
Bahan:
- 1 kg ayam pejantan
- 1 sdm cuka
- santan dari 1 butir kelapa
- 1 lembar daun salam
- 1 batang sereh, geprek
- 2 cm lengkuas, geprek
- minyak untuk menumis
- bawang merah goreng sebagai taburan (sesuai selera)
- 4 butir bawang putih
- 6 butir bawang merah
- 1 cm kunyit
- 0,5 cm jahe
- 3 butir kemiri
- 1 sdt ketumbar bubuk
- merica
- garam
- Lumuri ayam dengan cuka. Diamkan selama 30 menit.
- Tumis bumbu halus, sereh, salam, dan lengkuas hingga harum.
- Masukkan ayam, aduk rata. Tumis sebentar hingga ayam berubah warna.
- Tambahkan santan. Masak hingga ayam matang.
- Angkat. Sajikan hangat dengan taburan bawang merah goreng.
- Opor ayam yang banyak kuah paling nikmat dimakan dengan lontong atau ketupat.
- Pelengkap opor ayam lainnya adalah kerupuk atau emping goreng (ini kesukaan suami saya).
- Jika sisa opor masih banyak tapi sudah bosan memakannya, ayam opor bisa digoreng, lho! Tapi jangan lama-lama menggorengnya, ya. Karena sudah empuk, ayam opor yang digoreng bisa mudah hancur.






































