
Kebiasaan para ibu disana menyelam untuk mencari ikan sambil merokok itu rupanya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Oleh karena itu dalam penyelenggaraan Festival Danau Sentani (FDS) 2015 yang akan digelar di Kawasan Wisata Khalkote, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, pada 19-23 Juni mendatang, atraksi aneh itu akan ditampilkan.
“Ibu-ibu disana terbiasa merokok setiap hari bahkan saat menyelam mencari ikan. Saat menyelam, bagian api dimasukkan ke dalam mulut,” ujar Bupati Jayapura Mathius Awoitauw dalam jumpa pers FDS 2015 bersama Menteri Pariwisata Arief Yahya di Gedung Sapta Pesona, kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Senin (8/6).
Menurut Mathius attraksi menjadi lebih menarik karena yang melakukan adalah ibu-ibu yang usianya sudah agak tua. “Bagi mereka itu sesuatu yang biasa karena hampir setiap hari melakukan itu, merokok sambil menyelam untuk mencari ikan. Tapi bagi wisatawan ini menjadi atraksi menarik dan unik,” akunya.
Selain merokok sambil menyelam, event FDS 2015 ini juga akan “Kita akan menampilkan keunikan lain seperti menari di atas perahu, berperang di atas perahu, dan gema tifa kolosal yang diikuti sejumlah Ondoafi.
Nanti akan ada 100 grup tari terdiri dari 24 grup Ondoafi (4 distrik) di sekitar Danau Sentani, 15 grup distrik di lingkup Kabaupaten Jayapura, 30 grup dari luar Kabupaten Jayapura, 15 grup dari Kota Jayapura, dan 16 grup dari kelompok Paguyuban.
Sejumlah kabupaten lain seperti Kabupaten Boven Digul, Kabupaten Asmat, Kabupaten Memberamo Raya, Kabupaten Yalimo, dan Kabupaten Sarmi juga akan ikut berpartisipasi meramaikan gelaran budaya tahunan ini.
FDS 2015, lanjut Mathius juga akan dimeriahkan dengan Pameran dan Pasar Produk Ekonomi meliputi Pameran Benda-Benda Budaya, Kerajinan Batu Cycloops, Aksesoris, Literatur Budaya dan Hasil-Hasil Pembangunan, serta Agenda Ketiga : Tour Wisata di Danau Sentani, Overland Tour dan Diplomatic Tour.
Disamping itu akan ada pemecahan Rekor MURI untuk Tebar Benih Nila 1 Juta Ekor, Kerja Bakti Massal 10.000 orang,Pembersihan Danau Sentani (Save Sentani Lake) dan Bursa Batu Cycloop (Save Cycloop Mountain).
Setiap FDS berlangsung, lanjut Mathius wisatawan lokal sangat antusias. ”Kalau turis lokal dipastikan selalu full, ditambah wisnus dan wismannya,” akunya.
Penyelenggaraan FDS 2015 oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura, lanjut Mathius merupakan kali kedelapan. “FDS tahun ini mengamil tema “Budayaku Sejahteraku” (My Culture My Prosperous) merupakan ekspresi dari kecintaan terhadap sesama manusia melalui penguatan karakter budaya yang diimplementasikan dalam norma kehidupan yang damai,” jelas Mathius.
Pelaksanaan FDS 2015 yang mendapat pendukungan dari Kemenpar sejak penyelenggaraan pertama tahun 2008 ini dimaksudkan untuk mempromosikan potensi seni budaya dan obyek wisata, pelestarian seni budaya dan ekosistem Kabupaten Jayapura serta untuk menggerakan ekonomi daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Kabupaten Jayapura.

Sebagai catatan Papua akan menjadi tuan rumah PON 2020. Berdasarkan instruksi presiden, lanjut Arief akses sudah harus selesai sebelum penyelenggaran event PON tersebut.









