Sepuluh menit berkendara untuk sampai di gerbang pendakian Gunung Kerinci. Tidak banyak pendaki yang mendaki saat itu, hanya ada 2 rombongan, rombongan saya (7 orang) dan rombongan lain (11 orang). Oh Kerinci, bawa saya ke puncakmu ya, pinta saya ketika menginjakan kaki pertama melewati gapura selamat datang.
Basecamp – Pos I (30 menit)
Perjalanan dari basecamp ke Pos I masih terbilang cukup landai, hutan tertutup dengan kondisi jalan yang becek dan licin, oh ternyata kemarin baru turun hujan.
Pos I – Pos II (20 menit)
Masih dengan kondisi jalan yang sama, namun tanjakan yang di temukan sudah semakin banyak.
 |
| Trek Pendakian Gunung Kerinci dari basecamp sampa Pos II |
Pos II – Pos III (40 menit)
Jarak tempuh dari basecamp sampai pos III kami tempuh dengan waktu total 1,5 jam. Kira kira kalau di break-down waktunya seperti diatas. Pos III adalah satu satunya Pos yang memiliki sebuah gazebo, ke dua pos sebelumnya hanya ditandai berupa tiang dan papan nama.
 |
| Trek Pendakian Gunung Kerinci adalah Hutan tropis tertutup. |
Pos III – Shelter I (90 menit)
Trek jalan sudah menukik tajam, bukan hanya tanjakan namun juga pendaki harus bisa memilih pijakan.
Shelter I – Shelter II (3 jam)
Perjalanan terberat selama pendakian Kerinci. Tiga jam yang menguras emosi, trek pendakian semakin tertutup dengan kemiringan 60 derajat. Selama trek pendakian ini akan ditemukan 2 trek yang berbentuk seperti goa dimana kita harus jalan setengah membungkuk. Bagian paling menguji kesabaran dimana pendaki bukan hanya sekedar membawa badan mengikutin jalur, namun juga harus berfikir untuk memilih jalan. Ketika kami beristirahat di Shelter II, hujan turun yang membuat perjalanan kami ke pos selanjutnya terasa semakin berat. Kebanyakan para pendaki memilih mendirikan tenda di Shelter II. Dengan lahan yang sempit, meskipun hanya ada 3 tenda yang berdiri, shelter II sudah terlihat penuh. Akhirnya saya dan team memutuskan untuk lanjut berjalan menuju ke shelter III sembari mencari lahan kosong untuk mendirikan tenda.
 |
| Dari Shelter I sampai Shelter II akan ditemui beberaa trek berbentuk seperti goa. |
Shelter II – Shelter III (70 menit)
Setelah 40 menit berjalan dari shelter II akhirnya kami menemukan lahan untuk mendirikan tenda. Trek pendakian sudah mulai terbuka dari shelter II. Dari tenda menuju ke shelter III hanya dibutuhkan wakti 30 menit lagi
 |
| Trek paling panang dari Shekter I ke Shelter II yaitu 3 jam di warnai dengan trek seperti ini. |
Shelter III – Tugu Yuda (60 menit)
Memulai summit attack pada pukul 03.30, dingin yang menusuk tulang tidak lagi terasa ketika kami sudah berjalan 30 menit lamanya. Summit attack dengan kemiringan trek jalan 60 derajat dengan tekstur yang berpasir. Tugu Yuda adalah check point terakhir sebelum mencapai puncak. Dinamakan Tugu Yuda, karena ini adalah tempat tepat dimana dahulu ada pendaki yang hilang dan bernama Yuda.
Tugu Yuda – Puncak (90 menit)
Trek tekstur menjadi lebih berpasir, bagaimana tidak, inilah gunung berapi tertinggi di Indonesia.
 |
| Shelter III sampai Tugu Yuda jga masih tertutup. |
Dan akhirnya sampailah kami di Puncak Kerinci 3805 mdpl, sebuah pemandangan yang di luar nalar untuk dinikmati. Sebuah susunan bongkahan batu diatas lautan awan. Tampak pemandangan Danau Gunung Tujuh yang merupakan Danau Tertinggi di Asia. Pijakan puncak gunung yang langsung berbatasan dengan kawah nya yang masih aktif. Hembusan angin yang semakin kencang menerpa. Matahari kian memunculkan sinarnya, sinar hangatnya bagai mendukung kami untuk lebih lama berada di puncak menikmati alam yang tersaji.
 |
| The best team ever, akhirnya menginjakan kaki di Atap Sumatra (dari ki-ka @mrizag @meizalrossi, @her_journeys, @kadekarini, @abienugraha @Asokaremadja @kabutipis) |
Perasaan yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata kata, haru yang tidak bisa di bendung oleh mata, rasa bangga yang tidak cukup di ungkapkan oleh sebuah teriakan. Saya yang tidak pernah bermimpi untuk berada di puncak gunung akhirnya mampu berdiri di Puncak gunung berapi tertinggi di Indonesia.
 |
| Muka terlalu bahagia akhirnya bisa sampai puncak kerinci haha. |
– Meskipun Gunung Kerinci masuk ke wilayah Jambi, namun akan lebih dekat untuk terbang ke Padang.
– Dari bandara Minangkabau bisa dinlanjutkan naik damri 20.000 menuju terminal, kemudian dilanjutkan travel menuju kersik tuo sekitar 100.000 (perjalanan 9 jam)
– Pilihan lain bisa langsung minta di jemput ke Bandara dengan ongkos 140.000 (perjalanan 8 jam)
– Dari Desa Kersik Tuo menuju gerbang pendakian bisa naik mobil angkot dengan ongkos 12.000/orang, tanya saja kepada orang sekitar.
– Tiket Jakarta – Padang 650.000
– Bandara Minangkabau – Kersik Tuo 140.000
– Penginapan Paiman (2 malam) 80.000
– Makan siang di homestay Paiman 5 x 15.000 = 75.000
– Sarapan di homestay Paiman 2 x 10.000 = 20.000
– homestay – gerbang kerinci = 12.000
– Biaya porter 2hari x 250.000/hari = 500.000/orang
– Di Hutan Kerinci hampir tiap hari hujan sehingga trek selalu becek dan berlumpur. Pastikan memakai alas kaki yang mendukung.
– Perjalanan turun dari puncak akan lebih menyita emosi, karena trek yang sangat licin menukik.
– Di Desa Kersik Tuo terdapat beberapa penginapan, salah satu yang banyak di rekomendasi kan adalah homestay Paiman.
– Di Homestay Paiman di sediakan makanan di meja makan yang bisa di ambil sendiri, sekali makan 15.000/ orang dan harga untuk sarapan 10.000/orang.
– Lebih baik reservasi dulu, karena homestay Paiman ini suka penuh. Reservasi dengan Tika 085377714011
– Jika ingin di jemput di Bandara, bikin janji telfon dulu, karena tidak ada travel yang menunggu di dalam bandara. Yang kemarin saya pakai SKW Travel 0813 63399897
cheers,
kadekarini