
Saat ini saya selalu memiliki prinsip “jangan mengeluh” karena sebelumnya saya merasakan kurangnya hal positif dalam diri saya hanya karena banyak mengeluh. Mungkin bersyukur adalah jawaban yang tepat untuk anda yang masih mengeluh saat ini, ingatlah masih banyak orang yang lebih susah dari anda.
2. Menumpuk pekerjaan
Kalau dalam bahasa inggrisnya multitasking (kayaknya), salah satu kebiasaan buruk saya yang ingin menyelesaikan berbagai hal sendirian, dan itu sangat berat serta membebani diri saya sendiri. Bukannya selesai tepat waktu, hasilnya seperti yang saya rasakan di atas tadi.
3. Suudzon (perasangka buruk)
Kadang kita terlalu berfikir buruk tentang apa yang belum terjadi, hal itu adalah sesuatu yang tidak baik sama sekali. Saya pernah berasumsi bahwa bulan ini tidak akan target, dan hasilnya saya jarang membuka toko yang ternyata itulah penyebab sebenarnya kenapa saya tidak target, hanya karena pikiran negatif yang belum terjadi ckckck.
4. Terlalu percaya diri
Kadang saya merasa sudah benar, bekerja keras, dan tinggal menunggu hasilnya dalam waktu dekat. Akan tetapi ketika harapan saya tidak tercapai, kekecewaan yang mendalam hadir dalam diri saya, dan saya malah mencari kambing hitam, sedang kesalahan sebenarnya ada pada diri saya yang terlalu perfeksionis dan enggan mendapat masukan dari orang lain.
5. Mendapat informasi yang tidak penting
Saya pernah mendengar salah satu khutbah yang menjelaskan kenapa manusia di jaman sekarang mudah stres, hal ini karena peran teknologi tentunya. Banyak hal yang kita baca, dengar, dan lihat, lalu kita pikirkan dengan keras, padahal hal itu tidak penting sama sekali untuk kehidupan kita, salah satunya POLITIK!
6. Tidak punya catatan penting
Salah satu pengalaman buruk saya adalah ketika belanja produk yang kosong, dan setelah belanja masih ada produk yang lupa tidak terbeli, ternyata saya salah karena lupa mencatat sejak awal. Hal seperti ini sering dialami pengusaha kecil seperti saya yang masih menggunakan data manual yang menyusahkan.
7. Terlalu berserah diri pada teknologi canggih
Mulai dari bangun pagi kita melihat gadjet, jalan ke tempat bisnis naik kendaraan, makan maunya yang delivery, sampai hal-hal kecil sekalipun kita masih mengandalkan teknologi yang ada. Jangan salahkan kalau lama-lama otak akan lemah karena terlalu dimanjakan.
8. Menunda pekerjaan
Ada pekerjaan yang harus diselesaikan, ditunda malam harinya, pas malam harinya tunda lagi besok, dan akhirnya deadline yang menyebabkan panik dan tidak selesai, masalah lagi! Hal seperti ini sering terjadi pada karyawan, namun tak jarang terjadi pula pada pengusaha yang menjalankan bisnisnya sendiri.
9. Faktor eksternal
Saya adalah penyuka musik keras, dan anehnya ketika ada orang yang memainkan musik melayu atau dangdut, saya akan merasakan keadaan yang sangat menyebalkan dan tidak fokus. Pernah dalam suatu ketika di toko, teman memutar musik dangdut keras banget, saya benar-benar tidak fokus dan melayani pelanggan dengan kesalahan yang fatal.
10. Tidak disiplin
Siapa bilang enak kalau jadi pengusaha, bisa datang dan pulang seenak udelnya sendiri? Coba aja anda lakukan hal seperti ini (tidak disiplin waktu), pastinya lama kelamaan anda menjadi malas untuk meneruskan bisnis anda dan tentu tidak profesional.










