Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Berita

Kesuksesan Tidak Diukur dengan Uang

Top Bisnis by Top Bisnis
21.08.2013
Reading Time: 8 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Polisi Periksa Pelapor Timothy Ronald Terkait Dugaan Penipuan Kripto Besok

Influencer Timothy Ronald Dilaporkan ke Polisi Dugaan Penipuan Trading

Prabowo Bersyukur Indonesia Tetap Damai di Tengah Gejolak Dunia

Dalam percakapan yang telah Robert sebutkan pada permulaan bab ini, seorang lain bertanya kepada Robert, “Kalau biaya masuk ke kuadran B begitu rendah dengan bisnis pemasaran jaringan, lalu kenapa begitu sedikit orang yang berhasil mencapai puncak sistem mereka?”
Robert mengucapkan terima kasih kepadanya atas pertanyaannya dan menjawab, “Bukan cuma sedikit orang yang berhasil mencapai puncak sistem pemasaran jaringan. Puncak sistem terbuka bagi siapa saja, tidak seperti sistem korporat tradisional, yang hanya mengizinkan satu orang mencapai puncak perusahaan.” Robert kemudian terus menjelaskan penemuan Robert bahwa alasan kebanyakan orang tidak mencapai puncak adalah karena mereka berhenti terlalu cepat, walaupun puncaknya terbuka lebar.
Orang itu mengangguk, berpikir sejenak, kemudian bertanya, “Jadi kalau puncaknya terbuka lebar, apa alasan yang anda temukan dari orang-orang yang berhenti? Mengapa seseorang berhenti sebelum mencapai puncak?”
“Pertanyaan yang bagus sekali,” Robert menjawab. Robert berpikir sejenak dan kemudian perlahan-lahan memulai jawaban Robert, “Saya tahu ada banyak alasan yang berbeda mengapa orang tidak berhasil mencapai puncak bisnis pemasaran jaringan. Saya hanya dapat mengemukakan pendapat dan hasil pengamatan Saya.”
“Dan apa yang telah anda amati?” wanita muda itu bertanya.
Setelah memusatkan pikiran, Robert mulai dengan, “Kebanyakan orang hanya bergabung untuk mencari uang. Kalau mereka tidak mendapat uang dalam beberapa bulan pertama atau tahun, mereka menjadi patah semangat, berhenti, dan sering kali menyebarkan berita buruk tentang industri pemasaran jaringan. Yang lain berhenti dan mencari perusahaan dengan rancangan kompensasi yang lebih baik. Bergabung untuk mendapatkan beberapa dollar dengan cepat bukan alasan untuk masuk bisnis ini.”
“Kalau bukan untuk memperoleh uang, lalu kenapa anda menganjurkan orang untuk bergabung?” tanya siswa lain dalam kelas Robert.
“Dua alasan,” jawab Robert. “Alasan nomor satu adalah untuk membantu diri sendiri dan alasan nomor duo. adalah untuk membantu orang lain. Kalau anda bergabung hanya karena salah satu alasan, sistem itu tidak akan bekerja bagi anda.”
“Hanya satu alasan tidak cukup?” tanya seorang siswa lain. “Apa maksud anda dengan itu?” Kelas kecil itu menjadi lebih tertarik dengan cara kerja industri pemasaran jaringan.
“Tentu,” Robert menjawab. “Alasan nomor satu, untuk membantu diri sendiri, berarti anda masuk bisnis ini terutama untuk pindah kuadran. Anda ingin pindah dari E atau S ke kuadran B.”
“Kenapa begitu sulit dilakukan?” tanya seorang pria muda. “Robert mempunyai gelar universitas. Kenapa perpindahan itu sulit bagi Robert?”
“Satu lagi pertanyaan bagus,” jawab Robert. Robert terus menjelaskan tentang apa yang Robert tulis dalamย 
Nilai #1 dari buklet ini… nilai dari pendidikan yang mengubah hidup. Robert juga menjelaskan bahwa perpindahan kuadran membutuhkan perubahan secara mental, emosional, fisik, dan spiritual… dan itu sering memakan waktu lebih lama ketimbang yang dibutuhkan untuk mendapatkan gelar universitas.
