Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Explore

Upaya Restorasi Mangrove Sering Gagal? Ini Sebabnya

Explore by Explore
30.05.2022
Reading Time: 4 mins read
0
ADVERTISEMENT

Hutan mangrove merupakan organ vital bagi masyarakat pesisir. Foto: Anton Bielousov

RELATED POSTS

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata

Indonesia memiliki luas  mangrove sekitar 364.080 hektar. Terdapat tiga jenis mangrove, yaitu mangrove lebat, mangrove sedang, dan mangrove langka. Tujuan pemerintah adalah merestorasi kawasan hutan mangrove  yang jarang.

Hingga 60% kerusakan mangrove disebabkan oleh aktivitas manusia. Sisanya karena faktor alam atau efek tidak langsung dari aktivitas manusia, seperti erosi, kenaikan muka air laut, dan badai yang disebabkan oleh perubahan iklim.

Berbagai upaya untuk melaksanakan restorasi mangrove sering dilakukan. Namun, tidak jarang penanaman kembali gagal. Beberapa penyebab kegagalan restorasi mangrove adalah  kondisi penggunaan lahan dan masalah perubahan fungsi. Selain itu, pemahaman teknis yang masih kurang, terutama tentang persyaratan ekologis mangrove dan awal tumbuh dan berkembangnya mangrove. 

ADVERTISEMENT

Peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia, yang diperingati setiap tanggal 22 Mei setiap tahun, digunakan sebagai refleksi untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan keanekaragaman hayati Indonesia yang kaya. 

Jaring Nusa,  jaringan organisasi masyarakat sipil di Indonesia Timur, bekerjasama dengan Japesda Association dan Jurusan Biologi Universitas Negeri Gorontalo menyelenggarakan webinar bertajuk “Kerusakan dan Pemulihan” Mangrove, Bagaimana Masa Depan  Pesisir Kita? dan bird watching di kawasan  mangrove Desa Suku Bajo di Torosiaje, Kabupaten Pohuwato. 

Mangrove didefinisikan sebagai vegetasi khas pantai yang dipengaruhi oleh tingkat salinitas tertentu. Sedangkan  mangrove merupakan hutan yang sering tumbuh  pada  lumpur aluvial di sepanjang pantai dan di muara sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. 

Baca: Dampak Sampah Plastik Bagi Lingkungan, Laut, dan Kesehatan 

Menurut peta mangrove nasional yang dirilis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tahun 2021, total luas mangrove di Indonesia sekitar 3.364,080 hektar. Dari luasan itu, terdapat tiga klasifikasi mangrove sesuai persentase tutupan tajuk, yaitu mangrove lebat, mangrove sedang, dan mangrove jarang. Adapun fokus pemerintah dalam melakukan rehabilitasi kawasan mangrove berada di mangrove dengan kondisi tutupan yang jarang. 

 “Penyebab deforestasi terutama dari kegiatan manusia yaitu mencakup 60 persen luas mangrove yang hilang. Sisanya, disebabkan faktor alami atau dampak tidak langsung dari kegiatan manusia, termasuk erosi, kenaikan permukaan laut, dan badai yang dipicu oleh perubahan iklim,” kata Muhammad Yusuf, Kepala Kelompok Kerja Partisipasi dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove [BRGM], salah seorang pembicara webinar. 

Menurut dia, ekosistem mangrove berperan vital dalam mitigasi perubahan iklim. “Negaranegara pemilik mangrove didorong melakukan upaya serius, mempertahankan mangrove tersisa dan memulai program restorasi dengan konsisten. 

Abu Bakar Sidik Katili, dosen dan peneliti Jurusan Biologi Universitas Negeri Gorontalo mengatakan, perkembangan mangrove tidak akan berjalan maksimal jika hidrologinya terganggu. Potensi mangrove juga sangat penting terkait perubahan iklim dan pemanasan global. 

“Jasa lingkungan mangrove memiliki potensi yang tinggi untuk menyerap karbon. Bahkan, mangrove dapat menyerap karbon dua kali lebih besar dari pohon yang ada di wilayah terestrial,” jelasnya. 

Berdasarkan penelitian yang  dilakukan rekan-rekannya di kawasan pesisir Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, total nilai kandungan karbon di atas  dan di bawah permukaan  hutan mangrove di kawasan tersebut adalah 65.403,43 kg. 

Jika 1 ton karbon bernilai US$1 pada saat itu sebesar Rp 12.667 [Oktober 2014],  manfaat tambahan mangrove untuk penyimpanan karbon di wilayah tersebut adalah Rp 701.710,64 per hektar. 

