga Syekh Mizan yang menggerakkan dunia pertanian di daerah Margotuwu dan sekitarnya.
Ketika penulis melakukan wawancara dengan banyak kiai dalam rangka menyusun Sejarah Perguruan Islam Mathali’ul Falah tahun 2012, penulis mendapat banyak informasi dari KH. Ma’mun Mukhtar, KH. Thoyyib Daiman, dan Bu Hj. Zuyyinah Ali Mukhtar, bahwa sosok pendiri Perguruan Islam Mathali’ul Falah, yaitu KH. Abdussalam (ayahanda KH. Abdullah Zen Salam dan KH. Mahfudh Salam) adalah sosok pemimpin para kiai di Kajen yang mampu mengembangkan Islam di seluruh penjuru Kajen. Salah satu tipsnya adalah menjodohkan santrinya yang alim dengan saudagar kaya yang cinta kepada ilmu dan kiai.
Salah satu murid KH. Abdussalam adalah KH. Mukhtar (ayahanda KH. Ma’mun Mukhtar) dan KH. Hazbullah (Pengasuh PP. Kauman Kajen) yang dikader KH. Abdussalam untuk mengembangkan Islam di Kajen dengan merintis pesantren. Artinya, peran yang dilakukan KH. Abdullah Zen Salam tidak lepas dari peran yang dilakukan leluhurnya, mulai dari Syekh Ahmad Mutamakkin, KH. Abdussalam, dan KH. Mahfudh Salam (ayanda KH. MA. Sahal Mahfudh).
Sosok Tegas dan Disiplin
Menurut Bu Nyai Hj. Sholehah Mukhtar, saat penulis wawancarai dalam penyusunan sejarah PIM tahun 2012, KH. Abdullah Zen Salam (Mbah Dullah) adalah sosok kiai yang tegas dan disiplin.  Mbah Dullah sering mengontrol proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di PIM. Ketika ada guru yang memakai pakean lengan pendek, langsung disuruh pulang. Beliau ingin guru-guru PIM menjadi sosok yang digugu dan ditiru sikap dan perilakunya dengan standar moral terbaik (bukan standar moral pas-pasan/ ala kadarnya), sehingga anak didik meneladaninya.
Ketika ada anak didik mengikuti ujian nasional di lembaga pendidikan lain atau ada guru yang menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), maka langsung dikeluarkan Mbah Dullah. Ketegasan dan kedisiplinan Mbah Dullah inilah yang menjadikan beliau sosok yang disegani dan penuh wibawa. Dalam melakukan ini, Mbah Dullah tidak pandang bulu, sehingga semua pihak menerimanya dengan legowo.
Menghindari Thama’
Menurut KH. Masykur Tamyiz, guru al-Qur’an penulis ketika studi di Kajen, KH. Abdullah Zen Salam selalu menghindari thama’ (mengharap bantuan orang lain). Ketika menghadiri acara, beliau sempatkan dulu pergi ke warung. Hal ini untuk menghindari perasaan thama’ yang sering menghinggapi seseorang yang sering diundang dalam acara-acara tertentu di masyarakat.
Menghindari thama’ ini berbanding lurus dengan etos kemandirian Mbah Dullah. Mbah Dullah menurut hikayat banyak orang, adalah sosok pekerja keras untuk menghidupi kebutuhan keluarga. Banyak hikayat yang menunjukkan Mbah Dullah tidak menerima bantuan dari orang lain dan menyuruh orang yang ingin memberikan bantuan kepada beliau agar memberikan bantuan tersebut kepada orang yang membutuhkan.
KH. Mukramin, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Akram Banyuurip Pati, masih ingat pesen Mbah Dullah dalam hal kerja, yaitu “nek kerjo ojo molah-maleh” (jika kerja jangan gonta-ganti), tapi istiqamah. Hal ini dibuktikan Kiai Mukramin dengan keberkahan. Ketika ia menanam ketela, pasti ada untung dan ruginya. Namun, jika dihitung dalam siklus 8 tahun, maka banyak untungnya.
Etos kemandirian dan menghindari thama’ ini semestinya diikuti para santri dan masyarakat untuk menggerakkan dinamika ekonomi umat ke arah yang lebih baik.
Sosok Fleksibel
