ghamdunnas”. Sombong adalah menolak kebenaran dan menghinakan manusia. (H.R
Imam Muslim, Imam Ahmad dan Imam at Tirmidzi)
yang membahayakan seorang hamba baik dunia maupun akhiratnya. Oleh karena itu
seorang hamba haruslah berusaha menjauhinya. Salah satu cara untuk menjauhi
penyakit ini adalah dengan mengetahui berbagai akibat buruk yang akan
ditimbulkannya.
seorang hamba. Banyak manusia binasa karenanya. Bahkan ahli ibadah, dan orang-orang berilmupun tidak mudah untuk
terbebas dari penyakit ini.
al Jazairi dalam Kitab Minhaaj al Muslim antara lain menyebutkan beberapa point
dampak buruk dari penyakit yang berbahaya ini.
yang terbaik dan jika ada orang yang bersalah kepadanya maka dia sulit
memaafkan. Menurutnya tidak ada orang yang boleh melakukan kesalahan kepadanya.
Kalau ada kesalahan orang kepadanya maka selalu disimpannya untuk pada suatu
waktu diungkit-ungkit lagi.
selalu dipercaya, baik dalam ucapan maupun perbuatan. Ia hanya akan berlaku
jujur secara kondisional yaitu dalam rangka menjaga wibawa dan melindungi
kekurangan atau aibnya.
memberi nasehat dengan baik. Jika
memberi nasehat selalu dengan
menunjukkan kelebihan kelebihannyanya dan merendahkan bahkan menghina
yang diberi nasehat. Kenapa, karena dia selalu merasa lebih baik, dalam segala
hal dari orang yang dinasehatinya
menerima nasehat. Ia merasa yang terbaik. Paling tahu tentang segala sesuatu. Nasehat
dari orang lain dianggap tidak bermutu dan tidak berguna. Bahkan orang yang
sering-sering menasehatinya akan dianggap sebagai musuh.
sering dan mudah marah. Dia menganggap
orang lain salah semua yang benar cuma dia. Dia menganggap orang lain lebih
rendah dari dirinya sehingga dimarahi juga bukan masalah. Tapi sebaliknya dia
akan sangat tersinggung jika ada yang berani sekedar mengomelinya saja.
senang jika ada orang lain yang mendapat nikmat sehingga bisa-bisa melebihi
dirinya. Jika ada kelebihan orang lain maka kedengkiannya akan muncul dan tidak
bisa dihindari.
menyandarkan kesalahan dan kekurangan kepada orang lain. Menurutnya yang pantas
dicela adalah orang lain bukan dirinya. Dia selalu merasa benar dan tidak
pantas mendapat celaan secuilpun.
(178)






































