ROMAJI:6 gatsu amefuri tsutsumikonda taion ni me wo tsumuru
Aa miushinatte ita touzakatte ita kyou mo mata
Watashi ga kowashita monotachi wo kazoe oeru hi wa konai deshou
Tabe nokoshita batsu ga tenketsu atari de nagutta nagutta
Shinda sakana no me no furi wa ikani mo tokui na ndesu
Nante hidoi ne gomen ne
Koe ga koe ga seki wo kitte watashi wo senmei ni
Irodzuke nda sarakedashi tatte soko ni anata ga iru ka hoshou nai
Nee kowai na kowai na hikitomete ita hazu no kanjou
Tomaranaku nattanaraba mou baibai desu
Kasunde icchau anata ni yasashiku aritai dake na no
Usumete shimatta omoi ni yasashiku naritai dake na no
6 gatsu yarazu ame okamai nashi ne kaeranai de yo
Anata ga aishita sekai mo itsuka kowarete shimau no yo
Sanatoriumu kansei oten kiwadatsushi yowatta komatta
Hinsou-gao no mi no furi wa ikani mo fuete na ndesu
Nante urusai ne gomen ne
Koe ga koe ga nodo wo kitte watashi no zenshin sarashi dasu nda
Kakushitai n datte oku no pyua na kitai wa tsukareta yo
Mou konai de konai de kiekakatte ita hazu no gaishou
Umidamatte kita naraba mou
Ano toki iitakatta no wa ano hi iezu ni ita no wa
Zutto toka sou iu no nuki ni utagai mo tsumi mo wasurete
Amai kouhii to nigai tousuto iwakan ga honmono ni natte yuku
Koe ga koe ga kurushimagire kokoro ni kidzuite ikanai de yo
Tonari ni ite yotte kuchi ni dasu ni wa mou osokatta
Nee kowai na kowai na mukidashite ita hazu no hankou
Dekinaku nattanara watashi mou
Amatsubu hiita oto ni kage made kasanete keshitai
Dame da to wakatte ite mo yawarakai kao wo shite itai
Anata ga kidzukanakute mo watashi ga watashi ni narenakute mo
Nandemonai
INDONESIA:Hujan di bulan Juni menyelimuti suhu tubuhku dan membuatku menutup mata
Ah, aku kehilangannya, jauh dari jangkauanku, begitu pula hari ini
Ada banyak hal yang telah kuhancurkan hingga tak terhitung jumlahnya, iya kan?
Hukuman yang tersisa itu terus mengikutiku, memukulku, dan memukulku lagi
Aku sudah mahir dalam berpura-pura tak peduli dan terlihat putus asa
Sungguh buruk sekali, maafkan aku
Suaraku, suaraku memutus tenggorokanku hingga ia terdengar jelas
Seluruh warna di dalam diriku meluap, namun tak menjamin ada dirimu di sana
Hei, menakutkan, menakutkan, perasaan yang seharusnya tertahankan itu
Jika sudah tak tertahankan maka kuucapkan “selamat tinggal”
Aku hanya ingin menjadi baik kepada dirimu yang menghilang di kabut
Aku hanya ingin menjadi baik kepada perasaan yang semakin menipis
Di dalam hujan bulan Juni, tanpa mempedulikan apa pun, jangan pulang
Dunia yang kau cintai itu suatu saat pasti akan hancur juga
Dalam keheningan sanatorium, noda menjadi lemah dan menyebalkan
Aku tak mahir dalam memperlihatkan wajah yang terlihat sedih
Sungguh berisik sekali, maafkan aku
Suaraku, suaraku memutus tenggorokanku dan memperlihatkan seluruh tubuhku
Aku ingin menyembunyikannya, memiliki harapan yang murni itu melelahkan
Jangan datang, jangan datang lagi, luka yang seharusnya menghilang itu
Jika semuanya mulai menumpuk lagi, maka…
Hal yang ingin kukatakan kepadamu, hal yang tak bisa kukatakan hari itu
Haruskah aku mengatakannya atau tidak? Aku melupakan keraguan dan dosaku
Seperti kopi manis dan roti panggang pahit, ketidaknyamanan pun menjadi nyata
Suaraku, suaraku terus menderita untuk menyadarkan hatimu, “jangan pergi”
Itulah harapanku selama ini, namun aku terlambat untuk mengatakannya
Hei, menakutkan, menakutkan, perlawanan yang seharusnya tertahankan itu
Jika saat itu aku tak melakukannya, maka…
Dalam suara hujan yang menghujam, bahkan aku ingin menghapus bayanganku
Meski pun aku tahu itu tak berguna, aku ingin memiliki tatapan yang lembut
Bahkan kau tak menyadarinya bahwa aku tak dapat menjadi diriku sendiri lagi
Tidak apa-apa