Baca:  Perburuan Satwa Liar di Leuser Sangat Meresahkan

Restorasi Mangrove

Berbagai upaya restorasi mangrove sering dilakukan. Namun, tidak jarang gagal dalam menanam. 

Rio Ahmad, direktur Green Forest Organization, mengatakan bahwa dalam konteks restorasi mangrove mengikuti model reboisasi, tingkat keberhasilannya sangat rendah. Sebagai contoh kegagalan, penanaman mangrove di lokasi yang tidak sesuai membuat operasional merugi. 

“Sebagian besar upaya telah dilakukan melalui proyek penghijauan yang sangat, sangat  sederhana, yaitu memaksa bakau tumbuh di tanah yang datar dan berlumpur. Seringkali di bawah permukaan laut, katanya, di mana bakau tidak bisa tumbuh. 

Lebih lanjut, faktor  kegagalan rehabilitasi mangrove berkaitan dengan masalah dan kondisi tata guna lahan. Faktor ini membuat sulit untuk menanam pohon di tempat yang tepat. 

Secara keseluruhan, Rio menjelaskan apa yang penting untuk dipahami, yaitu sejarah kawasan yang akan direstorasi dan keadaan bentang alamnya, apakah itu kawasan mangrove atau bukan. 

“Jenis mangrove  yang digunakan untuk pengembangan di dalam dan  sekitar kawasan restorasi perlu diketahui.” 

Ketinggian permukaan setiap jenis mangrove yang sedang berkembang juga harus diperhitungkan serta faktor-faktor yang mengganggu dan menghambat regenerasi alami. Ini semua adalah langkah awal dalam proses rehabilitasi. 

“Kesepakatan masyarakat tidak boleh diabaikan ketika menganalisis pemangku kepentingan, gender, hak guna lahan, serta menilai mangrove dan kebutuhan tenaga kerja,” kata Rio. 

Nur Ain Lapolo, Direktur Asosiasi Japesda, menjelaskan penurunan mangrove di Provinsi Gorontalo. Dia mencatat bahwa mangrove di Cagar Alam Gorontalo telah berkurang sekitar 6070%. 

“Kabupaten Pohuwato merupakan penyumbang utama transformasi mangrove  di Gorontalo. Data tahun 2021 menunjukkan hanya tersisa 7.000 hektar mangrove  di Provinsi Gorontalo,” katanya.

Ia menjelaskan, timnya berhasil melaksanakan konservasi mangrove dengan berbasis masyarakat. pendekatan  di desa Torosiaje, sebuah desa suku Bajo di kabupaten Pohuwato.Pendekatan pengelolaan ini melahirkan banyak kegiatan yang berbeda dengan masyarakat. 

Misalnya, pengembangan ekowisata berbasis konservasi bekerjasama dengan kelompok sadar lingkungan dengan mengalokasikan kegiatan wisata seperti penanaman mangrove. 

“Masyarakat dapat memanfaatkan mangrove sebagai sumber pendapatan alternatif. Kami juga memberikan informasi bahwa ekosistem mangrove saling ketergantungan dengan ekosistem lain seperti terumbu karang dan  lamun,” jelasnya.

Tags: ExploreIndahJalan-JalanJelajahTempatTravelTravelingwisataWisatawan
ShareTweetSendShare
Explore

Explore

Related Posts

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung
Explore

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

20.01.2026
Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya
Explore

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya

17.01.2026
Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata
Explore

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata

16.01.2026
Roti Tawar Bobo Pontianak Tanpa Pengawet
Explore

Roti Tawar Bobo Pontianak Tanpa Pengawet

15.01.2026
Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak
Explore

Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak

09.01.2026
Martabak Pak Salim, Martabak Legendaris di Jalan Burangrang Bandung
Explore

Martabak Pak Salim, Martabak Legendaris di Jalan Burangrang Bandung

04.01.2026
Next Post

Sejarah Menjadi Indonesia (621): Tijdschrift voor Indische Taal-, Land-en Volkenkunde; Kon.Ins.voor Taal, Land en Volken.(KITLV)

Sejarah Menjadi Indonesia (622): Ras Rasial dan Rasialisme Sejak Era Hindia Belanda; Suku Agama Ras Antar Golongan (SARA)

Iklan

Recommended Stories

Resep Donat Ubi Ungu Empuk Lembut

15.11.2015
Suluh Kemajuan – TG Haji Karim

Promosikan Citra Positif Wisata Cirebon dan Kuningan, Kemenpar Gelar Press Tour Kedua Tahun Ini

23.12.2017

Puasa Qadha Dengan Puasa 6 Syawal

29.05.2020

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

23.01.2026
Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Review
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?