Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) MaxOne Hotels Dharmahusada Surabaya

kuliah Hygiene & Sanitation Perhotelan yang dibimbing Hardhita
Kusdharyanto M.Par., 20-an mahasiswa Pastry
Akpar Majapahit Kelas Siang mengunjungi Instalasi Pengelolaan Air Limbah
(IPAL) MaxOne Hotels Dharmahusada Surabaya, Senin (25/03/2019) siang.

Majapahit Kelas Siang ke IPAL Arthotel siang itu, di dampingi Dosen Pengajar Hygiene & Sanitation Perhotelan Akpar
Majapahit Hardhita Kusdharyanto M.Par., M. Yusuf Bashori (Dosen Housekeeping) dan Kaprodi D3 Perhotelan
Akpar Majapahit R. Paulus W. Soetrisno M.Par.
Akpar Majapahit, Gedung Graha Tristar Jl. Raya Jemursari No. 244 Surabaya ke
IPAL MaxOne Hotels Jl. Dharmahusada No. 189 Surabaya memakan waktu sekitar 60
menit.

mahasiswa itu disambut oleh Executive Chef MaxOne Hotels Dharmahusada
Surabaya Hernanto, Chief Engineering Yudi
Iswanto dan Food & Beverage Manager (FBM)
Bayu Prasetia Permana.
diajak ke ruang pertemuan (Meeting Room)
untuk mendapatkan penjelasan seputar General
Sanitation dari Chief Engineering Yudi Iswanto, yang
menitikberatkan pada manfaat dari keberadaan fasilitas IPAL dari sebuah
industri perhotelan. IPAL di sebuah hotel merupakan kewajiban yang harus
dipenuhi pengelola hotel demi menciptakan lingkungan hotel yang bersih dan
sehat dari aspek sanitation-nya.

saluran kota, maka limbah cair dari kitchen
itu diproses lebih dulu di grease
trap –fungsinya untuk menyaring endapan minyak dan lemak— sebelum limbah
cair itu diproses lebih lanjjut di fasilutas IPAL, sehingga buangan air dari
hotel betul-betul aman bagi lingkungan atau tidak mencemari lingkungan
sekitarnya.
dengan sistem biologi tanpa bahan kimia apapun dengan memanfaatkan lumpur
bakteri aerob. Hasil dari proses pengolahan limbah industri itu kemudian airnya
dialirkan ke sungai (saluran kota) tanpa takut mencemari lingkungan.

itu dialirkan ke saluran kota, dipantau setiap harinya oleh staf dari Engineering Department dan sebulan sekali diperiksa oleh tim analis
laboratorium dari Dinas Lingkungan Kota Surabaya berdasarkan kadar BOD dan
COD-nya.
proses pengolahan limbah industri itu juga bisa dimanfaatkan untuk memelihara
ikan, menyiram tanaman hias di sekitar area hotel bintang tiga plus tersebut,”
terang Yudi Iswanto kepada mahasiswa Pastry Class Akpar Majapahit saat melihat
fasilitas IPAL MaxOne Hotels Dharmahusada Surabaya, Senin (25/03/2019) siang.

Hotels Dharmahusada juga menghasilkan limbah padat yang masuk kategori limbah
Bahan Berbahaya (B2) yang sulit terurai seperti kaca, keramik dan plastik.
Limbah padat dari hotel itu kemudian diproses lebih lanjut oleh pihak ketiga
sesuai arahan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan Kota Surabaya.
Dampak Lingkungan (AMDAL), pendirian hotel baru di sebuah kawasan, salah satu
syaratnya adalah menyediakan unit fasilitas pengelolaan limbah rumah tangga
(limbah domestik), ijin gangguan atau HO (Hidden
Ordonantie) dan sederet perijinan lainnya.

menurut versi Depkes RI 2004, adalah upaya kesehatan dengan cara memelihara dan
melindungi kebersihan lingkungan dan subyeknya, misalnya menyediakan air bersih
untuk keperluan mencuci tangan, menyediakan tempat sampah agar tidak dibuang
sembarangan.
mencegah penyakit menular, mencegah kecelakaan (kerja), mencegah timbulnya bau
tak sedap, menghindari pencemaran lingkungan dan menciptakan lingkungan menjadi
sehat,

mencegah penyakit menular, mencegah kecelakaan (kerja), mencegah timbulnya bau
tak sedap, menghindari pencemaran lingkungan dan menciptakan lingkungan menjadi
sehat, bersih dan nyaman.
sejak awal berdirinya sudah memanfaatkan suplai air bersih dari PDAM Surya
Sembada Kota Surabaya untuk kamar mandi hotel, kitchen maupun public area
hotel tersebut. Air bersih dari PDAM dipompa ke rooftop untuk ditandon. Tandon air bersih itu berkapasitas tiga
kali lipat dari kebutuhan harian guna mengantisipasi suplai air PDAM mengecil.

Dharmahusada Hernanto, berbagi ilmu seputar Food
Hygiene Knowledge terutama aspek Hazard Analysis Critical Control & Point (HACCP) dengan 20-an mahasiswa D3 Perhotelan Akpar Majapahit
Pastry Class, di Remo Meeting Room Lantai 2.
yang bekerja di kitchen hotel.
Sasarannya adalah food safety dari
bahaya jamur, bakteri penyebab penyakit hingga pestisida dan lain-lain agar jangan
sampai masuk dapur hotel. Dengan dasar
itu, hygiene dibedakan tiga yakni personal hygiene, equipment hygiene dan venue
hygiene.


hygiene lebih menitikberatkan pada body
language, uniform accessories &
always be happy. Makanya bagi kru kitchen
sudah dibiasakan mengenal red cutting
board (daging sapi atau beef, lamb etc.), blue (sari laut), green
(sayur dan buah-buahan), white
(bahan-bahan yang ready to eat), yellow (kelompok unggas) dan brown (fibre & wooden).
kru kitchen sadar terhadap pentingnya
menjaga kebersihan lingkungan dapur berikut bahan-bahan dan peralatannya diupayakan
selalu bersih dan steril dari kuman penyakit maupun kotoran yang membahayakan kesehatan.


20-an mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit Pastry Class, siang itu juga
diajak menikmati jamuan makan siang ala prasmanan di café &
resto yang satu kompleks dengan lobi hotel bintang tiga tersebut.


Akpar Majapahit di Graha Tristar maupun di luar kampus, silakan menghubungi Tim Marketing Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp.
(031) 8433224-25, sekarang juga. (ahn)






