Menurut Mbah Zuyyinah Ali Mukhtar, pada awal pendirian Banat PIM (Mathali’ul Falah Putri), Mbah Dullah mengijinkan anak-anak putri untuk mengikuti kirab bulan Syura dalam rangka memperingati haul Syekh Ahmad Mutamakkin. Namun, ketika Banat PIM berkembang pesat, Mbah Dullah melarangnya.
Awal pendirian Banat PIM membutuhkan sosialisasi atau syiar kepada masyarakat. Namun, ketika Banat sudah berkembang baik, maka sosialisasi dalam bentuk yang demonstratif tidak dibutuhkan.
Hal ini sesuai kaidah “الحاجة تقدر بقدرها” (kebutuhan disesuaikan dengan ukurannya) atau kaidah “الحكم يدور مع العلة وجودا وعدما “ (ada dan tidaknya hukum melihat illat/alasannya).
Aktif Bahtsul Masail
Menurut banyak orang, Mbah Dullah dulu aktif mengikuti kegiatan ilmiah yang khas pesantren dan NU, yaitu Bahtsul Masail. Mbah Dullah aktif bersama ulama-ulama sepuh lainnya untuk mendorong para kiai dan santri mengikuti forum Bahtsul Masail sebagai forum ilmiah dalam memutuskan status hukum persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat.
Bahkan, tidak segan-segan Mbah Dullah berperan sebagai petugas yang memberikan microphone (mik) kepada peserta yang lain. Tentu, orang yang diberi mik Mbah Dullah merasa gerogi dan tidak enak, karena ada ulama yang besar yang tawadlu’ (rendah hati) luar biasa, dan tidak merasa hina atau turun derajat dengan peran memberikan mik kepada orang yang menurut orang banyak, derajatnya jauh di bawahnya. Keteladanan ini luar biasa.
Ojo Gelo
KH. A. Nafi’ Abdillah al-Maghfurlahu (putra Mbah Dullah) dalam suatu kesempatan mengatakan, salah satu ilmu yang disampaikan Mbah Dullah dalam menjalani kehidupan ini adalah “ojo gelo”, jangan kecewa dan menyesal dengan takdir yang diberikan Allah. Jika prinsip “ojo gelo” ini dipahami dan dihayati seseorang, maka dalam menjalani kehidupan ini tidak banyak menggerutu dan menyalahkan orang lain karena ia mampu memahami realitas hidup dengan sebenar-benarnya, mempercayai takdir Allah, dan berusaha menampilkan perilaku terbaik sesuai dengan ajaran Allah dan rasulNya.
Kehidupan penuh dinamika, pasang surut, problem kompleks, dan sejenisnya. Maka, dalam menghadapi ini, prinsip ‘ojo gelo’ akan melapangkan hati dan jiwa seseorang, sehingga bisa menghadapi masa depan dengan mantap, tenang, dan selalu melihat ke depan (visioner) dengan penuh konfidensi dan optimisme.
Sedekah Anak
Menurut KH. A. Nafi’ Abdillah, Mbah Dullah selalu bersedekah dengan niat untuk kesalehan anak-anaknya. Saat ini, kenakalan remaja sulit terbendung. Kasus amoral dan asosial akibat revolusi teknologi informasi, komunikasi, dan transportasi sudah massif dan tidak terhitung jumlahnya. Maka, pertahanan terakhir yang tidak boleh jebol adalah keluarga.
Pendidikan keluarga menjadi benteng terakhir menangkis kenakalan remaja. Jika keluarga tidak mendidik dengan benar, maka anak akan terbawa arus pergaulan bebas yang membahayakan masa depan dunia-akhirat.
Dalam konteks pendidikan keluarga ini, selain ikhtiyar lahir dalam bentuk membimbing anak untuk menjalankan perintah Allah dan RasulNya, juga perlu upaya batin dalam bentuk do’a, dan bersedekah untuk masa depan anak. Tradisi Mbah Dullah bersedekah yang pahalanya untuk anak ini seyogianya diikuti oleh keluarga sekarang dengan harapan: anak-anak tumbuh dalam lindungan Allah sehingga moralitasnya luhur, keilmuannya maju, dan perjuangannya di jalan Allah berjalan dengan baik.
Payung Besar
