yang biasa ataupun sering membaca dan beriteraksi dengan al Qur an akan
mengetahui bahwa di dalamnya ada ayat ayat yang diulang atau pengulangan ayat.
Pengulangan ini ada beberapa bentuk diantaranya pengulangan makna, pengulangan
kisah dengan kalimat yang berbeda tapi memiliki makna yang sama.
yang diulang lebih dari dua kali.
Diantara contohnya adalah :
ke 54 yaitu surat al Qamar.
dzikri, fahal min muddakir” Dan sesungguhnya telah kami mudahkan al Qur an
untuk dipelajari maka adakah yang mau mempelajarinya. Pengulangan ayat ini
adalah empat kali dengan kalimat yang persis sama yaitu pada ayat 17, 22, 32
dan 40.
tukadzdzibaan” Maka nikmat Rabbmu
yang manakah yang kamu dustakan. Pengulangan ayat ini tiga puluh satu kali
dengan kalimat yang persis sama yaitu dimulai pada ayat ke 16 dan terakhir pada
ayat ke 77.
yaitu surat al Mursalaat.
itu bagi mereka yang mendustakan (kebenaran). Pengulangan ayat ini adalah
sepuluh kali dengan kalimat yang persis sama yaitu dimulai pada ayat ke 15 dan
terakhir pada ayat ke 49.
pengulangan ayat ini bagi orang yang beriman akan menambah imannya karena
mereka tahu bahwa itu adalah sesuatu yang hak dari Rabbnya. Boleh jadi juga ada
diantara umat Islam yang bertanya apa hikmah dibalik pengulangan
beberapa ayat dalam al Qur an.
Qur an. Mereka menghujatnya dan dijadikan landasan untuk memojokkan Islam dan
al Qur an. Kenapa begitu ? Ya, namanya juga musuh atau pembenci Islam. Kalau bukan begitu
ya tidak disebut musuh.
Morey seorang pendeta Nasrani dari Amerika Serikat dalam bukunya Islamic
Invasion. Isi buku ini 100% menghujat Islam. Diantara hujatan DR. Morey tentang
ayat yang diulang dia menulis : “Al Qur an dimaksudkan untuk dihafal oleh
orang orang yang buta huruf dan tidak berpendidikan. Untuk itu maka al Qur an
menekankan pada pengulangan (ayat) yang
sama terus menerus.”
terus menerus adalah dengan tujuan agar mudah dihafal oleh orang orang buta
huruf dan tidak berpendidikan. Pendapat ini bukan saja keliru berat tapi
mencerminkan kebenciannya yang sangat besar terhadap Islam. Ini adalah pendapat
aneh dan jahil.
atau fakta yang bernilai ilmiah untuk mendukung pernyataannya tersebut.
Seandainya DR. Morey mau berusaha sedikit saja mencari data dan fakta tentu dia
tidak akan mampu untuk menulis hujatan terhadap al Qur an. Atau
mungkin juga dia sudah memiliki data
yang benar tentang Islam tapi tidak dipakai karena bisa membuat tulisannya
tidak memenuhi keinginannya. Lalu dibumbui pula dengan kebenciannya terhadap
Islam.
Islam memang telah nyata dari perkataan dan tulisan tulisan para musuh Islam.
Didalam hati mereka bercokol kebencian yang lebih besar lagi. Allah
berfirman : “Qad badatil baghdaa-u
min afwaahihim, wa maa tukhfii shuduuruhum akbar”.Sungguh telah nyata
kebencian (mereka) dari mulut mereka,
dan apa yang didalam hati mereka (kebencian) yang lebih besar lagi. (Q.S Ali
Imran 118).
sahabat, zaman tabi’in, tabi’ut tabi’in dan orang orang sesudahnya hingga zaman
kita ini dan insya Allah sampai hari Kiamat, al Qur an dihafal oleh ribuan orang. Penghafalnya terdiri dari
berbagai golongan, laki laki atau perempuan, orang tua, orang dewasa bahkan
anak yang masih dibawah umur. Dan sangat
mencengangkan pula penghafalnya ada juga dari kalangan orang orang yang bahasa
ibunya bukan bahasa Arab dan dia tidak bisa berbahasa Arab sama sekali.