Guna menjelaskan lebih lanjut, Robert terus berkata bahwa ayah kaya Robert menghabiskan waktu lebih dari 30 tahun mengajari Robert untuk berpikir seperti orang kuadran B dan I dan Robert masih belajar
untuk menjadi lebih pandai dalam kuadran-kuadran itu. “Dan itulah alasan kenapa rancangan pendidikan sebuah perusahaan pemasaran jaringan lebih penting dibanding produk dan rancangan kompensasinya,”
Robert mengakhiri.
“Jadi apa yang menyebabkan perubahan itu sulit?” siswa yang sama bertanya.
“Uang,” Robert menjawab dengan cepat. “Uang yang membuat perubahan itu sulit.”
“Apa?” siswa lain bertanya keras. “Kenapa uang membuatnya sulit kalau tidak diperlukan banyak uang untuk memulainya?”
“Karena orang-orang kuadran E dan S sejati tidak bekerja kecuali bila mereka mendapat uang. Pusat dari E dan S sejati adalah uang.”
“Dan apakah pusat seorang B atau I?” tanya siswa itu, sekarang sedikit marah terhadap Robert. “Anda bermaksud mengatakan bahwa mereka tidak bekerja untuk uang?”
“Ya, mereka bekerja untuk uang, tetapi dengan cara yang berbeda?”
Robert menjawab dengan tenang, menyadari bahwa Robert sekarang sedang membicarakan beberapa nilai inti yang sangat dalam. Bila nilai inti seseorang terganggu, kemarahan sering kali adalah produk sampingannya.
“Jadi untuk apa seorang B atau I bekerja keras?” siswa lain, seorang pria setengah baya, bertanya.
“Seorang B akan membangun atau menciptakan aset… dalam hal ini sebuah sistem usaha. Dan Robert berinvestasi dalam aset atau sistem itu.”
“Apa bedanya?” tanya seorang wanita muda.
“Kadang-kadang anda tidak mendapat uang selarna bertahun-tahun dan pada kesempatan lain anda tidak pernah mendapat uang,”
Robert menjawab dengan tenang. “Orang-orang kuadran E dan kuadran S sejati tidak akan bekerja selama bertahun-tahun tanpa mendapat bayaran… dan mereka sudah pasti tidak menyukai risiko bekerja keras selama bertahun-tahun… dengan kemungkinan tidak pernah mendapat bayaran. Itu bukan bagian dari nilai inti mereka. Risiko dan kesenangan tertunda mengganggu mereka secara emosional.”
“Kesenangan tertunda?” tanya wanita muda itu. “Robert mengerti ketakutan yang menyertai risiko, tetapi emosi apa yang ada di sekitar kesenangan tertunda?”
“Satu lagi pertanyaan bagus,” Robert menjawab dengan senyum lebar. “Itu adalah salah satu pertanyaan terpenting yang dapat anda tanyakan tentang kecerdasan emosional.”
“Kecerdasan emosional?” tanya siswa yang telah menyebutkan gelar universitasnya. “Apakah itu berbeda dengan kecerdasan akademis?”
“Sangat berbeda,” jawab Robert. “Secara umum, orang dengan kecerdasan emosional tinggi sering melakukan lebih baik dibanding mereka yang memiliki kecerdasan akademis tinggi tetapi kecerdasan emosionalnya rendah. Dan itu, sebagian, menjelaskan kenapa beberapa orang berhasil dengan baik di sekolah tetapi tidak begitu berhasil dalam dunia nyata.”
Siswa dengan gelar universitas mengacungkan tangan. “Jadi kebanyakan mahasiswa lulus kuliah dan segera mencari pekerjaan dengan gaji tinggi di kuadran E. Tetapi seseorang di kuadran B akan menginvestasikan
lebih banyak waktu untuk membangun bisnis kuadran B… dan orang itu mungkin tidak mendapat bayaran selama bertahun-tahun.
Itukah kesenangan tertunda?”
Robert menganggukkan kepala dan berkata, “Persis. Ketika Robert kembali dari Vietnam, banyak teman dan teman sekelas Robert yang menghindari wajib militer sudah memiliki karier bagus. Mereka mulai mendapat gaji yang cukup besar. Bukannya mengikuti jejak niereka, Robert meluangkan waktu bersama ayah kaya Robert, belajar membangun bisnis. Robert mengalami kesulitan keuangan di sepanjang jalan.ย 
