![]() |
| Peta sederhana Topografi Desa Kalirancang |
Judulnya ngeri ya pak/bu/mas/mbak? Bukan
ngeri sebenernya atau menakut-nakuti, saya memang disini ingin memberikan informasi sebenarnya. Sehingga
masyarakat Kalirancang menjadi peka terhadap bencana alam terutama tanah
longsor di sekitar lingkungannya. Tentunya masih ada banyak alasan lain yang membuat saya menulis judul
demikian.
tanah yang dikeluarkan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)
menempatkan Desa Kalirancang di wilayah dengan zona pergerakan tanah menengah
hingga tinggi. Kondisi geografis Desa Kalirancang yang berada di lembah dan perbukitan
utara Kebumen membuat lahan di wilayahnya memiliki lereng terjal. Lereng terjal adalah salah
satu ‘peran utama’ bencana tanah longsor. Meski demikian hanya sebagian besar
wilayah Desa Kalirancang masuk zona pergerakan tanah menengah lainnya masuk zona rendah. Sedangkan zona gerakan
tanah tinggi berada di sepanjang lereng barat laut Bukit Pagerijo atau diatas
Dusun Kedungsemut Wetan hingga Gupit.
![]() |
| Tanah longsor yang menutupi jalan di Dusun Kedungsemut Kulon |
Disitulah PVMBG
memberikan warna merah yang artinya disitulah wilayah yang rawan pergerakan
tanah tinggi. Hal itu didasarkan dengan kemiringan lahan diwilayah itu yang
melebhi 50 derajat, termasuk agak terjal. Beruntung komposisi tanah di Desa
Kalirancang tidak memiliki tanah lempung berketebalan tinggi. Ingat, tanah
lempung adalah media gelincir yang mengakibatkan tanah longsor apling manjurrrrr.
tempat lainnnya yang rawan longsor adalah di lembah lembah kecil seperti Dusun
Kalisetra yang memiliki struktus lahan terasiring membentuk pola ‘V’ dengan sungai ditengah lembah.
Beberapa kejadian tanah longsor kecil pernah terjadi di Dusun Kalisetra yang padat penduduk. Titik lainya ada di lereng
utara Bukit Sanggar yang memanjang sepanjang jalan dari Gardu Dusun Kalisinan hingga Dusun
Kalikudu Lor dan melintasi sekitar Pemandian Air Panas Krakal. Tanah dan batuan
yang tersusun adalah tuff (Endapan abu gunung berapi) dan napal yang
rapuh. Kemiringannya pun sangat terjal terutama di Dusun Kalisinan. Longsor telah terjadi di wilayah ini tepat pada tebing diatas gardu pos ronda Dusun Kalisinan yang mengakibatkan ,aterialnya mengalir ke jalan raya dan jalan alternatif di dusun tersebut.
longsoran tebing dipinggir jalan raya memutus akses jalan vital di Desa Kalirancang berjam jam.
Diantaranya di Dusun Kedungsemut Kidul dan Kalikudu. Di Dusun Kedungsemut Kidul longsoran menutupi akses Jl. Pemandian Timur di ruas Jatigede. Lalu di Dusun Kalikudu longsoran tebing menutupi Jl. Pemandian Barat dengan panjang 10 meter dan tinggi material 3 meter. Longsoran ini memaksa warga di 10 rumah terdekat diungsikan. Di Dusun
Kalikudu, aktivitas pergerakan tanah bahkan bisa dilihat kasat mata. Di beberapa ruas jalan kerap rusak beruapa retak dan ambles ke sisi barat.
![]() |
| Longsor di Dusun Kalikudu. Sumber: www.kebumenews.com |
Dinas Energi Sumber Daya
Mineral (ESDM) pernah mencatat kejadian pergerakan tanah di desa kalirancang. 3
titik di lerenga warga desa dusun Kalisetra, 1 titik di tebing pinggir Sungai
Kedungbener di Dusun Kedungsemut Wetan dan 2 titik di Dusun Kalikudu. Jadi,
sebaiknya kita waspada dengan tanah longsor, caranya?
Dengan mengenali ciri
ciri tanah longsor seperti muncul retakan melengkung diatas tebing atau bukit,
muncul banyak mata air mendadak, mata air menjadi keruh, pohon atau rumah yang
miring mengikuti arah tebing. Jika melihat tanda tanda tersebut sebaiknya
segera menyingkir dan melaporkan ke pihak kelurahan.
membaca 🙂

















