



Sambil nunggu kue matang, kami (aku dan Cinta) mulai membuat pernak perniknya. Fondant sisa di rumah, yang sudah kering, aku kepal kepal dulu sampai lentur. Ini adalah cara mengembalikan elastisitas fondant kering yang diajarkan oleh Yuli Nur Elia, si jago fondant, temen di milis NCC.
Dengan modal pewarna hanya pink dan biru dan peralatan seadaanya, karena fondant toolsku yang dulu beli di Yuli baru aja aku lego, kami membuat kuas, lipstik, tempat eye shadow, bunga dan lain lain. Begitu cake matang, di dinginkan sambil dicuilin oleh Cinta. Saking pengen kuenya cepet jadi, cake panas disentor fan. Carving bentuk setengah lingkaran, oles butter cream dan tutup dengan fondant putih. Tempel sana sini, jam 11:30 malam selesai. Walaupun tidak sempurna, masih kurang rapi di sana sini, tapi Cinta – yang masih belum bisa tidur karena nungguin aku – langsung berseri seri melihatnya.
Setelah puas ngelihatin kue dan memamerkan ke mbak Sus dan Pok, eh, dia minta kuenya di potong. Ohhhhh….tidakkkkkkkkkk……..hahah….sayang ya. Aku bilang besok pagi aja, Mamie mau potret dulu pagi pagi.
Begitulah akhirnya, tadi pagi sempatin photo dulu trus kasih pesen sama mbak Sus, kalau Cinta bangun dan minta potong kuenya biarin aja.
Nuts on the shell : memang untuk mewujudkan suatu keinginan itu harus ada niat dan tekad yang kuat ya ๐
Last but not least, terimakasih Yulia untuk ide ‘kepal’nya ๐










