Antara tahun 1975 dan 1985 Robert berjuang dan sering gagal. Istri Robert Kim dan Robert bahkan tidak mempunyai tempat tinggal selama tiga minggu dalam periode itu… tetapi tidak pernah kembali ke kuadran E atau S. Segala sesuatunya mulai membaik pada 1986, dan pada 1994 kami bebas secara finansial. Pada 1994, kami menjual usaha kami dan pensiun. Robert waktu itu berumur 47 dan istri Robert 37. Kami telah mencapai status jutawan, kami mempunyai investasi, dan kami telah mencapai cita-cita kebebasan finansial kami. Teman-teman sekelas Robert masih bekerja, beberapa masih berharap memperoleh penghasilan $100.000 hingga $250.000 per tahun. Itulah kekuatan dari kesenangan tertunda dan bekerja keras di kuadran B.
Membangun usaha bukanlah bekerja di sebuah pekerjaan dan berpegang teguh pada ilusi jaminan kerja. Kini kami berpenghasilan jutaan per tahun dan kami secara teknis masih tidak mempunyai pekerjaan. Kami bekerja hanya untuk membangun bisnis dan berinvestasi.”
Orang yang menyebutkan gelar universitasnya mengacungkan tangan dan berkata, “Jadi kecerdasan emosional digabungkan dengan keahlian bisnis dapat menjadi pendidikan yang jauh lebih hebat.”
Robert menganggukkan kepala dan berkata, “Keunggulan pendidikan pemasaran jaringan adalah bahwa ia memfokuskan untuk mengembangkan kecerdasan emosional, sekaligus keahlian bisnis anda.”
“Maksud anda bekerja keras untuk keuntungan jangka panjang bukan keuntungan jangka pendek,” tanya seorang siswa lain. “Itukah yang anda maksud dengan kesenangan tertunda?”
“Betul,” jawab Robert. “Dalam penelitian tentang kecerdasan emosional belum lama ini, ditemukan bahwa orang yang dapat menunda kesenangan sering memiliki hidup yang lebih baik dan lebih sukses dibanding mereka yang tidak dapat menunda kesenangan.”
“Apakah lawan kesenangan tertunda adalah kecanduan?” tanya si wanita muda.
“Itu satu contoh,” kata Robert. “Orang yang kecanduan tidak mempunyai ketahanan emosional terhadap stimulus luar tertentu. Orang yang kecanduan alkohol tidak bisa mengatakan ‘Tidak’ terhadap alkohol. Secara emosional dan fisik mereka membutuhkan zat itu, meskipun secara mental mereka mungkin mengatakan ‘Jangan minum’ kepada diri sendiri. Demikian pula dengan rokok. Anda bisa
mengatakan kepada orang yang kecanduan rokok, ‘Jangan merokok’ atau ‘Merokok bisa membunuhmu dan orang-orang di sekitarmu.’
Secara mental, itu masuk akal, tetapi secara emosional dan fisik mereka tidak bisa berhenti. Mereka tidak bisa menunda kesenangan, atau tidak mempunyai kemauan seperti yang sering disebut, bila menyangkut soal kecanduannya. Orang yang tidak memiliki kemampuan untuk menunda kesenangan, atau kecanduan, tidak bisa berhenti bila menyangkut soal makanan, seks, merokok, alkohol, TV, dan sebagainya. Kecanduan atau tidak memiliki kemampuan untuk menunda kesenangan merupakan tanda dari kecerdasan emosional yang
rendah.”
“Dan apakah uang merupakan zat yang menyebabkan kecanduan?” tanya seorang siswa lain.
“Ya… bagi banyak orang memang begitu. Bagaimana lagi anda dapat menjelaskan penyakit jiwa sekitar uang? Orang menghabiskan hidupnya untuk mengerjakan pekerjaan yang tidak mereka sukai dan berpenghasilan lebih sedikit dari yang mereka butuhkan atau inginkan.ย 
Sungguh suatu cara untuk memboroskan hidup. Orang lain merampok untuk mendapatkan uang. Berbicara tentang tingkah laku gila.
