Aokpok – #Kratom #menjadi #salah satu #tanaman herbal yang #banyak #diperbincangkan #dalam #beberapa #tahun #terakhir. Sebagian orang menganggapnya sebagai tanaman yang memiliki manfaat untuk kesehatan, sementara yang lain menilai konsumsi kratom dapat menimbulkan berbagai risiko serius apabila digunakan secara berlebihan atau tanpa pengawasan.
Lantas, apa sebenarnya manfaat kratom dan apa saja bahaya yang dapat muncul jika dikonsumsi? Berikut ulasan lengkapnya.

Baca: Benarkah Jengkol Mengandung Racun?
Apa Itu Kratom?
Kratom merupakan tanaman tropis dengan nama ilmiah Mitragyna speciosa yang berasal dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Myanmar. Daun kratom telah digunakan secara tradisional oleh masyarakat setempat selama ratusan tahun.
Daun kratom mengandung senyawa aktif utama yaitu mitragynine dan 7-hydroxymitragynine. Kedua senyawa ini bekerja pada reseptor opioid di otak sehingga dapat memberikan efek yang berbeda tergantung dosis yang dikonsumsi.
- Dosis rendah cenderung memberikan efek stimulan.
- Dosis tinggi dapat memberikan efek sedatif atau menenangkan.
Karena efek tersebut, kratom masih menjadi bahan yang dipelajari oleh para peneliti untuk mengetahui manfaat dan risiko penggunaannya.
Kandungan Kratom
Beberapa kandungan utama dalam daun kratom meliputi:
- Mitragynine
- 7-Hydroxymitragynine
- Flavonoid
- Alkaloid alami
- Polifenol
- Antioksidan alami
Kandungan inilah yang menyebabkan kratom memiliki efek terhadap sistem saraf pusat.
Manfaat Kratom yang Banyak Dibahas
Perlu diketahui bahwa sebagian manfaat berikut masih memerlukan penelitian klinis yang lebih kuat. Hingga kini, bukti ilmiah mengenai efektivitas dan keamanan penggunaan kratom dalam jangka panjang masih terbatas.
1. Membantu Mengurangi Nyeri
Beberapa pengguna mengonsumsi kratom untuk membantu mengurangi rasa nyeri kronis, seperti nyeri otot, nyeri sendi, maupun nyeri punggung.
Senyawa aktif dalam kratom diduga berinteraksi dengan reseptor nyeri sehingga mampu mengurangi sensasi sakit.
2. Memberikan Efek Relaksasi
Dalam dosis tertentu, kratom dilaporkan dapat memberikan efek menenangkan sehingga sebagian orang menggunakannya untuk membantu mengurangi stres atau meningkatkan rasa rileks.
3. Meningkatkan Energi
Pada dosis rendah, sebagian pengguna melaporkan merasa lebih berenergi, fokus, dan produktif setelah mengonsumsi kratom.
Efek ini menjadi alasan mengapa pekerja di beberapa daerah Asia Tenggara secara tradisional mengunyah daun kratom saat bekerja.
4. Membantu Mengurangi Gejala Putus Zat
Beberapa penelitian awal menunjukkan kratom berpotensi membantu sebagian orang mengurangi gejala putus zat opioid. Namun, penggunaannya untuk tujuan ini belum menjadi terapi standar dan masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
5. Berpotensi Mengandung Antioksidan
Daun kratom mengandung berbagai senyawa antioksidan yang berpotensi membantu melawan radikal bebas. Namun, manfaat ini masih memerlukan pembuktian melalui penelitian pada manusia.
Bahaya Kratom Bila Dikonsumsi
Di balik manfaat yang sering diklaim, konsumsi kratom juga memiliki berbagai risiko yang perlu diperhatikan.
1. Menimbulkan Ketergantungan
Penggunaan rutin dalam jangka panjang dapat menyebabkan ketergantungan.
Pengguna yang menghentikan konsumsi secara tiba-tiba dapat mengalami gejala seperti:
- Gelisah
- Sulit tidur
- Nyeri otot
- Mudah marah
- Tremor
- Mual
2. Gangguan Hati
Beberapa laporan medis mengaitkan konsumsi kratom dengan cedera hati yang dapat ditandai oleh:
- Kulit menguning
- Mata kuning
- Urine berwarna gelap
- Nyeri perut
- Mual berkepanjangan
3. Gangguan Jantung
Pada sebagian orang, kratom dapat menyebabkan:
- Jantung berdebar
- Tekanan darah meningkat
- Gangguan irama jantung
Risiko ini dapat meningkat jika dikonsumsi bersama zat lain yang memengaruhi sistem kardiovaskular.
