terhindar dari dua keadaan yaitu pernah memuji dan pernah dipuji.
Pada beberapa keadaan mungkin pujian ada sedikit manfaat tapi bisa pula mendatangkan
mudharat bagi yang memuji maupun yang dipuji.
sesuatu yang perlu dianggap tetapi dia abaikan saja sehingga tidak mendatangkan
mudharat baginya. Para
ulama yang mumpuni ilmunya, terutama ulama ulama salaf menganggap pujian
dan hinaan bagi dirinya sama saja. Kenapa, karena secara umum tidak ada
seorangpun yang pujiannya bermanfaat bagi anda. Pujian yang bermanfaat adalah
pujian yang datang dari Allah Ta’ala.
satu bahaya lisan. Bahaya pujian, kata beliau, berada pada
dua pihak yaitu pada pihak yang memberikan pujian dan pada pihak
yang menerima pujian. Diantara bahaya pujian adalah :
apalagi jika ada maunya. Memang jika seseorang memberikan pujian baru merasa
puas jika pujiannya agak dilebih lebihkan. Akibatnya, pujian yang diberikan
tidaklah menjadi benar semua sehingga bisa jatuh kepada dusta.
betul tentang orang orang yang dipujinya sehingga timbul pujian pujian semu.
yang dipujinya. Dia hanya menunjukkan senang sesaat dan ada maksud atau harapan tertentu. Akibatnya bisa
jatuh pada kemunafikan.
dipuji itu sebenarnya adalah orang zhalim atau orang fasik dan ini dilarang.
Sebab jika orang zhalim atau orang fasik dipuji maka yang memuji telah ikut mendorongnya
untuk meneruskan kezhaliman dan kefasikannya.
yang menerima pujian.
(1) Bisa mendatangkan ujub dan sombong bagi yang dipuji. Ujub dan
sombongadalah dua penyakit hati yang berbahaya. Salah satu pemicu penyakit
ujub dan sombong ini adalah pujian yang tidak disikapi secara proporsional.
Seseorang yang memiliki dua jenis penyakit ini maka pada gilirannya akan sulit
menerima kebenaran dan akhirnya meremehkan orang lain. Rasulullah bersabda :
“Al kibru batharul haqqi wa ghamdunnas”. Kesombongan adalah menolak
kebenaran dan meremehkan manusia. (H.R
Imam Muslim).
(2) Bisa menimbulkan
sikap lemah. Seseorang yang dipuji umumnya akan berbesar hati dan merasa sudah
lebih dari orang lain. Akibatnya bisa melemahkan semangatnya untuk memperbaiki
diri. Padahal yang dipujikan kepadanya
belum tentu benar semua. Dalam beberapa kasus pujian memang memberikan
kebaikan, namun sangat disarankan untuk berhati hati dan tidak terlalu banyak
memberikan pujian.
sama sekali dari dampak buruk pujian. Oleh sebab itu jangan sembarangan dalam
memuji. Berhati hatilah bila memuji ataupun memberikan pujian. Pertimbangankanlah
keadaan orang yang akan dipuji dan pertimbangkan pula manfaat dan mudharatnya.
yang Mahasuci dan tidak memiliki sedikitpun kekurangan. Alhamdulillahi rabbil
‘alamin.
a’lam.





