Orang lain menikah demi uang dan orang lain hidup pelit untuk mengumpulkan uang. Benar-benar merupakan tingkah laku gila menurut pendapat Robert.”
“Jadi karena itu anda mengatakan bahwa uang adalah alasan utama orang merasa sulit pindah dari kuadran E dan S ke kuadran B. Uang jugalah yang menyebabkan mereka tidak mencapai puncak sistem pemasaran jaringan. Kalau mereka tidak melihat banyak uang dalam satu atau dua tahun, mereka berhenti, bukannya terlebih dahulu secara mental, emosional, fisik, dan spiritual berpindah kuadran,” ringkas wanita muda itu. “Mereka lebih menginginkan uang daripada berpindah kuadran.”
“Tepat,” Robert menjawab dengan antusias. “Robert tidak bisa mengatakannya dengan lebih baik. Tidak semua orang setuju dengan Robert dan Robert tidak mengharapkan mereka untuk setuju, meskipun begitulah
cara Robert melihatnya.”
“Jadi itu sebabnya anda berpendapat bahwa sistem pendidikan sebuah perusahaan pemasaran jaringan begitu penting. Pendidikan emosional atau aspek kecerdasan emosional program mereka itulah
yang anda suka.”
“Betul,” jawab Robert. “Seperti Robert katakan, ayah Robert yang guru sekolah benar-benar kecanduan jaminan kerja dan gaji tetap untuk membayar tagihan-tagihan. Bila karena suatu sebab hal itu terancam,
dia tidak dapat lagi berpikir lurus. Emosinya akan terbakar dan dia akan mengatakan hal-hal seperti, ‘Kamu harus punya uang. Kamu harus membayar tagihan. Kamu tidak bisa bekerja tanpa dibayar.”‘
“Apakah dia percaya pada organisasi kemanusiaan?” tanya seorang siswa lain.
“Ya, dia percaya pada organisasi kemanusiaan dan menyumbangkan waktunya. Kedua ayah Robert adalah orang-orang yang dermawan.
Tetapi tolong jangan kacaukan organisasi kemanusiaan dan sumbangan waktu dengan membangun bisnis dan menunda imbalan finansial.
Ada perbedaan.”
“Anda mengatakan bahwa ayah anda kecanduan gaji,” kata siswa lain.
“Ya,” Robert menjawab. “Dan ketakutan tidak punya uang itu menyebabkan ayah miskin Robert memiliki nilai inti tentang jaminan kerja dan memerlukan gaji tetap di kuadran E bukannya menginvestasikan waktu guna membangun bisnis di kuadran B seperti yang dilakukan ayah kaya Robert.”
Lulusan universitas mengangkat tangannya dan berkata, “Jadi emosi seseorang dan bukan pelatihan akademis yang memisahkan kuadrankuadran itu. Apakah itu yang anda katakan?”
“Ya. Kalau anda melihat orang-orang kuadran B dan I yang paling terkenal dalam sejarah akhir-akhir ini, orang-orang seperti Henry Ford, pendiri Ford Motor Company; Thomas Edison, pendiri General Electric; Ted Turner, pendiri CNN; Bill Gates, pendiri Microsoft; dan Michael Dell, pendiri Dell Computers, anda akan memperhatikan bahwa mereka semua adalah bagian dari orang-orang ultrakaya dan mereka semua putus sekolah. Tidak satu pun dari mereka yang mempunyai gelar universitas.”
“Apakah maksud anda tidak perlu sekolah?” lulusan universitas mempertanyakan.
“Tidak… tentu saja tidak. Pendidikan formal lebih penting saat ini daripada sebelumnya. Tetapi Robert ingin mengatakan bahwa bagi orang yang ingin menjadi seorang wiraswasta seperti Bill Gates atau Michael Dell atau Anita Roddick yang terkenal dengan Body Shopnya, banyak perusahaan pemasaran jaringan memberikan pendidikan yang tidak diberikan oleh sekolah tradisional. Yaitu pendidikan mental,
emosional, fisik, dan spiritual dari kuadran B dan I.”
Sumber :
Buku : Rich Dad Poor Dad
Penulis : Robert T. Kiyosaki
ADVERTISEMENT
Tags: BelajarBisnisCaraInformasiPeluangPeluang UsahaSeputar BisnisTipsUsahaWawasan
ShareTweetPin
Top Bisnis

