Akidah (4)
‘alamin, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarganya,
para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma
ba’du:
lanjutan 200 tanya jawab akidah berdasarkan Al Qur’an dan As Sunah yang merujuk
kepada kitab A’lamus Sunnah Al Mansyurah Li’tiqad Ath Thaifah An Najiyah
Al Manshurah karya Syaikh Hafizh bin Ahmad Alu Hakami rahimahullah, semoga Allah menjadikan penulisan risalah ini
ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, aamin.
Tanya-Jawab Akidah Islam
Pertanyaan: Apa dalil shalat dan zakat?
الزَّكَاةَ فَخَلُّوا سَبِيلَهُمْ
maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan.” (Qs. At Taubah: 5)
لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ
dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan
agar mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat.” (Qs. Al Bayyinah: 5)
الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ
sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu.” (Qs. Al Baqarah: 183)
tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (Qs. Al Baqarah: 185)
“Beritahukanlah kepadaku puasa yang diwajibkan Allah kepadaku?” Rasulullah
shallallahu alaihi wa sallam menjawab,
amalan sunah.” (Hr. Bukhari)
Ta’ala,
اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا
(bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.” (Qs. Ali Imran: 97)
Muslim)
telah disampaikan sebelumnya hadits Jibril dan hadits yang berbunyi:
atau mengakuinya tetapi bersikap sombong terhadapnya?
seperti orang-orang kafir lainnya dari kalangan mereka yang mendustakan dan
sombong seperti Iblis
dan Firaun.
Apa hukum orang yang mengakui lima rukun itu, lalu meninggalkannya karena malas
atau salah takwil?
Adapun shalat, maka barang siapa yang menundanya sampai
lewat waktunya, maka ia diminta untuk bertobat. Jika mau bertobat, maka
dibiarkan, tetapi jika tidak mau maka dibunuh sebagai hadnya. Hal ini
berdasarkan firman Allah Ta’ala,
الزَّكَاةَ فَخَلُّوا سَبِيلَهُمْ
maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan.” (Qs. At Taubah: 5)
berdasarkan hadits yang menyebutkan ‘Aku diperintahkan memerangi manusia
sampai mereka…dst.”
zakat, jika orang yang enggan sebagai orang yang tidak memiliki kekuatan, maka
imam (pemerintah) mengambilnya secara paksa dan memberinya hukuman dengan
mengambil sebagian hartanya berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wa
sallam,
مَعَهَا
mengambil zakatnya berikut separuh hartanya.” (Hr. Abu Dawud dan Nasa’i,
dihasankan oleh Al Albani)
wajib bagi imam memerangi mereka sampai mereka membayarnya berdasarkan ayat dan
hadits-hadits yang disebutkan sebelumnya, demikian pula berdasarkan praktek Abu
Bakar dan para sahabat radhiyallahu anhum.
terhadapnya, akan tetapi bagi imam atau wakilnya memberikan sanksi yang
membuatnya jera (seperti dengan memenjarakan-pent).
dimana kewajibannya tidak hilang kecuali dengan wafatnya. Haji ini wajib
segera, dan telah ada ancaman di akhirat bagi orang yang meremehkannya, namun
tidak ada riwayat tentang hukuman khusus terhadapnya di dunia.
ucapan dan perbuatan. Ucapan hati dan lisan, serta amalan hati dan lisan serta
anggota badan. Iman bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.
Pemiliknya berbeda-beda tingkatan di dalamnya.
Pertanyaan: Apa dalil yang menunjukkan, bahwa iman itu ucapan dan perbuatan?
Allah Ta’ala berfirman,
وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ
menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu.” (Qs. Al Hujurat: 7)
seorang hamba tidak masuk ke dalam Islam kecuali dengan keduanya. Di dalamnya
memuat amalan hati, yaitu dengan meyakini, dan memuat amalan lisan, yaitu
dengan mengucapkan, dimana persaksian ini tidak bermanfaat kecuali dengan
selarasnya keduanya. Allah Ta’ala juga berfirman,
sebelum dipindahkan kiblat. Di sini shalat disebut iman yang di dalamnya
memadukan antara amalan hati, lisan, dan anggota badan. Bahkan Nabi shallalahu
alaihi wa sallam juga menjadikan jihad, qiyamullail pada malam lailatul Qadr,
puasa Ramadhan dan qiyamullail di bulan itu serta menunaikan khumus (seperlima
dari ghanimah) dan perkara lainnya bagian dari iman. Nabi shallallahu alaihi wa
sallam juga pernah ditanya, “Amal apa yang paling utama?” Beliau menjawab,
Allah dan Rasul-Nya.” (Hr. Bukhari dan Muslim)
berkurang?
(yang telah ada).” (Qs. Al Fath: 4)
mendapat petunjuk.” (Qs. Maryam: 76)
petunjuk kepada mereka.” (Qs. Muhammad: 17)
imannya.” (Qs. At Taubah: 124)
menambah keimanan mereka.” (Qs. Ali Imran: 173)
iman dan ketundukan.” (Qs. Al Ahzab: 22)
kalian dalam setiap keadaan seperti keadaan kalian di dekatku, tentu para
malaikat akan menjabat tangan kalian.” (Hr.
Muslim dan Ibnu Majah) atau seperti lafaz yang disabdakan Beliau shallallahu
alaihi wa sallam.
shahbihi wa sallam wal hamdulillahi Rabbil ‘alamin.
Maraaji’: Maktabah Syamilah,
A’lamus Sunnah Al Manyurah Li’tiqad Ath Thaifah An Najiyah Al Manshurah
(Syaikh Hafizh bin Ahmad Alu Hakami, takhrij Abu Shuhaib Usamah bin
Abdullah Alu Athwah), dll.




































