
Masnya yang minta ambulance jemput
Mbaknya di lab jahit karena ‘Yang … aku sakit perut’? Nah ini ada
kelanjutannya …
Exhibition, manekin yang dipinjam wajib dikembalikan ke gudang di gedung CADL.
Karena diantara kita nggak ada yang bawa mobil, jadilah manekin-manekin
tersebut diangkut mandiri dari gedung Creative Center Timur ke gedung CADL
dengan berjalan kaki, dengan gembolan properti exhibition di tangan satunya lagi.
yang waktu itu tea dengan manekin se-lift–eun.
Kenapa sih kamu mau-maunya ngerjain kaya gini!”
bukan mereka aja sih yang bawa manekinnya sendiri kesini?!”
sekalian Yang … kita kan ada mobil …”
ngebenerin letak manekin yang dikeluarin Masnya dari lift.
tuh ya … kebiasaan banget!
ada salahnya dong Yang… bantuin temen…”
… baik banget nih si Mbaknya … kaporit Minceu! 💘
kita ini capek?!”
lift-nya tertutup …
…”
terbuka, muncul temennya yang lain dengan manekin yang juga se-lift–eun.
manekin dari lift, estafet.
tergesa-gesa.
Masnya … Nggak tahu deh siapa yang masukin ke gudang, tapi kayanya temennya
yang di lift sebelah.
lift …
diceritain gimana pecyahnya isi lift 😂😂😂
keberatan dengan sikap si Mbaknya yang tenggang rasa, mau dititipin manekin
sementara temen-temen yang lain bongkar properti exhibition. Sementara si Mbaknya mikir nggak ada salahnya bantuin
temen toh kita ada fasilitas (mobil).
bantuin mereka, Cuma nggak enak aja … bisi
dikira ikut campur 😇 Nggak ngerti juga kenapa malah kita yang salting dan
malu sendiri sementara mereka nggak. Bisa dibayangin ya … Udah sore,
gedungnya lagi sepi, Masnya ngomongnya sambil teriak sementara Mbaknya kalem.
Iya sih, serasa dunia milik berdua, da kita (+bapak-bapak yang bertugas) mah
Cuma penonton 📺
masing-masing “Ya Allah jauhkanlah hamba dari roller coaster relationship kaya barusan” 🙏
story-in …” 😼😶








































