
yang lalu, ada orang yang pernah janji mau traktir aku makan Sate Ayam Legendaris Podomoro, yang tempatnya di seberang hotel Melia Purosani. Kata orang itu, dulu
orang tuanya, yang sekarang jadi mertuaku, pas zaman kuliah suka pacaran di
sana. Iya, orang itu Pak Baba :))).
kemudian? Apakah janji itu sudah terlaksana? Alhamdulillah, setelah menunggu
dan menagih janji surga tersebut, akhirnya jadi juga kami ke sana. Itu juga
karena diajak Mama Daddy, mertuaku, yang pengin nostalgia ke sana.
sepulang aku kerja, kami langsung cuss ke Sate Ayam Podomoro. Sampai sana,
TUTUP pemirsa!!! Kata tukang parkir setempat, jam segitu sudah habis, ya
ampiunn. Dan, mereka hari Jumat libur. Untungnya, hari Sabtu saat kami ke sana,
warung itu buka. Kami sengaja datang jam 11 pagi, takut keabisan.
warungnya. Sambil menunggu pesanan datang, kami nyemil-nyemil kerupuk dan
emping selebar kipas. Empingnya enak banget, renyah, terasa masih baru. Mungkin
memang selalu stok baru karena cepat habis yah, karena pas kami ke sana memang
ramai banget. Menurut penuturan Mama, dulu zamannya kuliah, sekitar tahun 70’an *ya ampiun jadul abizz :)))* bentuknya bukan
warung kayak gini, kecil, dan makannya di luar. Pada saat itu juga belum banyak
warung sate yang enak, jadi memang hits banget deh Si Podomoro yang buka sejak 1959 ini.



bernostalgia, akhirnya pesanan kami datang. Sebelum pesanan sate datang, es
kopyor yang menggiurkan ini menyapa duluan. Wah ini bener-bener es kopyor!
Tekstur daging kelapanya emang beneran kopyor yang ancur itu. Wuenakkk!

mana?? Ini dia penampakannya! Rasanya? Hmmm, memang lain dari sate ayam yang
biasa kumakan. Rasanya lebih kayak ayam bacem, terasa rasa ketumbarnya. Kalau
sate ayam biasanya kan lebih terasa bumbu kacangnya. Selain itu, sate ini nggak
semuanya daging, ada kulit dan ati ampelanya juga. Dan mungkin karena ayam
kampung, jadi teksturnya juga sedikit alot. Alhamdulillah wasyukurillah, kami
bisa menikmati semua sajian dengan tenang karena Yang Mulia Kalasara tidurrr
yey yey yey!



seempuk sate langganan di sebelah terminal Concat dan Gejayan, tapi pengalaman
makan sate ayam Podomoro yang terkenal ini boleh juga. Menurutku, rasanya
memang unik, dan juga mungkin karena ada unsur penasaran dengan janji manis Pak
Baba di masa lalu.
sate, wajiblah ya nyobain sate legendaris di Jogja ini!
Tidak ada baby chair, warung nggak terlalu panas meski tanpa AC karena kipas
gantungnya besar, warung cukup berasap *yaiyalah warung sate*, cukup bahaya
kalau ngumbar anak karena bener-bener persis pinggir jalan.






































