
FOR merupakan salah satu statement yang dapat digunakan untuk menyatakan proses
yang diulang-ulang atau looping. Suatu saat looping itu harus berhenti karena tidak mungkin
tidak pernah berhenti. Berdasarkan hal tersebut, terdapat dua kondisi yang
dapat menghentikan looping tersebut. Coba perhatikan 2 pernyataan sehari-hari
berikut ini:
- Hari
ini saya makan bakso 10 kali - Hari
ini saya terus makan bakso sampai saya kenyang.
pernyataan di atas sama-sama mengandung proses yang diulang-ulang yaitu ‘makan
bakso’. Namun proses ‘makan bakso’ dari kedua pernyataan tersebut berbeda cara
berhentinya. Pernyataan pertama menunjukkan bahwa ‘makan bakso’ akan
diulang-ulang sampai dengan 10 kali. Setelah sampai 10 kali, maka ‘makan bakso’
ini akan berhenti. Sedangkan pernyataan yang kedua, dalam hal ini jumlah berapa
kali makan bakso tidak diketahui, namun yang diketahui hanyalah syarat kapan
perulangan ini akan berhenti yaitu ketika ‘sudah kenyang’.
bentuk looping berdasarkan kapan berhentinya di atas diadopsi ke dalam konsep
pemrograman. Dalam pemrograman, khususnya PHP, nantinya juga akan dijumpai bentuk-bentuk
perulangan tersebut. Untuk
menyatakan looping yang telah diketahui jumlah perulangannya, kita bisa
menggunakan statement FOR atau WHILE. Sedangkan bila perulangannya tidak
diketahui jumlah perulangannya atau hanya diketahui kondisi kapan dia harus
berakhir maka bisa digunakan WHILE. Sintaks
statement FOR adalah sebagai berikut
(variabel = nilaiawal; variabel operatorlogika nilaiakhir; increment)
yang diulang
yang digunakan pada FOR di atas, dinamakan variabel counter atau pencacah.
berikut ini akan menghasilkan teks heading mulai dari heading 1, 2 s/d 5.
= “Hello World”;
($a = 1; $a <= 5; $a++)
“<h”.$a.”>”.$teks.”</h”.$a.”>”;
for di atas, variabel counternya dalam hal ini adalah $a. Nilai $a ini memiliki
nilai awal sama dengan 1. Selanjutnya operator increment (kenaikan) yang
digunakan adalah $a++ atau $a = $a + 1 (kenaikannya satu) dan nilai akhir untuk
$a adalah sama dengan 5. Perhatikan
proses loopingnya sebagai berikut:
- $a = 1 dalam hal ini masih memenuhi kondisi ($a <= 5),
sehingga lakukan echo
“<h”.$a.”>”.$teks.”</h”.$a.”>”;
atau mencetak “<h1>Hello World</h1>” - $a = 2 dalam hal ini masih memenuhi kondisi ($a <= 5),
sehingga lakukan echo
“<h”.$a.”>”.$teks.”</h”.$a.”>”;
atau mencetak “<h2>Hello World</h2>” - $a = 3 dalam hal ini masih memenuhi kondisi ($a <= 5),
sehingga lakukan echo
“<h”.$a.”>”.$teks.”</h”.$a.”>”;
atau mencetak “<h3>Hello World</h3>” - $a = 4 dalam hal ini masih memenuhi kondisi ($a <= 5),
sehingga lakukan echo
“<h”.$a.”>”.$teks.”</h”.$a.”>”;
atau mencetak “<h4>Hello World</h4>” - $a = 5 dalam hal ini masih memenuhi kondisi ($a <= 5),
sehingga lakukan echo
“<h”.$a.”>”.$teks.”</h”.$a.”>”;
atau mencetak “<h5>Hello World</h5>” - $a = 6 dalam hal ini sudah tidak memenuhi kondisi ($a <=
5), sehingga perulangan berhenti.
Operator increment tidak harus menggunakan kenaikan 1. Nilai awal variabel
counter tidak harus dimulai dari 1, tapi boleh dari bilangan yang lain.
(nested FOR)
FOR dapat terletak di dalam sebuah FOR, seperti contoh berikut ini
($a = 1; $a <= 3; $a++)
($b = 1; $b <= 2; $b++)
“Nilai a = “.$a. ” Nilai b = “.$b. “<br
/>”;
yang terjadi pada script di atas adalah sbb:
- $a = 1 (masih memenuhi $a < =3), maka lakukan for yang
terletak di dalam - $b = 1
(masih memenuhi $b <= 2) maka cetak “Nilai a = 1 Nilai b = 1” - $b = 2
(masih memenuhi $b <= 2) maka cetak “Nilai a = 1 Nilai b = 2” - $b =
3 (tidak memenuhi $b <= 2), maka STOP - $a = 2
(masih memenuhi $a <= 3), maka lakukan for yang terletak di dalam - $b = 1 (masih memenuhi $b <= 2) maka cetak “Nilai a
= 2 Nilai b = 1” - $b = 2 (masih memenuhi $b <= 2) maka cetak “Nilai
a = 2 Nilai b = 2” - $b = 3 (tidak memenuhi $b <= 2), maka STOP
- $a = 3
(masih memenuhi $a <= 3), maka lakukan for yang terletak di dalam - $b = 1 (masih memenuhi $b <= 2) maka cetak “Nilai a
= 3 Nilai b = 1” - $b = 2 (masih memenuhi $b <= 2) maka cetak “Nilai
a = 3 Nilai b = 2” - $b = 3 (tidak memenuhi $b <= 2), maka STOP
- $a = 4
(tidak memenuhi $a <= 3), maka STOP
script PHP untuk menampilkan bilangan bulat 5 s/d 100 yang berkelipatan 10
Konsep untuk menampilkan bilangan bulat tersebut kita bisa menggunakan looping.
Looping dimulai dari bilangan 5, 6, 7, dst sampai dengan 100. Untuk setiap
bilangan nantinya dicek apakah termasuk kelipatan 10 atau tidak (gunakan IF).
Jika bilangan tersebut merupakan kelipatan 10, maka ditampilkan. Sedangkan jika tidak, maka
abaikan.





