4. Gangguan Mental
Konsumsi berlebihan dapat memicu:
- Halusinasi
- Kebingungan
- Kecemasan
- Perubahan suasana hati
- Agitasi
Pada beberapa kasus berat juga dilaporkan muncul gejala psikosis.
5. Gangguan Pencernaan
Efek samping yang cukup sering dilaporkan meliputi:
- Mual
- Muntah
- Sembelit
- Nafsu makan menurun
6. Kejang
Dalam dosis tinggi atau bila digunakan bersama obat tertentu, kratom dapat meningkatkan risiko kejang.
7. Risiko Overdosis
Meskipun overdosis kratom murni relatif jarang dilaporkan, risiko meningkat apabila kratom dikonsumsi bersamaan dengan alkohol, opioid, benzodiazepin, atau obat penenang lainnya. Kombinasi tersebut dapat menyebabkan gangguan pernapasan, penurunan kesadaran, hingga kondisi yang mengancam jiwa.
Siapa yang Sebaiknya Tidak Mengonsumsi Kratom?
Kelompok berikut sebaiknya menghindari konsumsi kratom kecuali atas arahan tenaga kesehatan:
- Ibu hamil
- Ibu menyusui
- Anak-anak
- Penderita penyakit hati
- Penderita penyakit ginjal
- Penderita gangguan jantung
- Orang dengan riwayat penyalahgunaan zat
- Pengguna obat penenang atau opioid
Efek Samping Kratom
Efek samping yang paling sering dilaporkan antara lain:
- Mulut kering
- Berkeringat
- Pusing
- Mengantuk
- Gatal
- Konstipasi
- Mual
- Jantung berdebar
- Sulit tidur
- Tremor
- Nafsu makan menurun
Apakah Kratom Aman Dikonsumsi?
Hingga saat ini, keamanan kratom masih menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan dan otoritas kesehatan. Beberapa penelitian menunjukkan adanya potensi manfaat, tetapi bukti ilmiah belum cukup untuk memastikan efektivitas maupun keamanannya sebagai terapi medis.
Risiko ketergantungan, interaksi dengan obat lain, serta kemungkinan efek samping serius membuat konsumsi kratom tidak dapat dianggap sepenuhnya aman, terutama jika digunakan dalam dosis tinggi atau dalam jangka panjang.
Tips Bila Ingin Mengonsumsi Kratom
Jika seseorang mempertimbangkan penggunaan kratom, beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi risiko, meski tidak menghilangkannya sepenuhnya:
- Hindari mencampur kratom dengan alkohol atau obat penenang.
- Jangan mengonsumsi dalam dosis tinggi atau terlalu sering.
- Waspadai tanda-tanda ketergantungan dan efek samping.
- Hentikan penggunaan dan segera konsultasikan ke tenaga kesehatan bila muncul gejala seperti sesak napas, kejang, atau kulit menguning.
- Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu jika memiliki penyakit kronis atau sedang mengonsumsi obat rutin.
Baca: Sering Masturbasi Bikin Pria Mandul? Ini Penjelasan Medis, Mitos atau Fakta yang Perlu Diketahui
Kesimpulan
Kratom merupakan tanaman herbal yang mengandung senyawa aktif dengan efek pada sistem saraf. Beberapa penelitian awal menunjukkan potensi manfaat, seperti membantu mengurangi nyeri, memberikan efek relaksasi, dan meningkatkan energi pada dosis tertentu. Namun, bukti ilmiah mengenai manfaat tersebut masih terbatas dan belum cukup untuk menjadikannya terapi medis yang terbukti aman.
Di sisi lain, konsumsi kratom juga memiliki berbagai risiko, mulai dari gangguan pencernaan, ketergantungan, gangguan hati, masalah jantung, hingga efek samping serius bila digunakan secara berlebihan atau dikombinasikan dengan zat lain. Oleh karena itu, penggunaan kratom perlu dilakukan dengan sangat hati-hati dan sebaiknya berdasarkan saran tenaga kesehatan.
























Comments 1