ADVERTISEMENT

Cake ini tentu saja bukan makanan para setan (devil), lebih tepat jika dijuluki ambrosia – makanan para dewa – saking lezatnya. Menurut sejarah, devil’s food cake diperkenalkan pertama kali di Amerika Serikat bagian Selatan. Nama devil yang cukup provoktif ini diberikan karena dulunya cake ini berwarna kemerahan. Banyak yang salah kaprah mengira, warna merah kecoklatan tersebut terjadi karena reaksi antara baking soda dengan bubuk coklat yang digunakan. Walaupun bubuk coklat memang mengandung pigmen merah tanaman, namun penggunaannya sangat kecil sekali dan reaksi yang terjadi juga tidak mampu menghasilkan warna coklat kemerahan yang pekat. Akibatnya, pada awal cake ini diperkenalkan, banyak yang menambahkan pewarna merah ke dalam adonan agar berwarna merah seperti pada cake versi tradisionalnya sehingga sesuai dengan nama devil yang disandangnya. Saat ini devil’s food cake dibuat dengan komposisi coklat dan lemak yang lebih banyak dibandingkan dengan cake coklat biasa. Setelah pemanggangan cake akan berwarna coklat gelap dengan rasa yang lembut, cake juga dilengkapi dengan frosting coklat sebagai topping-nya.

Klik untuk baca selanjutnya…











