Tadi makan siang diajak makan keluar oleh Mr. Phang. Beliau janjian juga sama Lily, temen sekantor yang sudah ambil early retirement dan suaminya. Tempat yang dipilih adalah ‘Daun Lada’ jalan Raya Kupang Indah 5 Surabaya.

Kesan pertama begitu masuk resto adalah ‘AMIS !!’. Karena ikan mentah dipajang di ruangan tertutup dan ber AC. Kami nyari tempat yang paling jauh dari display ikan.
Tempatnya lumayan cozy, tapi meja dan kursinya terlalu rapat satu sama lain. Kalau sedang ramai pasti tidak nyaman.
Menu yang kami pilih, atas suggestion Lily adalah :
Ikan Papakulu bakar asap (Rp 23,000/ekor)
Udang Windu petai balado (Rp 32,000 isi 6 ekor udang ukuran sedang dan sekitar 7 mata petai yang kurus kurus dan gepeng)
Gurame pesmol (Rp 26,000/ekor)
Orak arik jagung (Rp 8,500/porsi)
Baby buncis goreng ebi (Rp 8,500)
Sebelum masakan siap, kami jalan jalan dulu lihat display ikan, dan aku yang memang sengaja bawa kamera jadi gatal motretin jenis jenis ikan yang ada.







Ngobrol sana sini, tanya ini itu, kabar kabari tentang teman yang masih stay dan say goodbye di kantor…sampai makanan datang.
Yang datang pertama adalah ikan Papakulu bakar asap. Baunya wangi khas ikan asap.


Udang datang kemudian….agak kecewa karena ternyata petainya, yang diharapkan besar dan segar, seperti photo di buku menunya, ternyata kecil kecil gepeng dan hanya sedikit. Tapi rasanya OK untuk seleraku. Manis manis pedas.

Orak arik jagung…isinya jagung manis pipilan dan telur, rasanya cenderung manis, tapi kalau aku sih seneng. Baby buncisnya juga OK.











