YCIFI Basic Fashion Course batch 2,
yang ikutan officially ikutan exhibition ada 14 orang karena Khrisna
mengundurkan diri, Jeje tetep ikutan meski lagi magang di Bali (final project-nya ikut exhibition
sedang raganya lagi galau asyik di pinggir pantai) dan yang 5 orang lagi nggak
dihitung *eh.
bagiku ini hal yang cukup mengganggu.
kosong di Basic Fashion Course batch
2, jangankan final project-nya orangnya aja kita nggak
kenal. Seingatku mereka pernah datang beberapa kali di materi-materi awal,
setelahnya lenyap nggak ada kabar, tapi absennya ada yang full. Coba deh dipikirin, KZL nggak sih?
sekali … ada banyak orang yang ingin mengikuti YCIFI Basic Fashion Course batch 2 ini, semestinya kalau dari awal
udah sadar kemungkinan untuk lanjutnya rendah lebih baik diganti dengan
kandidat lain yang lebih sanggup. Karena nggak mudah menyisihkan ½ dari kuota
untuk bisa lolos YCIFI Basic Fashion Course batch
2 ini.
kuliah kesannya malah effortless,
bukannya kita nggak pernah merasakan kuliah, di jurusan desain pula ya. Yang
masih berstatus mahasiswa/i pun ada tapi mereka menentukan pilihan. Kaya Susy
dan Shinjo yang menggugurkan salah satu mata kuliahnya demi YCIFI Basic Fashion
Course batch 2. Tapi kalau
dibandingin dengan Farah yang hijrah dari Bangka ke Bandung, ah da kita mah apa atuh …
ya?
ini dilaksanakan pada minggu-minggu terakhir bulan Ramadhan, karenanya yang
berkunjung sedikit, kalau nggak keluarga ya teman dekat itu pun kalau belum
pada mudik. Anyway … Makasih loh
Kak Admin chat komplainnya sudah di-read.
Advance, yang Basic memang kalah cetar tapi kita sih senang-senang saja,
bangga-bangga saja … Karena kita tahu betapa sulitnya menghasilkan design
yang sesuai dengan konsep.
di eksekusi, karena kita terlalu terpaku pada mood board meski sebenarnya kita juga agak kurang sreg (dengan mood board yang dipilih). Mungkin karena
itu ya jadinya kita ½ hati mengerjakannya …
Tapi bagaimana pun sebagai
designer sekaligus yang
mengerjakannya kita memiliki pertimbangan sendiri. Mungkin kita seharusnya
asistensi detail-nya juga, karena bisa jadi hal-hal semacam itulah yang
mengacaukan design secara keseluruhan.
dilontarkan oleh mentor kita jadikan sebagai masukan, karena kalau
menjadikannya sebagai ‘komentar netizen’
yang ada kita malah bakal uring-uringan terus. Toh, mereka melihat dari point of view bidang keahlian yang
dimilikinya berdasarkan pengalamannya selama ini.














































