Aopok – -#Menyusui #selama ini #masih kerap #dianggap #sebagai #tanggung #jawab #utama bahkan #tugas #seorang #ibu. Anggapan tersebut muncul karena proses pemberian Air Susu Ibu (#ASI) secara langsung memang hanya dapat dilakukan oleh ibu. Namun, keberhasilan menyusui sebenarnya tidak hanya ditentukan oleh ibu, melainkan juga membutuhkan dukungan ayah dan lingkungan keluarga.

Baca: Mitos atau Fakta, Toilet Jongkok Lebih Sehat untuk BAB? Ini Penjelasan dan Faktanya
Peran ayah dalam masa menyusui menjadi penting karena ibu membutuhkan dukungan secara emosional maupun praktis. Kehadiran pasangan yang memberikan rasa aman, membantu pekerjaan rumah, hingga mendampingi ibu ketika menghadapi kendala menyusui dapat membuat proses pemberian ASI menjadi lebih nyaman.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono sebelumnya menekankan pentingnya dukungan suami kepada ibu yang sedang menyusui. Menurutnya, tanggung jawab pemberian ASI tidak seharusnya dibebankan hanya kepada ibu karena ayah juga memiliki peran dalam memastikan ibu mendapatkan dukungan yang dibutuhkan.
Dukungan Emosional Ayah Berpengaruh pada Ibu Menyusui
Masa menyusui dapat menjadi periode yang penuh tantangan bagi seorang ibu. Selain harus memenuhi kebutuhan bayi, ibu juga harus beradaptasi dengan perubahan fisik, pola tidur, rutinitas baru, serta berbagai tuntutan setelah melahirkan.
Dalam kondisi tersebut, dukungan emosional dari suami menjadi salah satu bagian penting. Ibu yang merasa didampingi dan tidak sendirian dapat memiliki rasa percaya diri yang lebih baik dalam menjalani proses menyusui.
Dante menjelaskan bahwa bonding emosional serta support system di sekitar ibu memiliki pengaruh terhadap keberhasilan pemberian ASI. Karena itu, lingkungan keluarga perlu menciptakan suasana yang mendukung dan tidak menambah tekanan kepada ibu.
Dukungan tersebut tidak selalu harus berupa hal besar. Mendengarkan keluhan ibu, memberikan semangat, membantu mengambilkan kebutuhan bayi, atau sekadar menemani ketika menyusui juga dapat menjadi bentuk dukungan yang berarti.
Ayah Bisa Membantu Mengurangi Beban Ibu
Menjadi ayah ASI bukan berarti ayah harus terlibat secara langsung dalam proses keluarnya ASI. Peran ayah lebih banyak diwujudkan melalui dukungan kepada ibu dan keterlibatan dalam kebutuhan bayi.
Ayah dapat mengambil bagian dalam berbagai pekerjaan rumah tangga sehingga ibu memiliki waktu untuk beristirahat. Membantu menyiapkan makanan, membersihkan rumah, mengganti popok bayi, hingga menemani bayi setelah menyusu merupakan beberapa contoh sederhana yang dapat dilakukan.
Sumber edukasi kesehatan juga menekankan bahwa keterlibatan ayah dapat membantu ibu menghadapi kelelahan dan tekanan selama masa menyusui.
Dengan demikian, ibu tidak merasa harus mengurus seluruh kebutuhan rumah tangga sekaligus merawat bayi seorang diri.
Pentingnya Ayah Memahami Informasi Seputar ASI
Dukungan akan lebih efektif jika ayah memiliki pengetahuan mengenai proses menyusui. Ayah sebaiknya memahami bahwa pemberian ASI dapat menghadapi berbagai tantangan dan setiap ibu memiliki pengalaman yang berbeda.
Ayah dapat mempelajari informasi mengenai ASI eksklusif, posisi dan pelekatan menyusui, penyimpanan ASI perah, serta tanda-tanda ketika ibu atau bayi membutuhkan bantuan tenaga kesehatan.
Dengan pengetahuan tersebut, ayah juga dapat membantu menyaring informasi yang beredar di masyarakat dan menghindari pemberian saran yang justru membuat ibu semakin tertekan.
Jika muncul masalah menyusui yang sulit ditangani, keluarga sebaiknya berkonsultasi dengan dokter, bidan, konselor laktasi, atau tenaga kesehatan yang kompeten.
Baca: Bahaya Olahraga Saat Tubuh Kurang Fit, Bisa Memperparah Infeksi Sistemik hingga Picu Komplikasi
Jangan Menambah Tekanan kepada Ibu
Salah satu bentuk dukungan terpenting adalah menghindari tekanan. Ibu menyusui membutuhkan dukungan, bukan tuntutan yang membuatnya merasa bersalah.
Komentar seperti mempertanyakan jumlah ASI, membandingkan kemampuan menyusui dengan ibu lain, atau menyalahkan ibu ketika bayi mengalami masalah dapat memperburuk kondisi emosional.
Sebaliknya, ayah dapat memberikan keyakinan bahwa ibu tidak menjalani proses tersebut sendirian. Komunikasi yang terbuka antara pasangan juga penting agar kebutuhan dan kesulitan selama masa menyusui dapat dibicarakan bersama.
ASI Eksklusif Membutuhkan Dukungan Bersama
Pemberian ASI eksklusif merupakan bagian penting dari upaya memenuhi kebutuhan nutrisi bayi pada awal kehidupannya. Namun, keberhasilannya tidak cukup hanya mengandalkan kemauan ibu.
Dukungan keluarga, tenaga kesehatan, tempat kerja, dan lingkungan sekitar juga dibutuhkan. Dalam momentum Pekan ASI Sedunia 2026, pentingnya kerja sama dalam mendukung ibu menyusui kembali menjadi perhatian.
Tema tersebut juga tercermin dalam berbagai kegiatan edukasi di Indonesia yang menekankan bahwa keberhasilan ASI eksklusif membutuhkan dukungan keluarga dan lingkungan, bukan hanya ibu.
Menyusui Adalah Kerja Sama Ibu dan Ayah
Menyusui memang merupakan proses biologis yang dilakukan oleh ibu, tetapi dukungan terhadap proses tersebut merupakan tanggung jawab bersama. Ayah dapat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang nyaman bagi ibu dan bayi.
Mulai dari memberikan dukungan emosional, membantu pekerjaan rumah, memahami informasi tentang ASI, terlibat merawat bayi, hingga mendampingi ibu ketika menghadapi masalah, semuanya merupakan bentuk nyata keterlibatan ayah.
Baca: 3 Posisi Hubungan Intim yang Paling Disukai Wanita
Karena itu, menyusui sebaiknya tidak dipandang sebagai tugas ibu seorang diri. Ketika ayah hadir sebagai support system yang kuat, ibu dapat menjalani masa menyusui dengan dukungan yang lebih baik dan keluarga pun dapat bersama-sama memberikan awal kehidupan yang optimal bagi bayi.

























