
The Pink Panther, yap, tapak kaki dan warna pink adalah signature dari The Pink Panther. Ya kan? Bagi yang sudah menonton
The Pink Panther mungkin akan ‘ngeh’, sedangkan bagi yang belum menonton “nggak
usah lah yha…” haha it’s a kind of
not-so-recomended-movie-to-watch.
sebenarnya) bergenre psycho thriller namun dikemas secara comedy, well… kalau biasanya film bergenre thriller menggunakan tone
warna yang gelap dan cenderung gloomy,
The Voices malah sebaliknya, menggunakan tone
warna yang cerah dan bold sehingga
menampilkan kesan ceria.
adalah Jerry Hickfang (Ryan Reynolds) seorang pegawai di bagian packaging perusahaan bathtub. Kalau melihat kesehariannya di
kantor Jerry ini termasuk dalam kategori normal, sikapnya yang humble dan baik hati membuatnya dikenal
sebagai teman yang menyenangkan. Tapi normal di kantor belum tentu normal di
rumah kan ya? *eh
gangguan kejiwaan, ia sering mendengar suara-suara di kepalanya, kalau di
Indonesia mungkin istilahnya adalah ‘bisikan-bisikan halus (ghaib)’ hehe Untuk
mengatasi masalahnya ini Jerry meminta bantuan seorang terapis bernama Dr.
Warren (Jacki Weaver), awalnya semua baik-baik saja sampai Jerry mulai
mengabaikan obatnya yang berakibat pada halusinasi ngobrol dengan anjing dan
kucing peliharaannya.

anjing dan kucingnya adalah Fiona (Gemma Artenton) pegawai bagian accounting yang berasal dari Inggris, seperti
lelaki pada umumnya Jerry berangan-angan ingin berduaan dengan Fiona. Padahal ya… teman Fiona yaitu Lisa (Anna Kendrick) menaruh hati kepada Jerry, namun
karena Jerry lebih kepincut Fiona ketimbang Lisa maka Lisa ini sering
dikacangin.
kesempatan berduaan dengan Fiona, bukan untuk dating atau hangout ya… tapi untuk dibunuh. Jerry dengan watadosnya memutilasi tubuh Fiona, satu-satunya
bagian yang tersisa hanya kepalanya yang (dengan freak-nya) ia simpan di kulkas untuk teman ngobrol. Yucks!
membuahkan hasil, Lisa yang khawatir terhadap Fiona kemudian berinisiatif untuk
mencarinya sendiri. Sudah bisa di duga ya… Lisa ini akhirnya bertemu dengan
Fiona di dalam kulkas.
![]() |
| Kaget nggak tuh pas buka kulkas nemu yang beginian? |
intensitas suara-suara yang ada di kepala Jerry mulai berkurang, mungkin lebih
tepatnya sih tersalurkan dengan baik, karena mereka berdua ini sebenarnya
adalah representasi dari suara-suara di kepalanya Jerry. Jerry memperlakukan mereka
selayaknya teman ngobrol, Cuma sayangnya karena mereka nggak punya tubuh Jerry
mesti sigap mindah-mindahin. Agak geli tapi konyol gimana ya melihat kepala
Fiona dan Lisa ini, mana mereka bawel lagi hehe
membunuh Lisa adalah karena Fiona yang merengek-rengek minta teman, ternyata
satu teman tidaklah cukup ya pemirsa… Setelah mendapatkan Lisa, kali ini Fiona
(dan Lisa) kembali merengek-rengek minta teman baru. Suatu kebetulan memang,
tanpa diduga Dr. Warren datang berkunjung ke rumah Jerry.

mati sia-sia tanpa harus dikoleksi Jerry? You
should watch this movie to know how’s about Dr. Warren. Bukan Cuma tentang
Dr. Warren sih, kita juga pasti ingin tahu kan bagaimana kelanjutan hidup Fiona
dan Lisa, penasaran nanti Jerry mau beli showcase
kaya di supermarket apa nggak atau
mempertanyakan anjing dan kucing yang ada di rumah Jerry itu sebenarnya
karakter nyata atau fiktif.
tidaklah semenarik begini di kehidupan nyata. Salut untuk Marjane Satrapi dan Michael R. Perry yang membuat film psycho thriller terasa lebih fun.
membawakan karakter Jerry Hickfang si pembunuh yang innocent dan cute ini
menambah point kenapa kamu harus
nonton The Voices. Tidak bermaksud melebih-lebihkan tapi Ryan Reynolds ini
benar-benar all out, mungkin ia
terlalu charming kali ya untuk jadi
seorang pembunuh, makanya kita melting
duluan… yha~ *ini mah subjektif meur.

sedikit untuk tampilan full body
namun tetap memukau dengan kebawelannya. Awalnya KZL ya kenapa sih mesti
kepala? Kan ngeri lihatnya… tapi lama kelamaan kita akan terbiasa kok
melihat mereka, yang ada malah merasa geli dan konyol sendiri haha
dari segi cerita maupun visual, at least… they give another view of murderer in fun way. Dunia Jerry Hickfung
ternyata lebih menarik ketimbang dunia nyata. Eh BTW, terlalu lama sendiri juga
ternyata nggak baik ya…







