KH. Mu’adz Thohir menyatakan, Mbah Dullah adalah ulama besar yang digambarkan seperti payung besar yang bisa memimpin para kiai dan umat dari berbagai ragam latar belakang. Semua elemen dibimbing dan diarahkan dengan kejernihan hati dan kesantunan laku. Semua orang merasa nyaman dan damai di bawah bimbingan Mbah Dullah.
Santri, kiai, orang abangan, nasionalis, pejabat, dan seluruh elemen merasa dibimbing dan diberi siraman rohani Mbah Dullah. Mbah Dullah tidak dikotak atau disekat oleh baju kelompok tertentu. Semua orang datang kepada Mbah Dullah untuk menerima wejangan dan siraman rohani yang mendamaikan, menyejukkan, dan mencerahkan jiwa. Sebagai seorang sufi, khasyyatullah (takut hanya kepada Allah) adalah perilakunya. Semua orang diterima dan dibimbing menuju jalan Allah.
Tidak Takut Kehilangan Popularitas
KH. A. Mustafa Bisri dalam satu kesempatan menyatakan, Mbah Dullah di usia yang senja, mengurangi aktivitasnya mengunjungi masyarakat karena disarankan untuk banyak istirahat. Konsekwensinya ada banyak undangan dari masyarakat yang ditolak. Cara menolak undangan ini, kata Gus Mus, yang tidak lazim dan sulit diikuti ulama yang tidak sekaliber Waliyullah. Mbah Dullah menolak undangan dengan model tarif (menentukan sejumlah uang yang harus diserahkan jika ingin mengundang). Cara ini ketika digunakan budawayan Emha Ainun Najib atas saran Gus Mus, mengakibatkan popularitas Emha turun drastis, karena dianggap sosok matrealis.
Namun, sekelas Mbah Dullah, stigma negatif itu tidak muncul. Masyarakat memahami bahwa alasan Mbah Dullah memasang tarif adalah untuk mengurangi kegiatan di usia senja yang membutuhkan banyak waktu untuk istirahat.
Ini membuktikan, Mbah Dullah bukan sosok yang takut kehilangan popularitas. Keikhlasan dan keistiqamahan Mbah Dullah dalam mengikuti perjuangan Nabi membekas dalam jiwa para santri, kiai, dan seluruh lapisan masyarakat dari berbagai macam latar belakang.
Kaderisasi Sukses
Mbah Dullah adalah sosok ulama yang sukses pada zamannya. Namun, kesuksesan Mbah Dullah berlanjut dengan kesuksesan beliau melahirkan santri-santri yang menjadi tokoh masyarakat dan tidak sedikit yang mempunyai pondok pesantren.
Kaderisasi Mbah Dullah berlangsung secara simultan, mulai dari lingkungan keluarga, santri, dan masyarakat sekitar. Dari lingkungan keluarga, putra-putri beliau lahir sebagai tokoh-tokoh umat yang disegani dan penuh keteladanan. Orang melihat Mbah Dullah dan keluarga sebagai sosok yang lakunya bisa diikuti dan diteladani, sehingga membekas dan mempunyai wibawa dan tempat khusus di hati masyarakat.
KH. MA. Sahal Mahfudh, keponakan dan yang dididik Mbah Dullah, tumbuh sebagai ulama berkaliber internasional yang pemikiran dan karyanya dikaji, baik di Indonesia maupun di dunia internasional.
Santri-santri Mbah Dullah tumbuh sebagai tokoh dan pendiri pondok pesantren. Salah satunya adalah KH. Syafiuddin Kajen al-Maghfurlahu yang berhasil mendirikan Pesantren di Kajen, KH Manshur Pucakwangi yg merintis pesantren,  KH. Samhadi Sirahan Cluwak yang berhasil merintis pesantren dan K. Mustain Gunungwungkal berhasil mendirikan pesantren dan aktif di MWCNU Gunungwungkal. Masih banyak santri Mbah Dullah yang tumbuh sebagai tokoh umat yang disegani dan diteladani.
الي روح شيخنا ومرب روحنا العالم العلامة الحاج عبد الله زين سلام والحاجة عائشة عبد الله    الفاتحة ……… امين
*Penulis Alumnus Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Kajen tahun 1997, dan dosen IPMAFA.
Tags: BacaBelajarCari IlmuEdukasiIlmuIlmu PengetahuanPendidikanPengetahuanTips
TweetShareSendShare
Edukasi Indonesia

