Comfort Food Memoirs, adalah buku antologi berisi cerita makanan yang memberikan kenyamanan saat dikonsumsi dan membangkitkan kenangan masa lalu, serta rasa kehangatan, dan kerinduan pada masa kecil.
Sebagai salah satu penulis yang terlibat dalam Buku Comfort Food Memoirs, saya menuliskan kudapan Bubur Sumsum dengan filosofi makna yang terkandung di dalamnya.
Cerita makanan pada buku Comfort Food seperti menyelami kenangan indah dengan keluarga di masa kecil.
Buat saya pribadi keberadaan Bubur Sumsum yang dikenalkan saat saya masih kecil menjadi media pesan kasih sayang serta perhatian orang tua terhadap buah hatinya.
Terima Kasih saya ucapkan pada Ibu Amanda Katili Niode, Phd selaku editor dan Omar Niode Foundation atas kesempatan yang diberikan untuk bisa menjadi bagian dari Comfort Food Memoirs.
Semoga kehadiran Buku Comfort Food Memoirs dengan Kisah Makanan yang Menenangkan beserta Resepnya bisa membuat hati semua orang bahagia. Selamat membaca.

Henny Nursanty
Pertama kali ikutan nulis untuk buku masak, rasanya spesial banget. Karena di buku Comfort Food Memoirs, saya bisa bercerita dari mana resep cumi asin cabai hijau kecombrang ini berasal dan arti masakan tersebut di hidup saya.
Gak menyangka resep dari almarhumah Mami tercinta bisa mendunia. Makanya saya belikan kakak dan adik-adik saya buku ini, biar mereka bisa ikut nyobain bikin dan merasakan kehadiran Mami saat mereka makan dengan lauk cumi asin ini.
Buku yang dicetak lux dan tebal ini juga ada kisah dan resep keluarga dari 65 penulis lintas profesi lainnya.

Annie Nugraha
Digandeng oleh Komunitas Food Blogger Indonesia @foodbloggeridcommunity OMAR NIODE Foundation telah sukses mengajak dan membangkitkan kenangan saya akan masakan di masa kecil yang begitu menenangkan dan hingga kini sangat berkesan di hati. Masakan itu adalah Pindang Patin Pegagan.
Kenapa saya pilih Pindang Patin? Karena menu khas Sumatera Selatan – daerah kelahiran saya ini -mengingatkan akan budaya PANTAUAN yang ada di kampung/dusun almarhum Ayah saya di Pagaralam. Sebuah desa berudara sejuk, lahan sawah dan kebun kopi yang luas, serta puluhan empang ikan yang ada di setiap hampir sudut desa. Cerita di 1970-an inilah yang akhirnya mengakrabkan lidah saya dengan ikan patin yang kemudian dimasak pindang sebagai bagian dari budaya Pantauan tersebut dan menjadi salah satu kuliner otentik asli Sumatera Selatan.

Ovianty
Setiap perjalanan hidup seorang manusia menyisakan kenangan. Buku Comfort Food Memoirs ini merekam kenangan para penulisnya pada sebuah resep makanan.
Begitu pula saya yang ikut menulis resep ‘Pisang Goreng dan Ketan’, sarapan khas Bukit Tinggi yang selalu mengingatkan saya pada perjalanan naik bus ke Bukit Tinggi dari Jakarta.
Selamat membaca dan mempraktekkan resep makanannya.
Rina Susanti
Senang sekali menjadi bagian dari buku Comfort food memories, buku yang tdk hanya berisi resep masakan juga kisah di balik setiap resep comfort food penulisnya. Kebanyakan resep di buku ini resep khas daerah-daerah di Indonesia, resep tradisional.

Jalan Melestarikan Resep Masakan
Selain untuk mengisahkan mengenai latar belakang sebuah makanan menjadi Comfort Food, pembuatan buku ini juga merupakan salah satu jalan untuk melestarikan kuliner khas Indonesia. Karena terbukti, setelah 67 tulisan terkumpul, tak sedikit jenis makanan yang sudah sulit ditemui saat ini, bahkan termasuk langka, seperti Gatot dan Tiwul dari Jawa Tengah, dan Kenta dari Kalimantan Tengah.

Beberapa penulis berfoto bersama serta melakukan sesi tanda tangan buku
Hal inilah yang menjadi salah satu alasan The Gourmand Awards mendapuk buku ‘Comfort Food Memoirs dengan Kisah Makanan yang Menenangkan beserta Resepnya’ sebagai “Best of The Best Books of The Past 25 Years” dalam kategori Foreword dan Food Writing.
Berikut kalimat yang disampaikan saat pemberian penghargaan pada 27-29 November 2023 di Riyadh, Arab Saudi:
“I am delighted to welcome the release of a new book from Indonesia titled, ‘Comfort Food Memoirs, Comforting Food Stories and Recipes,’ a collaborative effort between Omar Niode Foundation and Diomedia Publishing.
Notably, one of the books published by Omar Niode Foundation has been featured on ‘Best of The Best Books of The Past 25 Years’ by The Gourmand Awards.
This book is an invitation to explore the unexplored, to create the unprecedented. As you ponder upon the last line, may a surge of fresh initiatives and ideas beckon that propels writers and readers into new narratives.”
Edouard Cointreau
Gourmand International
Selain itu, tiga tokoh dunia juga memberikan sambutan khusus untuk buku ‘Comfort Food Memoirs, Kisah Makanan yang Menenangkan beserta Resepnya’, yaitu:
- Edouard Cointreau, Founder & President, Gourmand World Cookbook Awards.
- Erik Wolf, Founder & Executive Director, World Food Travel Association
- Muhamad Mardiono, Utusan Khusus Presiden RI Bidang Kerja Sama Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan
Buku setebal lebih dari 300 halaman ini akan dihadirkan pada acara Ubud Food Festival yang akan dilangsungkan pada 31 Mei hingga 2 Juni 2024.
Bagaimana Cara Memiliki Buku ‘Comfort Food Memoirs’
Jika kamu hendak memilikinya, terdapat versi ebook dari buku ‘Comfort Food Memoirs dengan Kisah Makanan yang Menenangkan beserta Resepnya’ pada link berikut:
Ebook ‘Comfort Food Memoirs, Kisah Makanan yang Menenangkan berserta Resepnya’
Jika ingin memiliki versi cetak, buku ini dicetak terbatas, jadi harus cepat pesan supaya tidak kehabisan. Pemesanan dapat menghubungi Food Blogger Indonesia melalui DM Instagram @foodbloggercommunity dengan harga Rp. 50.000 untuk 50 pembeli pertama. Namun jangan kuatir jika kamu tidak termasuk 50 pembeli pertama, karena harga buku untuk pembeli berikutnya adalah Rp. 60.000. Harga tersebut belum termasuk ongkir.
Selain itu, kamu juga bisa memperolehnya melalui penerbit Diomedia +62 856-4376-2005. Untuk harga di penerbit, silakan dikonfirmasi terlebih dulu pada nomor tersebut.
Yuk ikut nikmati resep dan kisah di buku Comfort Food Memoirs ini, karena melalui makanan memori tak hanya diingat tetapi juga dirasa.***