diantara teman teman kita yang tergelincir kepada keburukan dan perbuatan
maksiat. Ini sangat membahayakan bagi dirinya apalagi kalau umurnya sudah lanjut
bahkan sudah menjelang pensiun dari pekerjaannya.
kemauan hawa nafsu yang cenderung kepada keburukan. (2) Menuruti rayuan
syaithan yang selalu ingin mengelincirkan manusia kepada keburukan. (3) Tergoda
berat dengan harta dan perhiasan dunia. (4) Bergaul dengan teman teman yang tak
baik.
dan dosa lalu sadar tentang keburukan dan maksiat yang dia lakukan. Ini bisa terjadi
melalui nasehat orang lain, atau menyaksikan peristiwa ataupun kisah kisah yang
memberi peringatan lalu Allah berikan dia petunjuk. Selanjutnya dia menjadi
orang yang beruntung dan sungguh sungguh bertaubat yaitu taubat nasuha dan
segera melakukan amal amal shalih.
ini sangat dianjurkan untuk segera banyak bersedekah. Membantu fakir miskin,
anak yatim dan yang lainnya. Allah Ta’ala berfirman :
هِيَ ۖ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ
وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang orang fakir maka
itu lebih baik bagimu DAN ALLAH AKAN MENGHAPUSKAN SEBAGIAN KESALAHAN KESALAHANMU.
Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan. (Q.S al Baqarah 271).
mengiringi perbuatan buruk dengan perbuatan baik dan sedekah adalah salah satu
perbuatan baik yang sangat dianjurkan. Alah Ta’ala berfirman :
السَّيِّئَاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ
menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi
orang-orang yang selalu mengingat (Allah). Q.S Huud 114.
mengingatkan pula bahwa salah satu keutamaan sedekah adalah akan menghapuskan
dosa yaitu sebagaimana sabda beliau :
النار
memadamkan api. (H.R at Tirmidzi, di shahihkan oleh Syaikh al Albani).
berbuat dosa lalu bertaubat pernah dilakukan oleh seorang sahabat Rasulullah
yaitu Ka’ab bin Malik. Diriwayatkan bahwa Ka’ab bin Malik tidak ikut perang
Tabuk tanpa ada alasan yang syar’i. Padahal waktu itu dia dalam keadaan mampu
baik secara fisik maupun harta atau biaya untuk ikut perang.
menyesal. Lalu dia bertaubat dengan sungguh sungguh. Selanjutnya dia
mengeluarkan harta yang banyak dan disedekahkan. Ini dijelaskan dalam satu
hadits shahih. Ka’ab bin Malik berkata kepada Rasulullah Salallahu ‘alaihi
Wasalam :
أَنْ أَنَخْلع مِنْ مَاليِ صَدَقَةً إِلىَ اللهِ وَإِلَى رَسُولهِ. قَالَ رَسُولُ
اللهِ: أَمْسِكْ عَلَيْكَ بَعْضَ مَالِكَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ قَالَ: فَإِنِيّ
أُمْسِكُ سَهْمِي الَّذِي بِخَيْبَرَ . متفق عليه
lepaskan hak milikku dari hartaku untuk sedekah di jalan Allah dan Rasul-Nya.
Rasulullah Salallahi ‘alaihi Wasallam
bersabda : Tahanlah sebagian dari hartamu, karena akan berguna bagimu.
Ka’ab menjawab : Aku masih punya bagian hartaku (yang lain yaitu) dari harta
rampasan perang Khaibar. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).
seharusnya memohon ampun setiap saat dan diiringi pula dengan memperbanyak sedekah.
Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.715).







































