Aopok – #Kasus #dugaan #pelecehan #seksual #kembali #menghebohkan #dunia #pendidikan #tinggi di #Indonesia. Kali ini, seorang guru besar di Universitas Padjadjaran (Unpad) menjadi sorotan publik setelah diduga melakukan tindakan tidak pantas terhadap mahasiswi asing.
Baca juga: Viral Guru Ngaji Diduga Lecehkan Murid di Puncak Bogor, Warga Geruduk Rumah Pelaku

Peristiwa ini viral di media sosial, terutama di platform X (Twitter), setelah beredar tangkapan layar percakapan yang diduga dilakukan oleh oknum profesor tersebut.
Kronologi Dugaan Pelecehan
Berdasarkan informasi yang beredar, oknum guru besar berinisial IY diduga menghubungi seorang mahasiswi asing program pertukaran pelajar (exchange) melalui pesan pribadi. Dalam percakapan tersebut, ia meminta korban untuk mengirimkan foto mengenakan bikini atau pakaian renang.
Pesan tersebut bahkan disertai rayuan dan permintaan berulang, yang membuat korban merasa tidak nyaman hingga akhirnya memutuskan untuk memblokir kontak pelaku.
Kasus ini kemudian mencuat ke publik dan memicu kemarahan netizen karena dianggap mencoreng dunia akademik.
Baca juga:ย Foto Prewedding Syifa Hadju Viral, Harga Perhiasannya Tembus Rp259 Juta
Respons Tegas Unpad
Menanggapi viralnya kasus ini, pihak Universitas Padjadjaran langsung mengambil langkah cepat. Rektor Unpad menonaktifkan sementara guru besar tersebut setelah menerima laporan resmi.
Selain itu, kampus juga membentuk tim investigasi yang melibatkan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) serta unsur senat fakultas untuk mengusut kasus secara objektif.
Pihak kampus menegaskan tidak akan mentoleransi segala bentuk kekerasan seksual dan akan memberikan sanksi tegas jika terbukti bersalah.
Kondisi Korban
Korban yang merupakan mahasiswi asing dikabarkan sudah tidak lagi melanjutkan studi di Unpad.
Kasus ini menjadi sorotan karena menunjukkan bahwa pelecehan seksual tidak hanya terjadi secara fisik, tetapi juga bisa terjadi melalui media digital seperti pesan singkat.
Dampak Pelecehan Seksual Digital
Pelecehan melalui pesan pribadi atau media sosial dapat memberikan dampak psikologis serius bagi korban. Korban dapat merasa direndahkan, kehilangan rasa aman, hingga mengalami trauma berkepanjangan.
Fenomena ini juga menjadi pengingat bahwa lingkungan kampus harus menjadi ruang yang aman bagi semua mahasiswa, termasuk mahasiswa internasional.
Reaksi Publik dan Sorotan Netizen
Kasus ini memicu reaksi keras dari masyarakat. Banyak netizen mendesak agar pelaku diberi sanksi tegas dan transparansi proses hukum dijaga.
Tak sedikit pula yang menilai bahwa kasus ini bisa menjadi โfenomena gunung esโ dari persoalan pelecehan di lingkungan pendidikan yang belum sepenuhnya terungkap.
Baca juga : Go Public! Potret Mesra Na Daehoon dan Diva Azurra Bikin Netizen Baper, Hubungan Makin Serius
Komitmen Penanganan Kasus
Unpad menyatakan akan menangani kasus ini secara serius dan transparan. Kampus juga membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan informasi tambahan, dengan jaminan kerahasiaan identitas pelapor.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan keadilan bagi korban serta menjadi peringatan keras bagi siapa pun agar tidak melakukan tindakan serupa.
Kasus viral ini menjadi pengingat penting bahwa pelecehan seksual, baik secara langsung maupun digital, tidak bisa ditoleransi. Dunia pendidikan harus menjadi tempat yang aman dan bermartabat bagi semua pihak.





























Comments 1