Edukasi Indonesia

Related Posts

9 Tren TikTok Berbahaya yang Berujung Hilangnya Nyawa, Orang Tua Wajib Waspada dengan Challenge Viral Ini
Berita

9 Tren TikTok Berbahaya yang Berujung Hilangnya Nyawa, Orang Tua Wajib Waspada dengan Challenge Viral Ini

3 Mei 2026
Viral! Video Cewek SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru
Edukasi

Viral! Video Cewek SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru

19 April 2026
5 Tips Long Trip Saat Libur Panjang agar Perjalanan Nyaman, Aman, dan Bebas Drama
Edukasi

5 Tips Long Trip Saat Libur Panjang agar Perjalanan Nyaman, Aman, dan Bebas Drama

12 April 2026
4 Rekomendasi Teh Herbal Terbaik untuk Meningkatkan Imun Tubuh Secara Alami
Edukasi

4 Rekomendasi Teh Herbal Terbaik untuk Meningkatkan Imun Tubuh Secara Alami

8 April 2026
Viral Susu MBG Dijual Rp4.000 di Minimarket, Ini Klarifikasi Resmi BGN
Berita

Viral Susu MBG Dijual Rp4.000 di Minimarket, Ini Klarifikasi Resmi BGN

4 April 2026
Apakah Super Flu Subclade K Bisa Menjadi Pandemi Berikutnya?
Edukasi

Apakah Super Flu Subclade K Bisa Menjadi Pandemi Berikutnya?

8 Januari 2026
Next Post
Unggah Video Rosa Lahirkan Anak Pertama, Balai TNWK Tuai Banyak Pujian

Warung Makan Jelek dan Rasanya Biasa Namun Sangat Ramai, Kenapa Yah?

Shadow Banned Mengintai Anda

Shadow Banned Mengintai Anda

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

Recommended Stories

Pengertian Iman

Pengertian Iman

5 Desember 2016

Sunyinya Pantai Molang Tulungagung

17 November 2015

Tuntunan Islami Dalam Mencari Rezeki

13 Januari 2013

Popular Stories

  • Heboh! Video Ibu Tiri dan Anaknya Viral Main di Dapur Pondok Kebun Sawit

    Heboh! Video Ibu Tiri dan Anaknya Viral Main di Dapur Pondok Kebun Sawit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baru! Video Cewek Jilbab Cantik Asal Jawa di Kamar Hotel Hebohkan Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral Video Mesum Sejoli di Batang Jateng, Kini Diburu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Heboh! Video Bandar Membara Viral Jadi Buruan Warganet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral! Tante Prank Ojol di Kolam Renang Ini Berujung Tak Terduga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia. Lanjut baca »



Topoin.com - Iklans.com - Pugur.com - Tradingan.com - Piool.com - Terviral.id - Keimanan.com - Dului.com - Jokbangka.com - Biodataviral.com - Topbisnisonline.com

Tools & Data

Heatmap Saham | Heatmap Forex | Heatmap ETF | Heatmap Koin Kripto | Bunga Bank Sentral | Harga IHSG | Saham Aktif | Saham Untung | Saham Rugi | Harga Emas | Harga Minyak | Swift Kode Bank | Semua Data | Heatmap | Kurs Silang Forex | Grafik Real-Time | Kalender Ekonomi | Forex Quotes | Rasio Forex | Waktu Forex | Top Berita Utama | Ikhtisar Pasar | Pasar Kripto | Konversi Mata Uang | Kalkulator Fibonacci | Kalkulator Pivot | Kalkulator Profit | Kalkulator Pip Forex | Kalkulator Margin Forex | Kalkulator Kurs | Kalkulator MM | Bunga Majemuk | Simulasi KPR | Donasi | Beli Crypto | Tukar Crypto | Mining Crypto | Top Broker | Market | Bonus | Penawaran

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Cerita
  • Chord Lirik
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Foto
  • Gosip
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Musik
  • Nasional
  • Otomotif
  • Perang Dunia
  • Religi
  • Review
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains
  • Terjemahan Lagu
  • Video

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Iklan Gratis
  • Join Komunitas
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscribe
  • Kategori
    • Berita
    • Explore
      • Food & Travel
      • Kuliner
      • Sejarah
      • Review
    • Bisnis
    • Edukasi
    • Hiburan
      • Cerita
      • Foto
      • Gosip
      • Musik
      • Video
    • Otomotif
    • Religi
    • Sports
    • Teknologi & Sains
  • Terbaru
  • Join Komunitas
  • Pasang Iklan Gratis
  • Trading & Investasi
  • Seputar Bisnis
  • Biodata Viral
  • Networks
    • Berita Viral
    • Chord Lirik
    • Keimanan
    • Seputar Bangka
    • Seputar Kripto
    • Tempo Doeloe
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?