difardhukan kepada setiap orang beriman
yaitu merupakan rukun Islam ke dua setelah syahadat. Allah Ta’ala berfirman :
الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا
DITENTUKAN WAKTUNYA atas orang orang beriman. (Q.S an Nisa’ 103)
untuk terus menerus menjaga shalatnya. Allah Ta’ala berfirman :
وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ
(peliharalah) shalat wustha dan berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan
khusyuk. (Q.S al Baqarah 238).
untuk memelihara shalat secara umum dan shalat wustha yaitu shalat ashar khususnya. Memelihara shalat adalah (1)
MENUNAIKANNYA PADA WAKTUNYA. (2) Dengan syarat syaratnya, rukun rukunnya,
khusyu’ padanya dan seluruh hal yang wajib maupun yang sunnnah.
memelihara seluruh ibadah dan juga berguna untuk melarang dari hal yang keji
dan mungkar, khususnya jika disempurnakan pemeliharaannya sebagaimana yang
diperintahkan Allah. (Kitab Tafsir Karimir Rahman).
عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ دَائِمُونَ
shalatnya. Q.S al Ma’arij 23).
daa-imuun, Syaikh as Sa’di menjelaskan : Yaitu melaksanakan shalat secara
kontinyu atau terus menerus (1) Pada waktunya, dan (2) Dan dengan memenuhi syarat syarat dan
rukunnya serta sunnah sunnah yang menyempurnakannya. (Tafsir Taisir Karimir
Rahman).
amalan yang DICINTAI ALLAH TA’ALA. Dari Abdullah bin Mas’ud
radhiyallaahu ‘anhu, dia berkata :
أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إلَى اللَّهِ ؟ قَالَ : الصَّلاةُ عَلَى وَقْتِهَا .
قُلْتُ : ثُمَّ أَيُّ ؟ قَالَ : بِرُّ الْوَالِدَيْنِ , قُلْتُ : ثُمَّ أَيُّ ؟ قَالَ : الْجِهَادُ فِي
سَبِيلِ اللَّهِ.
shallallaahu ‘alaihi wa sallam : Amal apakah yang paling dicintai Allah ?. Nabi
shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab : SHALAT PADA WAKTUNYA (dalam riwayat
lain disebutkan shalat di awal waktunya). Aku bertanya lagi : Kemudian apa ?.
Nabi menjawab : Berbakti kepada kedua orang tua. Aku bertanya lagi : Kemudian
apa ?. Nabi menjawab : Jihad di jalan Allah. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim,
dan juga yang selainnya).
Allah Ta’ala berfirman :
لِلْمُصَلِّينَ
shalat. (Yaitu) orang orang yang lalai dari shalatnya. (Q.S al Maa-uun 4-5).
mengatakan bahwa salah satu makna
MELALAIKAN SHALAT dalam ayat ini adalah : TIDAK MELAKSANAKAN SHALAT DI AWAL
WAKTU. (Tafsir Juz ‘Amma)
hadits dari Anas bin Malik bahwa yang terbiasa melalaikan shalat dari waktunya adalah orang orang orang munafik.
إذا كانت بين قرنى الشيطان قام فنقرها أربعا لا يذكر الله فيها إلا قليلا
sampai matahari terbenam di antara dua tanduk syaithan. Lalu ia
mengerjakan shalat ‘Ashar empat raka’at. Ia hanya mengingat Allah dalam
waktu yang sedikit. (H.R Imam Muslim).
Wallahu A’lam. 1957).




































![[Lirik+Terjemahan] Kagamine Len & Kagamine Rin – Ookami wa Akazukin ni Koi wo Shita (Serigala Yang Jatuh Cinta Pada Gadis Berkerudung Merah)](https://i0.wp.com/aopok.com/wp-content/uploads/2026/01/OokamiwaAkazukinniKoiwoShita.jpg?fit=400%2C400&ssl=1)
