4. Jual Produk di Marketplace. Nah, bagian ini merupakan hal yang selalu saya kenang karena sangat berjasa untuk orang-orang yang saya sayangi. Berhubung gagal membangun website bisnis online, maka saya mencoba masuk ke marketplace. Pertama sekali pada tahun 2014 di Tokopedia, lanjut Shopee pada tahun 2015 dan Bukalapak. Cara ini kemudian diteruskan oleh adik saya dan juga suami. Mereka mampu mendapatkan omset puluhan juta perbulan. Namun, ini bertahan hanya beberapa tahun saja, makin kesini makin turun drastis. Saat ini tokonya sudah tidak jalan lagi.
5. Menjadi Frelancer Writer. Ini adalah salah satu cara kerja online terbaik menurut saya. Dimana saya tidak lagi menjual produk fisik melainkan menjual keterampilan atau jasa menulis kepada yang membutuhkan. Seperti yang saya ceritakan di awal, saya sempat bekerja menjadi penulis naskah buku di beberapa penerbitan. Kemudian lanjut menjadi penulis konten untuk beberapa media online. Saya berhasil mendapatkan gaji sekitar Rp 500.000-Rp 1.000.000 perbulan. Berhubung saya jenuh dan membutuhkan lebih banyak uang, maka saya berhenti. Kemudian memutuskan kerja kantoran sementara waktu.
6. Mengelola Blog dan Monetisasi. Merasa tertekan kerja menulis dengan media dan penerbit, saya bermimpi bisa menulis dengan nyaman dan menggaji diri saya sendiri. Saya pun mencoba peruntungan menjadi blogger. Tak tanggung-tanggung, saya membuat dua blog sekaligus yaitu blog tentang menulis dan blog agama. Blog agama sudah mencapai kunjungan 1.000 perhari dan pernah saya daftarkan ke salah satu perusahaan iklan berbasis di luar negeri. Namun, hasilnya beberapa sen saja bahkan kemudian perusahaan periklanannnya hilang bak ditelan bumi. Saya mencoba lagi dan diterima menjadi publisher adsense. Alhamdulillah pada tahun pertama hasilnya lumayan. Pada tahun kedua hingga sekarang hasilnya menurun drastis tidak tahu kenapa.
7. Mengisi Survei Online. Pada suatu waktu saya membaca informasi dan berita di sebuah situs komunitas menulis. Ketika saya lagi scroll ke bawah eh nongol iklan yang berisi kerja online mengisi survei. Wah, kalau cuma mengisi survei kan mudah ya. Tidak bikin capek. Sangat menggiurkan dan saya langsung action membuat akun. Benar saja, sebagai ucapan selamat datang saya diberikan satu survei dan berhasil dapat komisi Rp 5.000. Akan tetapi, berminggu-minggu hingga berbulan-bulan saya tak kunjung mendapatkan kerja mengisi survei lanjutan. Dengan kecewa sayapun keluar dari sini.
8. Membaca dan Menonton Online Dibayar. Ini sih karena saya terjebak pola pikir ingin cepat dapat uang. Mindset pengen cepat kaya raya dengan kerja mudah hampir tanpa usaha dan modal. Saya mencoba salah satu aplikasi membaca online yang katanya dibayar. Tak lupa, sekalian saya coba kerja menonton online dibayar. Memang ada cuan beberapa sen ya guys dan lama banget untuk bisa terkumpul buat payout. Waduh, rasanya gak cocok deh dan saya pun memutuskan pergi tanpa pernah mencicipi hasilnya.
9. Mengetik Captcha Online Dibayar. Ini juga saya coba karena iming-iming pekerjaan mudah tapi dibayar. Kalau diingat-ingat rasanya tindakan saya ini sedikit konyol. Berharap dapat uang banyak dengan minim usaha. Saya mendengar kabar mengetik captcha dari salah satu blog. Saya pun searching dan mencoba membuat akun di salah satu penyedia. Setiap kali mengetik memang ada nilainya, beberapa sen. Namun, sampai keriting jari-jari cuannya segitu segitu saja. Mengetik pun tanpa jeda dari pagi hingga malam tetap tidak bisa buat makan.ย
10. Menjual Jasa Secara Online. Jika sebelumnya saya menjual produk fisik melalui website online, selang beberapa waktu saya mencoba menjual jasa. Soalnya, jual produk fisik berupa jilbab harus diproduksi dulu. Prosesnya memakan waktu dan juga membutuhkan banyak modal. Saya pikir kalau usahanya menjual jasa maka tidak perlu modal dan juga lebih efisien serta efektif. Benar saja, saya berhasil mengumpulkan cuan dari menyediakan layanan jasa pencarian jurnal serta buku referensi untuk penulisan tugas akhir. Cuan yang saya peroleh adalah dari selisih harga buku dan pembayaran jasa oleh pemesan yang sifatnya sukarela. Usaha ini berjalan mengembirakan dalam tiga bulan pertama. Pada bulan berikutnya tidak tahu kenapa berubah sepi dan cuan pun menurun.
***