SEGERA IKUTI PERBUATAN BURUK DENGAN AMAL
SHALIH
Disusun oleh : Azwir B. Chaniago
Dalam satu hadits yang diriwayatkan oleh at
Tirmidzi dan Imam Ahmad, disebutkan pesan Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam
bagi umatnya :
عَنْ أَبِي ذَرّ جُنْدُبْ بْنِ جُنَادَةَ
وَأَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ مُعَاذ بْن جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنْ
رَسُوْلِ اللهِ صلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا
كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ
بِخُلُقٍ حَسَنٍ “
Dari Abu Zar, Jundub bin Junadah dan Abu
Abdurrahman, Mu’az bin Jabal radhiallahuanhuma, dari Rasulullah
Shallallahu’alaihi wasallam beliau bersabda : Bertakwalah kepada Allah dimana
saja kamu berada, iringilah keburukan dengan kebaikan niscaya menghapusnya dan
pergauilah manusia dengan akhlak yang baik (Hadits ini dihasankan
oleh Syaikh al Albani dalam Shahiihul Jaami’ dan disebagian naskah disebutkan
bahwa hadits ini hasan shahih).
Dalam hadits ini sangatlah jelas ada tiga
nasehat Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam. Satu diantaranya adalah : ، ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ
الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا IRINGILAH KEBURUKAN DENGAN KEBAIKAN
niscaya menghapusnya.
Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin berkata
: Para ulama berbeda pendapat, apakah yang dimaksud dengan hasanah yag
mengikuti keburukan ini berupa taubat, karena beliau seakan akan bersabda :
Apabila engkau berbuat keburukan maka bertaubatlah. Ataukah bermakna umum ?.
Yang benar adalah makna yang umum, bahwa
kebaikan akan menghapus keburukan sekalipun bukan berupa taubat. Dalilnya
adalah firman Allah Ta’ala :
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ
النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ ۚ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ
السَّيِّئَاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ
Perbuatan baik itu menghapus kesalahan
kesalahan. Itulah peringatan bagi orang orang yang selalu
mengingat (Allah) Q.S Huud 114.
Di zaman Rasulullah Salallahu ‘alahi Wasallam,
ada seorang laki laki bertanya kepada
beliau. Laki laki itu mengatakan bahwa dia telah melakukan sesuatu dengan wanita layaknya
seorang suami dengan istrinya kecuali zina. Ketika itu dia baru menyelesaikan
shalat shubuh bersama para sahabat.
Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bertanya : “Apakah engkau telah shalat
shubuh bersama kami ?”. Laki laki itu menjawab : Iya. Kemudian beliau membacakan
satu ayat kepada laki laki itu. “Sesungguhnya perbuatan perbuatan yang
baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan yang buruk … “ (Q.S Huud
114). H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).
Kisah ini menunjukkan bahwa kebaikan menghapus
keburukan, meskipun bukan berbentuk taubat. ”Dan iringilah perbuatan buruk
dengan perbuatan baik maka kebaikan itu akan menghapuskan keburukan
itu”. Jadi jelaslah kesimpulannya bahwa kebaikan menghapuskan keburukan.
(Syarah Hadits Arba’in an Nawawiyah).
Namun demikian ingatlah wahai saudaraku, janganlah
sengaja berbuat keburukan dan dosa lalu berniat untuk melakukan kebaikan
sebagai penghapusnya. Ketahuilah bahwa tak ada yang bisa menjamin bahwa
seseorang bisa berbuat kebaikan setelah melakukan keburukan.
Jangan jangan karena keenakan melakukan
keburukan lalu susah untuk berhenti bahkan tergoda melakukan keburukan
berikutnya bahkan yang lebih besar lagi. Akhirnya larut dalam keburukan sebelum
sempat berbuat kebaikan.
Jadi langkah paling aman adalah menahan diri dan tidak melakukan keburukan
atau dosa sekecil apa pun. Selalu berusaha melakukan kebaikan dan beramal
shalih. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (2.018)








