Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Explore

Anjing Menyanyi Khas Pegunungan Papua

Explore by Explore
01.03.2021
Reading Time: 4 mins read
0
Anjing Menyanyi Khas Pegunungan Papua
ADVERTISEMENT
Anjing menyanyi khas pegunungan Papua. Foto: Dok. Anang Dianto

Anjing bernyanyi yang ditemukan di wilayah pegunungan Papua belum lama ini menjadi pusat perhatian. Anjing ini bernama latin Canis familiaris hallstromi dan lebih dikenal dengan sebutan New Guinea singing dogs [NGSD] atau anjing bernyanyi New Guinea.

Jenis ini juga disebut sebagai anjing liar dataran tinggi [Highland Wild Dog] yang dapat dikenali dari ciri khas suaranya yang tidak melolong, namun seperti bernyanyi. Para peneliti mengungkap, anjing bernyanyi New Guinea pertama kali dideskripsikan mengikuti koleksi spesimen di ketinggian sekitar 2.100 mdpl di Central Province Papua New Guinea pada 1897.

Anjing bernyanyi yang ditemukan di wilayah pegunungan Papua belum lama ini menjadi pusat perhatian. Banyak yang menganggap bahwa anjing liar ini sudah hilang. Bahkan, para ahli biologi dan konservasi pernah memperkirakan anjing bernyanyi ini mendekati kepunahan di alam liar karena hilangnya habitat.

Lantas seperti apakah wujudnya?

Anjing ini bernama latin Canis familiaris hallstromi dan lebih dikenal dengan sebutan New Guinea singing dogs [NGSD] atau anjing bernyanyi New Guinea. Jenis ini juga disebut sebagai anjing liar dataran tinggi [Highland Wild Dog] yang dapat dikenali dari ciri khas suaranya yang tidak melolong, namun seperti bernyanyi.

Tahun 2016, sebuah ekspedisi yang dipimpin oleh lembaga bernama New Guinea Highland Wild Dog Foundation [NGHWDF], bekerja sama dengan Universitas Papua melaporkan adanya temuan 15 anjing liar dataran tinggi di sisi barat Pulau New Guinea. Lokasinya dekat tambang terbuka Grasberg.

Lalu pada 2018, lembaga yang sama yaitu NGHWDF melakukan penelitian, kolaborasi dengan Universitas Cendrawasih Papua. Lokasi riset di Puncak Jaya, Distrik Tembagapura di Kabupaten Mimika. Para peneliti membuat kandang perangkap selama dua minggu dan terdapat 18 anjing bernyanyi yang berhasil diamati.

Baca Juga: Bunglon Jambul Hijau: Si Reptil yang Mampu Berubah Warna

Dari jumlah tersebut, 10 di antaranya merupakan anjing bernyanyi yang baru diteliti, dan 8 merupakan anjing bernyanyi yang sudah teramati pada tahun 2016. Penelitian itu telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Proceedings of the National Academy of Sciences.

โ€œMeskipun secara genetik mirip dingo [anjing liar Australia], akan tetapi anjing bernyanyi New Guinea mewakili populasi berbeda, sebagaimana dibuktikan oleh morfologi dan perilaku,โ€ tulis para peneliti.

Wujud anjing bernyanyi yang ditemukan di wilayah pegunungan Papua. Foto: Dok. Anang Dianto

Dalam jurnal itu disebutkan, populasinya yang sangat kecil dan tidak lebih dari 200 hingga 300, maka sebagian yang ditangkap ini, dikembangbiakkan untuk tujuan konservasi.

RELATED POSTS

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata

Sehingga, populasi anjing bernyanyi di alam liar tidak hanya mewakili unit evolusi penting untuk konservasi dan pengelolaan, tetapi juga merupakan tautan penting untuk memahami domestikasi anjing.

Para peneliti mengungkap, anjing bernyanyi New Guinea pertama kali dideskripsikan mengikuti koleksi spesimen di ketinggian sekitar 2.100 mdpl di Central Province Papua New Guinea pada 1897.

Baca Juga: 5 Binatang Purba yang Masih Hidup di Indonesia

Awalnya, diklasifikasikan sebagai spesies yang berbeda dari Canis hallstromi, namun taksonomi mereka tetap kontroversial karena ketersediaan spesimen hanya di penangkaran untuk analisis genetik.

