
Makaroni skotel adalah hidangan yang wajib ada bagi keluarga kami di Hari Raya Idul Fitri. Adalah Eyang, ibu saya, yang selalu memasak makaroni skotel sehari sebelum lebaran untuk dibawa ke rumah nenek dan dimakan bersama sanak saudara yang datang.Kenapa makaroni skotel? Soalnya, hidangan lebaran yang lain pasti sudah banyak dan jenisnya seragam di tiap rumah. Jadi, kami bawa sesuatu yang beda. Sesuatu yang spesial.
Karena sudah terbiasa membantu memasak makaroni setiap tahun sejak masih sekolah, kini saya jadi hapal dan bisa membuatnya sendiri mata tertutup *halah lebay*. Kalau boleh nyombong dikit, makaroni buatan keluarga saya ini lebih enak daripada yang ada di restauran khusus makaroni yang terkenal itu. Barangkali, ini masalah ‘lidah yang teredukasi’, ya. Jadi, mau ada makanan apa pun yang enak, tetap kalah enak dengan makanan yang sudah akrab melekat rasanya di lidah selama bertahun-tahun.
Tahun ini, meski tidak sempat memasak makaroni skotel untuk Lebaran karena ‘enggak kepegang’ alias riweuh dengan hidangan Lebaran, saya tetap ‘gatal’ ingin membuat makaroni skotel juga. Ssst… sebenarnya, saya cukup sering bikin makaroni skotel. Habis, doyan sih. Bisa seloyang kecil saya habiskan sendiri saat baru matang, lho *emak maruk*
Resep makaroni skotel berikut sebenarnya melenceng dari versi asli makaroni skotel khas keluarga saya. Pertama, makaroninya dikukus karena saya tidak punya oven. Kedua, saya sedang malas keluar rumah untuk membeli keju biasa. Jadi saya memakai keju cepat leleh yang ada di lemari dapur. Selain bikin percobaan, saya juga lagi malas memarut keju, hehe. Maklum, capek nginem tea karena ditinggal mudik si Bibik. Yuk ah, simak resepnya…
Bahan:
1 bungkus makaroni panjang berat 225 gram (mau yang elbow atau bentuk lain juga bisa, tapi hasil potongnya tidak sebagus makaroni panjang)
1 bungkus keju kraft, parut. Atau 1 bungkus keju quick melt, potong kecil.
1 kaleng kornet ukuran kecil
3 sdm mentega untuk menumis dan mengoles loyang
1 kotak susu uht tawar 250 ml
4 butir telur ayam. Pisahkan 1 kuning telur untuk olesan adonan makaroni
2 butir bawang bombay ukuran besar
6 siung bawang putih
oregano secukupnya
garam secukupnya
merica secukupnya
sedikit pala bubuk
Diberi taburan irisan keju quick melt
Cara membuat:
Tumis dengan mentega: bawang putih, bawang bombay, dan kornet. Aduk rata hingga bawang layu dan kornet masak.
Masukkan susu cair. Aduk rata. Diamkan sebentar.
Bubuhkan garam, merica, oregano, dan pala bubuk. Aduk rata.
Masukkan keju parut atau potongan keju quick melt.Jika menggunakan keju quick melt, aduk cepat supaya keju yang meleleh tidak lengket dan menggumpal.
Aduk rata semua adonan dengan api kecil. Matikan kompor. Diamkan di atas wajan hingga agak dingin (sekitar 15 menit).
Masukkan telur yang sudah dikocok. Tambahkan sedikit garam dan merica jika perlu. Aduk rata.
Pindahkan adonan ke dalam loyang (atau pinggan tahan panas) yang sudah diolesi mentega.
Taburi keju parut (atau potongan keju quick melt) pada bagian atas adonan makaroni. Tutup dengan olesan kuning telur.
Kukus adonan makaroni selama satu jam (atau lebih tergantung matang atau tidak bagian dalam makaroni). Untuk mengetahui sudah matang atau belum, cukup tusuk adonan dengan batang lidi atau tusuk sate. Jika masih ada adonan yang lengket menempel, artinya makaroni belum matang.
Angkat makaroni skotel kukus dan hidangkan bersama saus tomat dan saus sambal botolan.
Selamat menikmati ^_^
Sudah matang!
NB: kesimpulan dari hasil percobaan saya menggunakan keju quick melt untuk membuat makaroni kukus ini adalah… ternyata, lebih enak pakai keju parut, lho 🙂
Add caption





























