
Indonesia rupanya belum cukup bagi ENDANG S. TAURINA. Album berbahasa daerahpun
dijajal, dan tidak tanggung-tanggung, bahasa daerah yang dipilih penyanyi dari
Desa Cibeber, Cianjur ini adalah MINANG. Maka tidak heran, karena merasa bukan
bahasa daerahnya sendiri, Endang sampai perlu menuliskan permintaan maaf di
cover album kepada masyarakat Minang, mohon dimaklumi kalau ada kejanggalan
dalam pelafalan bahasa Minang. Karena menyangkut pasar, maka materi lagu di
album ini bukan lagu-lagu daerah Minang, melainkan lagu-lagu hits yang pernah
dibawakan Endang dan diganti liriknya kedalam bahasa Minang oleh CHILUNG
RAMALI. Maka lagu andalan album ini HUJAN LAH TURUN PULO memang mungkin sengaja
dipilih karena versi aslinya yang berjudul HUJAN TLAH DATANG LAGI memang sudah
sangat minang. Lagu-lagu lainnya seperti DIA YANG KUCARI berubah menjadi UDA
NAN DENAI CARI, atau INDUNG INDUNG jadi INDUANG INDUANG. Boleh jadi album
semacam ini langka dijumpai di era sekarang, tapi di masa itu album seperti ini
menjadi semacam alternatif yang cukup menyegarkan. Tidak heran, album ini
sendiri adalah album kedua Endang dalam seri album MINANG POPULER.
Ramali)
PULO
turun pulo
kadalam dado
bakapik juo
badan sabatang
surang
kunjuang datang
surang mmm.. mmm..
nan lamo
baduo
mamadu cinto
baganti
mimpi
didalam hati
mmm.. mmm…
babunyi
mimpi
disayang
tajalin
nan lain
hujan nan datang
hitam
kalam ditimpo hujan
laruik katulang
surang
tak namuah
malayang jauah
camehnyo hati
kini
lupo jo janji
kasudahannyo
pipi
didalam hati
kabaranti
dingin dingin

































