Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Arthotel Surabaya

kuliah Hygiene & Sanitation Perhotelan yang diasuh oleh Hardhita
Kusdharyanto M.Par., 14 mahasiswa D3
Prodi Perhotelan Akpar Majapahit Pastry Class mengunjungi Instalasi
Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Arthotel Jl Dr Soetomo No. 79-81 Surabaya, Jumat
(26/10/2018) petang.

Perhotelan Akpar Majapahit Pastry Class ke IPAL Arthotel sore itu, di dampingi Dosen
Hygiene & Sanitation Perhotelan Akpar
Majapahit Hardhita Kusdharyanto M.Par dan Kaprodi D3 Perhotelan Akpar Majapahit
R. Paulus W. Soetrisno M.Par.
Akpar Majapahit, Gedung Graha Tristar Jl. Raya Jemursari No. 244 Surabaya ke
IPAL Arthotel Surabaya memakan waktu sekitar 45 menit. Sesampai di tempat
tujuan, rombongan mahasiswa itu disambut oleh General Manager (GM) Arthotel
Eggy Rigata, Head Chef Andri Eko
(Andreas), Engineering Manager Aries Mujiono dan Sales Executive Monica.
Executive Arthotel, Monica, rombongan mahasiswa itu kemudian diajak ke
ruang pertemuan (Meeting Room) untuk
mendapatkan penjelasan seputar General
Sanitation dari Engineering Manager
Aries Mujiono, yang menitikberatkan pada manfaat dari keberadaan fasilitas IPAL
dari sebuah industri perhotelan. IPAL di sebuah hotel merupakan kewajiban yang
harus dipenuhi pengelola hotel demi menciptakan lingkungan hotel yang bersih
dan sehat dari aspek sanitation-nya.
saluran kota, maka limbah cair dari kitchen
itu diproses lebih dulu di grease
trap –fungsinya untuk menyaring endapan minyak dan lemak— sebelum limbah
cair itu diproses lebih lanjjut di fasilutas IPAL, sehingga buangan air dari
hotel betul-betul aman bagi lingkungan atau tidak mencemari lingkungan
sekitarnya.
dengan sistem biologi tanpa bahan kimia apapun dengan memanfaatkan lumpur
bakteri aerob. Hasil dari proses pengolahan limbah industri itu kemudian airnya
dialirkan ke sungai (saluran kota) tanpa takut mencemari lingkungan.
itu dialirkan ke saluran kota, dipantau setiap harinya oleh staf dari Engineering Department dan sebulan sekali diperiksa oleh tim analis
laboratorium dari Dinas Lingkungan Kota Surabaya berdasarkan kadar BOD dan
COD-nya.
proses pengolahan limbah industri itu juga bisa dimanfaatkan untuk memelihara
ikan, menyiram tanaman hias di sekitar area hotel bintang tiga plus tersebut,” terang Aries Mujiono kepada mahasiswa Akpar
Majapahit saat melihat fasilitas IPAL Arthotel, Jumat (26/10/2018) malam.
Hotels juga menghasilkan limbah padat yang masuk kategori limbah Bahan
Berbahaya (B2) yang sulit terurai seperti kaca, keramik dan plastik. Limbah
padat dari hotel itu kemudian diproses lebih lanjut oleh pihak ketiga sesuai
arahan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan Kota Surabaya.
Dampak Lingkungan (AMDAL), pendirian hotel baru di sebuah kawasan, salah satu
syaratnya adalah menyediakan unit fasilitas pengelolaan limbah rumah tangga
(limbah domestik), ijin gangguan atau HO (Hidden
Ordonantie) dan sederet perijinan lainnya.
sanitasi menurut versi Depkes RI 2004, adalah upaya kesehatan dengan cara
memelihara dan melindungi kebersihan lingkungan dan subyeknya, misalnya
menyediakan air bersih untuk keperluan mencuci tangan, menyediakan tempat
sampah agar tidak dibuang sembarangan.
mencegah penyakit menular, mencegah kecelakaan (kerja), mencegah timbulnya bau
tak sedap, menghindari pencemaran lingkungan dan menciptakan lingkungan menjadi
sehat,
mencegah penyakit menular, mencegah kecelakaan (kerja), mencegah timbulnya bau
tak sedap, menghindari pencemaran lingkungan dan menciptakan lingkungan menjadi
sehat, bersih dan nyaman.
sejak awal berdirinya sudah memanfaatkan suplai air bersih dari PDAM Surya
Sembada Kota Surabaya untuk kamar mandi hotel, kitchen maupun public area
hotel tersebut. Air bersih dari PDAM dipompa ke rooftop untuk ditandon. Tandon air bersih itu berkapasitas tiga
kali lipat dari kebutuhan harian guna mengantisipasi suplai air PDAM mengecil.
akrab disapa Chef Andreas, berbagi
ilmu seputar Food Hygiene Knowledge terutama aspek Hazard Analysis Critical Control & Point (HACCP)
dengan mahasiswa D3 Perhotelan Akpar Majapahit Pastry Class.
yang bekerja di kitchen hotel.
Sasarannya adalah food safety dari
bahaya jamur, bakteri penyebab penyakit hingga pestisida dan lain-lain agar jangan
sampai masuk dapur hotel. Dengan dasar
itu, hygiene dibedakan tiga yakni personal hygiene, equipment hygiene dan venue
hygiene.
hygiene lebih menitikberatkan pada body
language, uniform accessories &
always be happy. Makanya bagi kru kitchen
sudah dibiasakan mengenal red cutting
board (daging sapi atau beef, lamb etc), blue (sari laut), green
(sayur dan buah-buahan), white
(bahan-bahan yang ready to eat), yellow (kelompok unggas) dan brown (fibre & wooden).
kru kitchen sadar terhadap pentingnya
menjaga kebersihan lingkungan dapur berikut bahan-bahan dan peralatannya diupayakan
selalu bersih dan steril dari kuman penyakit maupun kotoran yang membahayakan kesehatan.
mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit Pastry Class, malam itu juga diajak
menikmati jamuan makan malam ala prasmanan dan hiburan live music di Arthotel Restaurant.
Akpar Majapahit di Graha Tristar maupun di luar kampus, silakan menghubungi Tim Marketing Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp.
(031) 8433224-25, sekarang juga. (ahn)







