H). Beliau dikenal sebagai salah satu Imam dari 4 mazhab. Beliau dikaruniai
Allah kepintaran dan kekuatan hafalan yang luar biasa. Diantara karya tulis
beliau adalah tiga kitab yang sangat berharga bagi kaum Muslimin yang sampai
sekarang di pelajari dan telah diterjemahkan ke berbagai bahasa yaitu Kitab al
Umm, Kitab ar Risalah dan Kitab Ushul Fiqih. Beliau telah hafal al Qur an 30
juz sejak umur 7 tahun.
Bangka-Belitung, umurnya baru 6 tahun, hafal al Qur an 30 juz. Subhanallah.
nyata dan fitnah yang jelas jelas bertentangan dengan fakta.
sia. Apalagi terhadap terhadap firmanNya. Pastilah tidak akan ada sedikitpun yang
sia sia. Setiap firmanNya yang disebut dalam al Qur an pastilah memiliki hikmah
yang sangat besar. Apakah suatu ayat diulang atau tidak di ulang, pastilah ada
maksud Allah dibaliknya.
adalah Kalamullah, firman Allah. Inti dari al Qur an adalah hudal linnas,
petunjuk bagi manusia, untuk mendakwahi manusia kepada kebaikan. Kalau sesuatu
disifati sebagai petunjuk, nasehat atau dakwah memang seharusnya diulang
ulang. Bukankah manusia suka lupa dan lalai. Oleh karena itu, Allahu a’lam,
pengulangan pengulangan ayat dalam al Qur an adalah adalah nikmat dan rahmat
Allah bagi manusia.
Begitu pentingnya, maka meskipun sudah ada pengulangan ayat yang sudah ada dalam al Qur an, syari’at Islam sangat
menganjurkan umatnya untuk membaca ayat
ayat al Qur an berulang ulang. Khatam, ulang lagi, khatam lagi, baca lagi dan seterusnya.
an dua kali dalam sebulan ? Bukan, tapi dua kali dalam sehari semalam. Jadi
beliau mengkhatamkan al Qur an pada bulan Ramadhan 60 kali. Subhanallah.
tiga hari, sekali seminggu atau sekali sebulan. Bahkan Rasulullah memberikan
motivasi atau dorongan yang kuat kepada umatnya untuk banyak banyak membaca al
Qur an yaitu dengan disediakan pahala yang besar dan kebaikan yang banyak.
falahu bihi hasanatun. Wal hasanatun bi ‘asyri amtsaliha. Laa aquulu aliflammin
harfun. Walakin alifun harfun, lammun harfun, mimmun harfun.” Siapa yang membaca satu huruf dari Al
Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan
dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf,
Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam
kitab Shahih Al Jami’)
pendidikan.
secara luas dalam dunia pendidikan adalah pengulangan, baik untuk ilmu yang
sifatnya teori apalagi yang sifatnya praktek. Para pelajar secara periodik
diberikan ulangan agar mereka termotivasi untuk mengulang pelajarannya sehingga
penguasaanya semakin baik.
diwaktu kecil belajar mengendarai sepeda pastilah dilakukan berulang ulang.
Orang tuanya ataupun siapa saja yang mengajarnya bersepeda pastilah akan
mengucapkan banyak kata atau kalimat petunjuk yang diulang ulang. Tapi apakah DR.Morey
protes ?.
disamping membaca al Qur an berulang ulang juga membaca kitab kitab ilmu
tulisan ulama yang lain. Kenapa demikian, karena memang merasa butuh atau
kebutuhan dalam belajar ilmu dengan mengulang ulang membaca satu kitab.
Diantara contohnya adalah :
Imam asy Syafi-i sebanyak 50 kali.
oleh Imam Ibnu Qudamah sebanyak 23 kali.
Rektor Universitas Madinah, pernah ditanya tentang kitab yang sering beliau
baca. Beliau menjelaskan bahwa beliau telah membaca Kitab Syarah Shahih Muslim
yang ditulis oleh Imam an Nawawi, sebanyak 60 kali.
pengulangan. Allah berfirman : “Fadzakkir, fainna dzikra tanfa’ul mu’minin” Maka
(teruslah) beri peringatan, karena peringatan itu bermanfaat bagi orang orang
beriman. (Q.S adz Dzaariat 55)




