Top Bisnis

Related Posts

Polisi Periksa Pelapor Timothy Ronald Terkait Dugaan Penipuan Kripto Besok
Berita

Polisi Periksa Pelapor Timothy Ronald Terkait Dugaan Penipuan Kripto Besok

12.01.2026
Influencer Timothy Ronald Dilaporkan ke Polisi Dugaan Penipuan Trading
Berita

Influencer Timothy Ronald Dilaporkan ke Polisi Dugaan Penipuan Trading

12.01.2026
Prabowo Bersyukur Indonesia Tetap Damai di Tengah Gejolak Dunia
Berita

Prabowo Bersyukur Indonesia Tetap Damai di Tengah Gejolak Dunia

05.01.2026
Klaim Nabi Nuh Modern dari Ghana: Ramalan Banjir Tiga Tahun Mulai Natal dan Kontroversi Bahtera Akhir Zaman
Dunia

Klaim Nabi Nuh Modern dari Ghana: Ramalan Banjir Tiga Tahun Mulai Natal dan Kontroversi Bahtera Akhir Zaman

14.12.2025
Daftar Bansos yang Cair 8โ€“25 Desember 2025: BLT Kesra Rp900 Ribu, PKH, BPNT, PIP, dan Aturan Baru KPM Tidak Lagi Dapat Bantuan
Berita

Daftar Bansos yang Cair 8โ€“25 Desember 2025: BLT Kesra Rp900 Ribu, PKH, BPNT, PIP, dan Aturan Baru KPM Tidak Lagi Dapat Bantuan

07.12.2025
BNPB Ungkap 867 Korban Meninggal dan 521 Hilang Akibat Bencana di Sumatera: Upaya Pencarian Terus Ditingkatkan
Berita

BNPB Ungkap 867 Korban Meninggal dan 521 Hilang Akibat Bencana di Sumatera: Upaya Pencarian Terus Ditingkatkan

05.12.2025
Next Post
Kumpulan Nama-Nama Bayi Islam – Perempuan dan Laki-laki

Kumpulan Nama-Nama Bayi Islam - Perempuan dan Laki-laki

Shang Palace

Iklan

Recommended Stories

Benteng dan pelabuhan Jakarta di abad ke-19

26.08.2013
Reog Ponorogo: Asal-usul, Filosofi, Hingga Kesenian Budaya yang Erat Dengan Unsur Mistik

Reog Ponorogo: Asal-usul, Filosofi, Hingga Kesenian Budaya yang Erat Dengan Unsur Mistik

10.03.2021

Valuasi Indeks Saham Indonesia Terlalu Tinggi?

22.05.2013

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE ยป

Terkini

Hayati Kamelia Bantah Cekcok dengan Irish Bella di Medsos: Kenal Saja Enggak

Hayati Kamelia Bantah Cekcok dengan Irish Bella di Medsos: Kenal Saja Enggak

23.01.2026
Insanul Fahmi Akhirnya Minta Maaf pada Wardatina Mawa, Akui Khilaf Lakukan Poligami

Insanul Fahmi Akhirnya Minta Maaf pada Wardatina Mawa, Akui Khilaf Lakukan Poligami

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?