Aopok.com – Sebuah #video yang menampilkan perilaku tidak pantas sejumlah siswa terhadap guru di SMAN 1 Purwakarta, Jawa Barat, ramai diperbincangkan di media sosial. Aksi tersebut menuai kecaman publik karena dinilai mencederai etika dan wibawa tenaga pendidik.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat beberapa siswa melontarkan ejekan hingga menunjukkan gestur tidak sopan kepada guru di dalam kelas. Perilaku itu diduga terjadi setelah kegiatan belajar mengajar berakhir pada Kamis (16/4/2026).
Baca juga: Viral! Cewek Cantik Ini Prank di Pangkalan Ojek Berujung Tak Terduga
Informasi yang dihimpun menyebutkan, insiden tersebut melibatkan sekitar sembilan siswa. Peristiwa bermula usai pelajaran kebhinekaan, ketika siswa baru saja menyelesaikan tugas terkait olahan makanan.
Kepala Dinas Pendidikan setempat, Purwanto, mengatakan situasi awalnya berjalan normal sebelum akhirnya terjadi tindakan yang dinilai tidak pantas.
โSetelah kegiatan pembelajaran selesai, kemudian terjadi aksi yang tidak terpuji dari para siswa,โ ujarnya.
Video kejadian yang kemudian tersebar luas memicu reaksi keras dari masyarakat. Banyak pihak menilai tindakan tersebut mencerminkan menurunnya sikap hormat siswa terhadap guru di lingkungan sekolah.
Baca: Viral! Syakirah Bilqis Cantik Prank Tukang Kebun SawitโEndingnya Bikin Kaget!

Menanggapi hal itu, pihak sekolah segera memanggil siswa yang terlibat beserta orang tua mereka. Para siswa disebut telah mengakui perbuatannya dan menyampaikan permintaan maaf.
Sebagai langkah disiplin, sekolah menjatuhkan sanksi berupa skorsing selama 19 hari serta pembinaan yang dilakukan di rumah.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut angkat suara terkait peristiwa tersebut. Ia mengaku prihatin dan telah menerima laporan dari Dinas Pendidikan.
Baca: Viral Guru Besar Unpad Diduga Lecehkan Mahasiswi Asing Minta Foto Bikini
Menurut Dedi, pendekatan pembinaan dinilai lebih efektif dibandingkan skorsing dalam jangka waktu panjang. Ia mengusulkan agar siswa diberikan kegiatan yang bersifat edukatif.
โLebih baik diarahkan pada kegiatan yang membangun, seperti membersihkan lingkungan sekolah setiap hari,โ kata Dedi.
Ia menekankan bahwa hukuman seharusnya tidak sekadar memberi efek jera, tetapi juga mampu membentuk karakter dan tanggung jawab siswa.






























Comments 1