
Terkadang perjalanan panjang dapat mempertemukan kita dengan hal-hal yang baru dan menarik untuk ditelusuri. Menjelajah air terjun misalnya. Bila dilihat dari keberadaannya memerlukan tenaga dan semangat ekstra untuk bisa menjumpainya. Kota Padang masih menyimpan sejumlah air terjun yang pesonanya memikat para petualangan.
![]() |
| sejumlah pengunjung yang menikmati keindahan air terjun |
administrasi berada di kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota
Padang yang memiliki potensi alam yang luar biasa memikat. Meski berada jauh dari pusat kota, tapi menjadi salah satu pilihan bagi
masyarakat sekitar untuk wisata pemandian alam, karena memiliki sungai dengan lubuak
(kolam) yang asik untuk bermain air. Di sini juga menjadi tempat untuk bermain mobil
offroad dan motor trail.
air terjun di Sungai Bangek ini dan perjalanan kali ini telah mengantarkan saya
melihat keindahan air terjun tersebut. Namanya Air Terjun Lubuak Ngalauan atau Sarasah
Lubuak Rantiang. Saya sudah lama berniat untuk berkunjung ke tempat ini dan sudah meminta
jauh-jauh hari kepada Farhan (@farhan8096) untuk menjadi guide ketika menuju lokasinya.
![]() |
| saya berpose berlatarkan air terjun dan kolam yang dihiasi bebatuan sekelilingnya |
ke jalan By Pass untuk menjemput kedua temannya.
![]() |
| Putri yang berpose |
kampus IAIN Imam Bonjol baru yang jalannya masih berbatu, kemudian belok ke
kiri dan turun menyusuri tepian sungai yang ada di sebalah kirinya.
![]() |
| Suasana perjalanan menuju air terjun Lubuak Ngalauan |
tidak sulit, tinggal mengikuti jalan menuju tempat pemandian umum atau
pembibitan ikan. Hanya saja kondisi jalan masih berbatu. Akhirnya sampai di
lokasi tempat penitipan kendaraan di warung milik warga yang bernama Pondok
Subangek.
ada yang mudah untuk mencapai lokasi air terjun yang berada di pedalaman hutan
dan di perbukitan. Biasanya hanya dapat dilalui dengan treking. Kecuali Air
Terjun Lembah Anai yang berada di tepi jalan. Hehe
![]() |
| Mentari yang sangat terik dan sekumpulan awan tipis menghiasi perjalanan |
berjalan melintasi sungai, kemudian treking melawati perkebunan masyarakat dan
kembali menyeberang sungai. Diteruskan menyusuri badan sungai yang penuh
bebatuan. Aliran air tidak deras dan dalam. Matahari persis berada di atas
kepala. Begitu terik dan menyengat di kulit. Keringat bercucuran dan otomatis
kulit menjadi belang-belang, tapi kami masih semangat, karena parjalanan ini
masih panjang. Haha
![]() |
| Akses jalan setapak melewati rumput ilalang dan menembus hutan |
bertemu dengan dua rombongan yang memiliki misi yang sama untuk menuju air terjun. Satu
rombongan ternyata teman instagram saya yakni @ardiansyahmohammad dan @hidayadyad .
bersua, hanya berinteraksi melalui media sosial saja dan di tempat ini kami
bertatap muka. Lagi-lagi karena Instagram bertemu rekan-rekan yang luar biasa. Rombongan
lainnya berupa keluarga besar yang sepertinya pergi piknik ke alam bebas. Luar biasa.
![]() |
| Lubuak Batu Kudo |
masuk ke dalam hutan. Aksesnya sudah ada, hanya jalan setapak yang lebarnya
tidak lebih dari 50 cm. Selama perjalanan akan menaiki dan menuruni bukit
dengan jalur yang kiri kanannya penuh ilalang tinggi dan area hutan tropis yang
lembab.
tepian sungai melewati bebatuan dan harus kembali menyeberang aliran sungai. Kepala arak rombongan, Farhan sudah
mengingatkan ketika jalan masuk ke hutan hati-hati dengan Pacet dan kemudian semua agak panik melihat kakinya masing-masing.
![]() |
| Keindahan air terjun yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata |
Lubuak Batu Kudo saya mencoba memeriksa badan dan kaki mana tahu ada pacet yang
sedang mengisap darah saya. Ternyata benar, terpaksa saya mendonorkan darah
untuk satu pacet ini. Kaki ini masih terus melangkah
mengikuti jalur setapak yang ada. Sinar mentari kian terik. Tersadar kalau perut
ini belum diisi sedari pagi dan kini sedang berada di tengah hutan.
bisa bersabar dan meneguk air mineral saja, sebab tidak membawa bekal makanan. Modal
niat saja. Harus kuat sampai lokasi. Mana tahukan di sana ada Rumah Makan Padang.
