#Aopok – #Obyek terang seperti #meteor di #Cianjur, juga #dentuman #misterius di #Agam. Simak penjelasan dari para #ahli berikut ini.
SEBUAH meteor dikabarkan menembus #atmosfer #bumi dan melintas di atas Cianjur selatan lalu jatuh ke laut disertai suara ledakan pada Kamis malam, 22 Januari 2026. Dari video yang beredar di media sosial disebutkan lokasinya berada di daerah Sindangbarang sekitar pukul 20 WIB.
Dari gambar video itu, menurut pegiat astronomi dari komunitas Langit Selatan Bandung Avivah Yamani, benda yang melintas seperti fireball atau meteor yang sangat terang. “Bisa jadi ada meteor lewat atau mungkin sampah antariksa (space junk), “ katanya, Sabtu 24 Januari 2026.
Sebenarnya, Avivah menambahkan, belum ada peristiwa hujan meteor lagi belakangan ini. “Tapi namanya benda asing melintas bisa saja,” ujarnya.
Baca: Belajar dari Sistem Ramadhan
Gempar! Video Viral Meteor Jatuh Hingga Sunami di Laut di Cianjur Selatan
Astronom dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Hakim Luthfi Malasan mengatakan, gambar benda seperti yang terlihat dalam video di media sosial itu merupakan meteor jenis bolide–bukan fireball. Benda itu habis terkikis di lapisan atas atmosfer. “Dentumannya cukup keras dan kalau toh ada sisanya jatuh di laut sehingga sulit ditelusuri,” ujarnya.
Hakim menerangkan istilah bolide dan fireball sering digunakan astronom untuk menggambarkan fenomena meteor yang sangat terang dan spektakuler. “Bolide adalah meteor yang sangat terang, biasanya lebih terang daripada planet Venus, dan sering meledak atau pecah di atmosfer,” katanya. Selain itu meteor bolide juga dapat menghasilkan suara dentuman atau ledakan.
Baca: Keanu Angelo Tulis Pesan Menyentuh untuk Lula Lahfah: Kita Sudah Beli Tiket Liburan
Sedangkan fireball adalah istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan meteor yang sangat terang, biasanya lebih terang daripada bolide dan dapat menerangi langit malam. Fireball dapat terlihat dari jarak yang sangat jauh dan dapat menghasilkan suara dentuman atau ledakan juga. ”Jadi perbedaan utamanya adalah tingkat kecerahan dan intensitas ledakan,” ujar Hakim.
Peneliti Pusat Riset Antariksa di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin mengatakan tidak bisa mengkonfirmasi soal dugaan meteor jatuh di laut itu. Menurutnya, data pendukungnya tidak ada. Dia menyatakan mendapat dua video yang dimaksud namun meragukan keduanya mirip satu sama lain karena ketampakannya di balik.
Itu sebabnya Thomas berharap ada petunjuk kuat seperti kesaksian dari nelayan atau awak kapal. Sedangkan dugaan sampah antariksa yang jatuh bisa langsung dikesampingkannya. “Karena sekitar waktu kejadian yang dilaporkan, 22 Januari 2026 pukul 20.00, tidak ada sampah antariksa yang jatuh,” kata dia memastikan.
Baca: Makna Hadits “Agama Adalah Nasehat”: Tafsir Lengkap & Aplikasi dalam Kehidupan Muslim
Suara Dentuman Meteor di Agam

Terpisah, suara dentuman yang menghebohkan juga dilaporkan dari wilayah Kabupaten Agam, Pasaman Barat, dan sekitarnya di Sumatera Barat pada Jumat pagi, 23 Januari 2026. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG lewat Stasiun Meteorologi Minangkabau telah mengeluarkan hasil analisis terhadap data pengamatannya.
Menurut BMKG, tidak ditemukan aktivitas awan konvektif (Cumulonimbus) maupun sambaran petir yang signifikan yang dapat memicu suara dentuman keras di atmosfer pada waktu fenomena itu terjadi. Begitu juga dari analisis seismik, tidak tercatat adanya gelombang gempa bumi yang signifikan di wilayah Sumatera Barat, khususnya di sekitar Agam dan Pasaman Barat, pada waktu yang bersamaan.
“Hal ini menunjukkan bahwa sumber suara tersebut kemungkinan besar bukan berasal dari aktivitas tektonik maupun pergerakan lempeng,” bunyi keterangan Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau Decky Irmawan dalam keterangan tertulis yang dibagikannya, Jumat.
























