ADVERTISEMENT

Tidak banyak dari kita yang memiliki
ide untuk memanfaatkan kaleng bekas untuk menjadi produk bermanfaat. Padahal
dengan kreativitas dan ketelatenan, kaleng bekas bisa disulap menjadi benda
berguna bahkan mendatangkan uang.
Adalah Kusnudin, yang memiliki ide ini dari ketidaksengajaan. Kala itu, kotak
kunci mobil angkot dilubangi tikus. Lalu bapak dua anak ini menutupnya dengan
kaleng bekas. ”Pagi harinya sudah seperti ini,” katanya sambil menunjukkan
kaleng itu menyerupai guntingan gigi sisir.
Dari kejadian itulah, suami Rini Suariyah itu terinspirasi membuat kerajinan
dari kaleng bekas. Tidak ada bekal khusus yang dimilikinya untuk memulai usaha
tersebut. Sebelum merintis usaha itu, ia bekerja sebagai supir angkot. Di
rumahnya yang sekaligus bengkel kerja di Desa Pungangan Kecamatan Salaman,
Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, ia membuat berbagai patung hewan dari kaleng
bekas. Diantaranya berbagai macam unggas hingga macan.
Mendaur ulang kaleng bekas menjadi karya kreatif tidak terlalu sulit. Kaleng
yang digunakan Kusnudin sebagai bahan dasar adalah kaleng tiner dan oli, karena
memiliki ketebalan 0,2 mm. Kaleng-kelang bekas ini dibelinya dari pemulung.
Proses pembuatan kerajinan dimulai dari kaleng dicuci dengan air, selanjutnya
kaleng yang telah bersih dipotong sepanjang 20-40 cm. Lembaran potongan kaleng
ini digunting menggunakan tang, hingga menyerupai gigi sisir. ”Setelah itu,
satu per satu guntingan kaleng ini diplintir pakai tang sebanyak empat kali.”
Tiap patung dari kaleng bekas ini dijual berkisar antara Rp100.000 hingga Rp26
juta per biji. Saat ini pesanan terus mengalir ke Kusnudin. (*/SM)
ide untuk memanfaatkan kaleng bekas untuk menjadi produk bermanfaat. Padahal
dengan kreativitas dan ketelatenan, kaleng bekas bisa disulap menjadi benda
berguna bahkan mendatangkan uang.
Adalah Kusnudin, yang memiliki ide ini dari ketidaksengajaan. Kala itu, kotak
kunci mobil angkot dilubangi tikus. Lalu bapak dua anak ini menutupnya dengan
kaleng bekas. ”Pagi harinya sudah seperti ini,” katanya sambil menunjukkan
kaleng itu menyerupai guntingan gigi sisir.
Dari kejadian itulah, suami Rini Suariyah itu terinspirasi membuat kerajinan
dari kaleng bekas. Tidak ada bekal khusus yang dimilikinya untuk memulai usaha
tersebut. Sebelum merintis usaha itu, ia bekerja sebagai supir angkot. Di
rumahnya yang sekaligus bengkel kerja di Desa Pungangan Kecamatan Salaman,
Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, ia membuat berbagai patung hewan dari kaleng
bekas. Diantaranya berbagai macam unggas hingga macan.
Mendaur ulang kaleng bekas menjadi karya kreatif tidak terlalu sulit. Kaleng
yang digunakan Kusnudin sebagai bahan dasar adalah kaleng tiner dan oli, karena
memiliki ketebalan 0,2 mm. Kaleng-kelang bekas ini dibelinya dari pemulung.
Proses pembuatan kerajinan dimulai dari kaleng dicuci dengan air, selanjutnya
kaleng yang telah bersih dipotong sepanjang 20-40 cm. Lembaran potongan kaleng
ini digunting menggunakan tang, hingga menyerupai gigi sisir. ”Setelah itu,
satu per satu guntingan kaleng ini diplintir pakai tang sebanyak empat kali.”
Tiap patung dari kaleng bekas ini dijual berkisar antara Rp100.000 hingga Rp26
juta per biji. Saat ini pesanan terus mengalir ke Kusnudin. (*/SM)
Sumber : ciputraentreprenuerchip.com










