Perusahaan didirikan untuk membuat kontribusi terhadap masyarakat: menyatukan bakat, ide dan modal untuk mencapai sesuatu. David
Packard, salah satu pendiri Hewlett Packard, ialah salah satu pebisnis
pertama yang mengemukakan bahwa tujuan fundamental sebuah perusahaan
ialah memberikan kontribusi. “Saya
pikir banyak orang berasumsi kurang benar bahwa sebuah perusahaan
berdiri hanya untuk mencari laba. Walaupun laba merupakan hasil penting
dari didirikannya sebuah perusahaan, kita harus berpikir lebih dalam dan
menemukan alasan nyata bagi keberadaan kami. Sekelompok orang berkumpul
dan ada sebagai sebuah institusi sehingga mereka mampu mencapai sesuatu
secara bersama-sama yang tidak bisa mereka capai jika bekerja
sendiri-sendiri. Mereka mampu melakukan sesuatu yang berarti. Mereka
membuat kontribusi pada masyarakat.” Perusahaan juga semakin
banyak membuat kontribusi melalui sumbangan amal mereka dan keterlibatan
strategis mereka dengan proyek-proyek komunitas. Komitmen amal
Timberland Boot Company terhadap City Year, sebuah organisasi nirlaba
yang mengumpulkan orang-orang muda dari segala latar belakang selama
satu tahun untuk melakukan pelayanan masyarakat penuh waktu, mulai
berubah menjadi kemitraan yang lebih besar saat eksekutif perusahaan
bertemu dengan salah satu pendiri City Year. “Pertemuan tersebut
penting,” kata Ken Freitas wakil presiden pemasaran Timberland. Ia
menambahkan, karena untuk pertama kalinya kami menyadari bahwa ada
lebih dari kontribusi amal biasa di sini. Terdapat koneksi nyata.
Persamaan antara apa yang setiap perusahaan ingin lakukan dan bagaimana
tiap perusahaan merencanakan untuk mencapai visinya sangatlah
mengejutkan.” Kedua perusahaan mengembangkan sebuah kemitraan
secara terus-menerus. Timberland mensponsori acara-acara City Year dan
pegawai-pegawai Timberland sukarela bekerja untuk proyek-proyek City
Year. Para pegawai ini merasa amat bangga dalam kemitraan dengan City
Year ini dan merasakan bahwa baik pegawai dan perusahaan tengah membuat
kontribusi positif kepada masyarakat. Muhammad Yunus, pendiri
Grameen Bank, memelopori sebuah jenis bank komunitas baru yang
menawarkan pinjaman dalam jumlah sangat kecil kepada usaha-usaha kecil
di Bangladesh tanpa mewajibkan adanya jaminan pinjaman. Setiap peminjam
harus menjadi anggota dari sebuah kelompok yang terdiri dari 5 peminjam
lainnya, menciptakan tekanan antarteman terhadap individu yang menjadi
anggota dengan tidak mengecewakan kelompok secara keseluruhan dengan
melakukan kelalaian. Mayoritas besar peminjam ialah kaum wanita
dan tingkat kelalaian lebih rendah dari sistem perbankan tradisional.
Pinjaman mikro ini telah membantu ribuan usaha kecil untuk terus
beroperasi di daerah pedesaan miskin. Yunus mengenali orang-orang yang
keprihatinan utamanya dalam hidup ialah untuk membuat kontribusi kepada
masyarakat dan yang mungkin memilih untuk bekerja dalam organisasi
nirlaba. “Mereka sangat berkomitmen untuk membuat perbedaan di
dunia ini. Mereka termotivasi oleh tujuan sosial. Mereka ingin
memberikan peluang yang lebih baik dalam kehidupan kepada orang lain.
Mereka ingin mencapai tujuan melalui penciptaan/ dukungan usaha yang
berkelanjutan. Usaha mereka mungkin bisa atau tidak bisa menghasilkan
laba tetapi seperti usaha lainnya mereka tidak boleh menderita kerugian.
Mereka membuat sebuah kelas bisnis baru yang bisa digambarkan sebagai
bisnis ‘tanpa kerugian’.” Perusahaan harus menghasilkan untung
agar bisa membenarkan penggunaan modal dan untuk membuktikan
keberhasilan dan efisiensi mereka tetapi tujuan fundamental perusahaan
apapun ialah untuk memberikan kontribusi. Perusahaan semakin sering
menggunakan labanya untuk membuat kontribusi yang lebih besar kepada
masyarakat melalui donasi amalnya. Aktivitas amal ini bisa berkembang
menjadi kemitraan strategis signifikan yang melibatkan kedua perusahaan
pada banyak level. Pegawai bisa mendapatkan kepuasan tinggi karena
mengetahui bahwa perusahaan mereka memberi kontribusi kepada masyarakat
melalui kemitraan dan berpeluang untuk terlibat secara pribadi.
Orang-orang muda berbakat semakin banyak yang memilih untuk bekerja bagi
perusahaan yang bisa menunjukkan bahwa mereka membuat kontribusi.
(*/Akhlis) |