ROMAJI:Datte datte datte datte
Datte shouganai deshou
Mada kaeranai no tte kikarete
Gomen sokkenai riakushon shite
Datte datte datte datte
Dokidoki shichatta nda mon
Sou hontou wa nee isshou ni kaerou tte
Iitakatta
Koi wo suru to doushite jibun ga jibun janaku naru
Kou subeki datta to ka aa subeki datta to ka
Tachidomattari furikaette mite wa koukai shite
Jibun ga dondon kirai ni naru no
Tsugi attara dou shiyou atama de kangae sugite
Nandemonai kaiwa made gikochinaku naru yo
Ichiban kawaii watashi wo anata ni wa misetai no ni
Kawaikunai watashi wo misete shimatteru
Natsu made sugu na no ni nan ni mo kawattenai
Taiyou datte akireteru deshou
Nande nande nande nande
Itsumo kou nacchau no?
Sou kyouminai furi wo shite
Chotto sono ba wo hanaretaku naru
Nande nande nande nande
Sunao ni narenai no ka na?
Sou sono ato de sakki no watashi kuyashikute
Naiteru yo
Hoka no dareka dattara itsudatte futsuu de irareru
Dou omowaretatte sou marude kankeinai shi
Kakko tsukezu ni hontou no jibun wo sarakedashite
Yoku mo waruku mo mai peesu datta
Moshimo jibun ga otoko nara konna yatsu kirai da natte
Omocchau you na watashi ni naze natte shimatta?
Dame nara dame de en ga nakattanda to warikirenai
Nanka okashii anata to deatte kara
Kami wo shooto ni shite furimuite hoshikatta
Junjou nante niawanai no ka na?
Motto motto motto motto
Shizen ni furumaetara
Mou sukoshi dake yoi tokoro
Apiiru dekita kamo shirenai yo ne
Motto motto motto motto
Hontou wa kawaii nda yo
Demo betsujin no watashi mitai de jikoken’o
Saiyaku da
Daisuki sugite nanka umaku ikanai
Me ga au dake de atama no naka masshiro de
Kotoba to koudou gikochinaku natte
Karamawari shiteru yo
Datte datte datte datte
Datte shouganai deshou
Mada kaeranai no tte kikarete
Gomen sokkenai riakushon shite
Datte datte datte datte
Dokidoki shichatta nda mon
Sou hontou wa nee isshou ni kaerou tte
Nande nande nande nande
Itsumo kou nacchau no?
Sou kyouminai furi wo shite
Chotto sono ba wo hanaretaku naru
Nande nande nande nande
Sunao ni narenai no ka na?
Sou sono ato de sakki no watashi kuyashikute
Naiteru yo
INDONESIA:Karena, karena, karena, karena
Karena mau bagaimana lagi, kan?
Ketika ditanya “kok belum pulang?”
Maaf karena memberikan reaksi menyedihkan
Karena, karena, karena, karena
Karena aku merasa berdebar-debar
Ya, sebenarnya aku hanya ingin mengatakan
“Mari pulang bersama”
Mengapa saat jatuh cinta aku tak dapat menjadi diriku?
Membuatku berpikir seharusnya melakukan ini atau itu
Mengingat ke belakang hanya akan membuatku menyesal
Aku menjadi semakin benci pada diriku sendiri
Aku terlalu memikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya
Aku merasa canggung hingga pembicaraan menjadi tak berarti
Meski aku ingin memperlihatkan sosokku yang paling cantik
Tapi aku justru memperlihatkan sosokku yang tak cantik
Musim panas sebentar lagi datang, tapi tak ada yang berubah
Aku yakin matahari juga sudah lelah, iya kan?
Kenapa, kenapa, kenapa, kenapa
Kenapa selalu terjadi seperti ini?
Sosok yang berpura-pura tak tertarik itu
Ya, aku ingin sedikit meninggalkannya
Kenapa, kenapa, kenapa, kenapa
Kenapa aku tak bisa menjadi jujur?
Ya, setelah itu aku merasakan banyak penyesalan
Aku pun menangis
Aku bisa menjadi biasa saja saat berbicara dengan orang lain
Apa pun yang kupikirkan tak ada hubungannya denganmu
Aku ingin mengungkapkan diriku sebenarnya tanpa pura-pura
Baik ataupun buruk, itulah diriku sendiri
Jika aku menjadi dia, mungkin aku benci orang sepertiku
Mengapa aku tiba-tiba bisa memikirkan hal seperti itu?
Jika buruk memang buruk, tak bisa dipisah jika tak ada batas
Semuanya menjadi aneh semenjak aku bertemu denganmu
Aku ingin kau menoleh ke belakang dan melihat rambut pendekku
Apakah sosok yang polos tak cocok denganku?
Lebih, lebih, lebih, lebih
Jika aku bersikap biasa saja
Mungkin saja aku memiliki sedikit
Daya tarik yang dapat kuperlihatkan padamu
Lebih, lebih, lebih, lebih
Sebenarnya aku itu cantik
Namun di sisi lain, aku justru membenci diriku sendiri
Sungguh buruk
Terlalu cinta membuat semuanya menjadi tak lancar
Bertemu denganmu membuat pikiranku menjadi kosong
Perkataan dan perbuatanku justru menjadi canggung
Rasanya seperti berputar-putar
Karena, karena, karena, karena
Karena mau bagaimana lagi, kan?
Ketika ditanya “kok belum pulang?”
Maaf karena memberikan reaksi menyedihkan
Karena, karena, karena, karena
Karena aku merasa berdebar-debar
Ya, sebenarnya aku ingin berkata “mari pulang bersama”
Kenapa, kenapa, kenapa, kenapa
Kenapa selalu terjadi seperti ini?
Sosok yang berpura-pura tak tertarik itu
Ya, aku ingin sedikit meninggalkannya
Kenapa, kenapa, kenapa, kenapa
Kenapa aku tak bisa menjadi jujur?
Ya, setelah itu aku merasakan banyak penyesalan
Aku pun menangis