![]() |
| (C) JohnKwan / Shutterstock |
Studi kasus dibawah ini bisa menjadi ilustrasi tentang peranan penting dari sistem manajemen rantai pasokan dalam bisnis. Studi kasus ini mengambil contoh salah satu perusahaan chip paling terkemuka di dunia, Nvidia. Kinerja bisnis Nvidia menemui problem karena tidak bisa menyeimbangkan pasokan dan permintaan (suppply and demand) untuk berbagai macam produknya. Biaya menjadi tinggi karena perusahaan tidak mampu menentukan secara akurat jumlah yang tepat untuk masing-masing chip yang diperlukan untuk memenuhi pesanan dan sehingga menyimpan banyak persediaan. Perencanaan produksi dilakukan berdasarkan tebakan sehingga terkadang memiliki terlalu banyak persediaan yang tidak bisa dijual atau terkadang tidak cukup punya persediaan untuk memenuhi pesanan pelanggan.
Manajemen Nvidia menyadari hal ini dan perlu tool untuk estimasi yang lebih baik dan menunjuk panitia pengarah rantai pasokan untuk membuat rekomendasi solusi. Akhirnya perusahaan mampu membuat estimasi persediaan yang jauh lebih akurat dengan menggunakan SAP BusinessObjects Web Intelligence and BusinessObjects Dashboards untuk menganalisa data yang sudah diambil dalam sistem yang sudah dimilikinya yaitu SAP Advanced Planning and Optimization (APO). Kedua tool tersebut membuat manajemen Nvidia jauh lebih mudah untuk mengakses dan menganalisa data produksi untuk membuat estimasi dan perencanaan persediaan, sehingga memperbaiki dan meningkatkan pengambilan keputusan dan efisiensi operasional.
–o0o–
Studi Kasus
Selengkapnya >>
ADVERTISEMENT



