Eh, Kalau dipikir mau cari makan ke mana di tengah hutan? Hahaha
![]() |
| Penampakan air terjun Lubuak Ngalauan |
![]() |
| Salah satu lubuak (kolam) dekat air terjun |
ketika melihat deburan air yang jatuh dari ketinggian. Air
terjunnya luar biasa dingin dan jernih. Menyegarkan sekali, sangat asik untuk
bermain air, berenang atau yang suka tantangan bisa loncat dari ketinggian
(cliff jumping), karena memilik lubuak (kolam) yang luas sangat luas dan sangat
dalam sekali.
dalam dan sedang mengunakan rotan yang membentang panjang di sekitar kolamnya. Hati-hati
bebatuan di sini sangat licin. Kali ini saya tidak bermain air, hanya menikmati
keindahannya saja.
![]() |
| Air terjun dan kolam yang berwarna hijau lumut |
ke air terjun itu harus basah-basah. Seperti yang dialami Tulus. Belum siap
untuk bermain air, dia sudah terpeleset dan basah semuanya. Banyak cerita
menarik yang tidak bisa sepenuhnya saya ceritakan di sini. Tentunya sangat seru dan menjadi pengalaman yang berharga telah diberi kesempatan ke tempat secantik ini.
Air terjun Nyarai Lubuk Alung yang berwarna hijau lumut dan hijau tosca,
tergantung kondisi cahaya di sekitarnya. Terdapat dua tingkat aliran air jatuhnya yang
ketinggiannya lebih dari 6 meter, berpagar batuan granit besar.
![]() |
| Bebatuan besar menjadi dinding air terjun menambah keindahan. |
dan berada di dalam hutan. Kata Tulus mah, hutannya melontarkan aroma sejuk. Namun,
masih saja ada pengunjung yang membuang sampah plastik sembarangan dan tidak
terelakan aksi vandalisme pada bebatuan di sekitar air terjun yang tentunya merusak keindahan.
tidak akan pernah ada puasnya. Namun, mengingat perjalanan pulang yang cukup
panjang dan waktu kian sore, akhirnya jelajah nagari awak kali ini usai. Kami semua
menepi dari aliran sungai dan berjalan kembali pulang dengan rute yang sama. Perjalanan hari ini memang luar biasa. Alam mengajarkan
banyak hal dan mempertemukan kita dengan siapa saja. Itu patut disyukuri.
![]() |
| Abang Anjes bersiap-siap untuk meloncat ke dalam kolam |
![]() |
| Panorama air terjun dari kejauhan |
sungai dekat tempat menitipkan motor sangat ramai dikunjungi oleh masyarakat, terutama sore hari. Ada yang sekedar mandi-mandi, belajar renang, mencuci kendaraan atau tikar di
rumah hingga tempat berendam kerbau. Wisata murah meriah dan menyenangkan.
memikat. Wajar, bagi penikmat alam akan mencoba mengunjunginya dan melihat
secara langsung keindahannya, karena keberadaannya yang masih tersembunyi dan
berpotensi dikembangkan menjadi destinasi alam dengan minat khusus. Yuk terus jelajah nagari awak.
![]() |
| Putri dan Dian yang meikmati suasana air terjun |
![]() |
| Amel sedang bergaya di dalam kolam |
![]() |
| Tulus sedang mengabadikan dirinya berlatarkan keindahan air terjun Lubuak Ngaluan |
![]() |
| Pose andalan saya ketika menjelajah ke alam dengan tampak belakang |
![]() |
| Imam sedang bersantai mengunakan pelampung yang berasal dari ban bekas |
![]() |
| Tim Jelajah NagariAwak edisi air terjun Lubuak Ngalauan |
**semua foto ini merupakan koleksi pribadi
























































![[Lirik+Terjemahan] AKB48 – Sakki Made wa Ice Tea (Hingga Tadi Adalah Es Teh)](https://i0.wp.com/aopok.com/wp-content/uploads/2026/01/AKB48-KuchibiruniMyBaby.jpg?fit=400%2C400&ssl=1)
