dan diakhirat adalah dengan senantiasa
melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Memeriksa diri terhadap apa yang
telah dilakukan dan apa yang telah diucapkan pada setiap saat dalam kehidupan
ini.
bersabda : “Orang yang pandai adalah orang yang menghisab
(mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian.
Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta
berangan-angan terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala”. (H.R Imam at Tirmidzi)
introspeksilah, periksalah) diri kalian sebelum kalian dihisab, dan berhiaslah
(bersiaplah) kalian untuk hari aradh akbar (yaumul hisab). Dan bahwasanya hisab
itu akan menjadi ringan pada hari kiamat bagi orang yang menghisab dirinya di
dunia”.
menyebutkan empat inti atau pokok dalam muhasabah yaitu :
dari amalan wajibnya maka dia harus memperbaiki dan menggantinya.
larangan yang dilanggar maka dia harus segera bertaubat dan memohon ampun serta
melakukan kebaikan yang dapat menghapuskan dosa.
diciptakan untuknya maka susullah dengan dzikir dan menghadap Allah Subhanahu
wa Ta’ala.
menujunya atau kedua tangannya telah menyentuhnya atau kedua telinganya telah
mendengarnya. Atau apa yang diinginkan dari semuanya ini ? Dan untuk siapa dia melakukannya ? Dan atas dasar apa seseorang mengerjakannya ?
Seseorang harus mengetahui dua pertanyaan atas setiap pekerjaan dan ucapannya
yaitu : (1) Untuk siapa dia melakukannya dan (2) bagaimana (cara) dia bisa
melakukannya. Pertanyaan yang pertama adalah pertanyaan tentang keikhlasan
sedangkan pertanyaan kedua adalah pertanyaan tentang mengikuti
Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam.
kekuatan untuk menjadi orang orang yang selalu menghisab diri sebelum diri kami
dihisab di yaumil akhir.



































