
Saya juga heran, kenapa namanya ‘cimplung’? Menurut penjelasan almarhum Mamah mertua, disebut cimplung karena membuatnya tinggal cemplang-cemplung saja. Plung kecimplung,gitu. Memasak cimplung tidak susah bin ribet alias gampang. Yuk, dicoba 🙂
Bahan:
- 1 sisir pisang uli (pisang kepok atau pisang jenis lain yang enak digoreng juga bisa)
- 500 gr tepung terigu
- 2 sdt gula pasir
- sedikit garam
- air matang secukupnya
- bubuk vanili secukupnya (tergantung selera)
- Potong-potong pisang menjadi beberapa bagian.
- Campur tepung terigu, gula pasir, garam, air, dan vanili bubuk dalam 1 mangkok ukuran besar. Aduk rata.
- Masukkan potongan pisang ke dalam adonan terigu. Goreng dalam minyak panas sesendok demi sesendok.

4. Sajikan cimplung hangat-hangat sebagai teman minum teh atau kopi di sore hari.
Selamat berkecimplung ^_^




