ADVERTISEMENT

Bagi Suku Moni yang tinggal di sekitar pegunungan Carstensz, Intan Jaya, anjing bernyanyi ini memiliki hubungan erat dengan cerita nenek moyang mereka. Foto: Dok. Anang Dianto

Anjing sakral

Sementara itu, menurut Hari Suroto, peneliti dari Balai Arkeologi Papua dan juga dosen di Universitas Cendrawasih, masyarakat yang hidup di sekitar Danau Habema, danau tertinggi di Indonesia yang juga merupakan bagian dari Taman Nasional Lorentz, menganggap bahwa anjing ini sangat sakral. Alasannya, anjing tersebut yang mula-mula menjaga nenek moyang mereka.

โ€œJadi, mereka tidak akan membunuh dan mengonsumsi anjing tersebut. Bahkan mereka juga tidak memelihara. Mereka hanya memelihara anjing kampung biasa,โ€ ungkap Hari, Sabtu [20/2/2021].

Sementara, bagi Suku Moni yang tinggal di sekitar pegunungan Carstensz, Intan Jaya, anjing bernyanyi ini memiliki hubungan erat dengan cerita nenek moyang mereka.

โ€œYang unik, masyarakat Suku Moni di Intan Jaya juga menyebut anjing bernyanyi ini dingo. Mirip dengan anjing dingo di Australia. Kalau secara linguistik, sepintas mirip karena pada zaman dulu pasti ada hubungan,โ€ ujarnya lagi.

Dari perspektif arkeolog, dengan melihat kesamaan nama dingo untuk menyebut anjing bernyanyi, maka diperkirakan dulu ada hubungan antara Papua dan Australia. Kondisi ini terjadi saat permukaan air laut rendah.

Hal ini juga terlihat pada beberapa tebing di Raja Ampat dan Fak Fak yang terdapat lukisan prasejarah dengan motif bumerang, senjata yang identik dengan Suku Aborigin di Australia.

โ€œUsia lukisan bumerang itu diperkirakan sekitar 10 ribu tahun lalu. Hubungan antara orang Papua dan Aborigin lebih dulu ada, kemudian anjing bernyanyi datang belakangan ke Papua diperkirakan 3.500 tahun silam.โ€

Berdasarkan penelitian di situs-situs arkeologi, Hari mengatakan, anjing bernyanyi ini dibawa oleh penutur Austronesia sekitar 3.500 tahun lalu, dari Asia Timur atau dari China selatan. Mereka membawa tiga binatang yang didomestikasi, yaitu anjing, babi, dan ayam. Imigran yang datang ke Papua di jaman prasejarah tiba di wilayah pesisir sebelum naik ke dataran tinggi Papua.

โ€œBagi Suku Moni sendiri, nyanyian dingo bisa diartikan ada tanda bahaya datang atau memanggil cuaca. Sebab, anjing ini dipercaya dapat memanggil hujan atau angin,โ€ tutup Hari.

Sumber: Mongabay

Tags: ExploreIndahJalan-JalanJelajahTempatTravelTravelingwisataWisatawan
ShareTweetPin
Explore

Explore

Related Posts

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung
Explore

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

20.01.2026
Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya
Explore

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya

17.01.2026
Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata
Explore

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata

16.01.2026
Roti Tawar Bobo Pontianak Tanpa Pengawet
Explore

Roti Tawar Bobo Pontianak Tanpa Pengawet

15.01.2026
Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak
Explore

Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak

09.01.2026
Martabak Pak Salim, Martabak Legendaris di Jalan Burangrang Bandung
Explore

Martabak Pak Salim, Martabak Legendaris di Jalan Burangrang Bandung

04.01.2026
Next Post
Terus Diburu, Bagaimana Nasib Burung Murai Batu?

Terus Diburu, Bagaimana Nasib Burung Murai Batu?

Sejarah Ternate (25): Pendudukan Militer Jepang di Ternate (1942-1945); Pelayaran Mengitari Bumi hingga Perang Dunia II

Iklan

Recommended Stories

Unjuk rasa mendukung pembentukan Front Nasional Pembebasan Irian Barat, 1958

20.09.2015
ODOJ, Gerakan Kreatif Pecinta Quran

Mau Wisata Kota Tua di Padang? Yuk Ikuti Padang Heritage

19.07.2017
Menjawab kebingungan Generasi overthinking dengan Islam dan Ilmu

Menjawab kebingungan Generasi overthinking dengan Islam dan Ilmu

19.02.2023

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE ยป

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?